Hi Urbie’s! Bayangkan sudah bertahun-tahun berlatih menjadi idol, debut bersama grup, merilis lagu, tampil di panggung, lalu tiba-tiba publik mengenalmu bukan karena suara, dance, atau konsep grup, melainkan karena… kentut saat siaran langsung. Kurang lebih itulah ironi yang membayangi perjalanan NATURE dan salah satu membernya, GAGA, ketika sebuah momen spontan dalam birthday V LIVE berubah menjadi viral dan ikut menentukan bagaimana publik mengingat mereka.

NATURE debut pada 2018 dengan perhatian yang relatif kecil dibandingkan grup K-pop lain di generasinya. Mereka memang sempat mendapatkan apresiasi dari sebagian penggemar, tetapi belum berhasil menciptakan lagu atau momen yang mampu membuat nama mereka benar-benar menembus arus utama.

Dari Grup Kurang Dikenal Menjadi Viral dalam Semalam

Semuanya berubah ketika sebuah potongan video dari birthday V LIVE GAGA tersebar luas di media sosial. Dalam siaran tersebut, GAGA tertangkap kamera mengeluarkan suara kentut, sebuah kejadian yang sebenarnya sangat manusiawi tetapi justru menjadi magnet perhatian internet.

Dalam hitungan waktu, nama GAGA dan NATURE mulai beredar jauh lebih luas daripada sebelumnya. Masalahnya, perhatian tersebut bukan datang karena comeback, lagu baru, koreografi, atau prestasi di tangga musik, melainkan karena satu momen yang sama sekali tidak direncanakan.

Inilah sisi gelap dari viralitas di era media sosial. Sebuah kejadian berdurasi beberapa detik bisa mendapatkan jangkauan jutaan kali lebih besar dibandingkan promosi resmi yang telah dipersiapkan perusahaan selama berbulan-bulan.

Bagi NATURE, exposure tersebut seharusnya bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan grup kepada publik yang sebelumnya tidak mengenal mereka. Namun, ketika sebuah grup mulai diasosiasikan terlalu kuat dengan satu momen viral, perhatian publik belum tentu berubah menjadi fandom atau penjualan musik.

GAGA Hiatus, Lalu Meninggalkan NATURE

Tak lama setelah insiden tersebut menjadi kontroversi, GAGA mengambil hiatus dan tidak ikut dalam comeback NATURE berikutnya. Pihak perusahaan pada saat itu menyampaikan bahwa sang idol hanya sedang beristirahat dan masih memiliki kemungkinan untuk kembali.

Namun, beberapa bulan kemudian, GAGA secara resmi meninggalkan NATURE dan kembali ke China. Keputusan tersebut membuat perjalanan kariernya bersama grup berakhir, sementara NATURE melanjutkan aktivitas tanpa dirinya.

Ironisnya, kepergian GAGA juga tidak otomatis membuat kontroversi tersebut menghilang. Justru momen yang membuat namanya viral tetap menjadi salah satu hal yang paling mudah ditemukan ketika publik membicarakan dirinya dan NATURE.

Sementara NATURE terus mencoba menjalankan aktivitas sebagai grup, mereka tidak berhasil menciptakan hit yang mampu menandingi besarnya perhatian terhadap klip tersebut.

Baca juga:

Ketika Identitas Grup Berubah Menjadi “The Fart Group”

Di sinilah masalah sebenarnya mulai terlihat. Viral bukan selalu berarti sukses, karena angka views dan percakapan di media sosial tidak otomatis berubah menjadi album yang terjual, tiket konser yang habis, atau fandom yang loyal.

Bertahun-tahun setelah kontroversi tersebut, NATURE bahkan secara terbuka mengungkapkan kekecewaan terhadap perjalanan karier mereka. Grup tersebut tidak pernah benar-benar mendapatkan lagu yang menjadi hit besar dan di media sosial Korea mereka justru lebih dikenal dengan julukan yang sangat jauh dari identitas musik mereka: “the fart group.”

Bayangkan bagaimana rasanya ketika sebuah grup yang berisi banyak anggota dengan kemampuan menyanyi, menari, dan performa harus berjuang melawan satu label yang tercipta dari kejadian spontan. Setiap kali nama mereka muncul, publik justru lebih cepat mengingat momen viral tersebut daripada diskografi atau perjalanan mereka sebagai idol.

NATURE Akhirnya Disband pada 2024

NATURE akhirnya diam-diam mengakhiri perjalanan grup mereka pada 2024. Setelah bertahun-tahun mencoba menemukan momentum, grup tersebut tidak pernah berhasil mendapatkan terobosan besar yang membuat mereka keluar dari bayang-bayang status sebagai grup K-pop yang kurang dikenal.

Yang paling menyedihkan adalah mereka sebenarnya sempat mendapatkan sesuatu yang sangat dibutuhkan banyak grup kecil: perhatian publik. Hanya saja, perhatian tersebut datang dalam bentuk yang tidak dapat mereka kendalikan.

Kisah NATURE memperlihatkan bahwa dalam industri hiburan, mendapatkan perhatian hanyalah langkah pertama. Tantangan sebenarnya adalah mengubah perhatian tersebut menjadi alasan bagi orang untuk bertahan, mendengarkan musik, mengikuti comeback, membeli album, dan akhirnya menjadi penggemar.

GAGA Mencoba Memulai Karier Baru di China

Setelah meninggalkan NATURE dan kembali ke China, GAGA tidak langsung menghilang dari industri hiburan. Ia kemudian debut kembali sebagai bagian dari grup C-pop NAME, mencoba membangun identitas baru setelah masa K-pop-nya berakhir.

Sayangnya, kesempatan tersebut juga tidak berlangsung lama. Perusahaan yang menaungi NAME, YUEHUA, kemudian mengeluarkan GAGA dari grup setelah hasil fan vote individu menunjukkan bahwa ia berada di posisi terakhir dalam jumlah pendukung, yaitu peringkat ketujuh dari tujuh member.

Situasi tersebut menjadi babak lain yang cukup pahit dalam perjalanan karier GAGA. Bahkan ketika ia sudah mencoba memulai kembali karier di negara asalnya, perjalanan tersebut kembali berakhir dengan status sebagai mantan member grup.

Apakah NATURE Bisa Lebih Besar Tanpa Momen Viral Itu?

Pertanyaan terbesar dari kisah ini tentu bukan apakah GAGA seharusnya malu dengan kejadian tersebut. Kentut adalah sesuatu yang sangat manusiawi, dan sulit menyalahkan seseorang karena mengalami momen spontan ketika sedang melakukan siaran langsung.

Pertanyaannya justru adalah apakah NATURE bisa memiliki karier yang lebih besar jika video tersebut tidak pernah viral. Jawabannya tidak bisa dipastikan, karena NATURE tetap harus menghadapi persaingan luar biasa ketat di industri K-pop dan belum memiliki lagu yang benar-benar menjadi breakthrough hit.

Namun, satu hal jelas: momen tersebut menciptakan identitas publik yang tidak pernah berhasil mereka lepaskan. Ketika sebuah grup membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun citra, internet hanya membutuhkan beberapa detik untuk membangun citra baru.

Dan Urbie’s, mungkin pelajaran terbesar dari kisah NATURE bukan soal sebuah kentut yang menjadi viral, melainkan betapa kejamnya algoritma terhadap manusia di balik layar. Sebab di internet, kamu bisa menghabiskan bertahun-tahun membangun karier, tetapi dunia mungkin tetap mengingatmu karena satu momen yang hanya berlangsung beberapa detik.

[Block type not supported: rawTool]