Hi Urbie's! Minggu pagi, 1 November 2026, jam 7.30 WIB, Car Free Day yang biasanya cuma soal jalan, lari atau sekadar kulineran tiba-tiba berubah jadi panggung reuni. Yup! Soraya Intercine Films memilih cara paling Jakarta banget untuk ngerilis poster resmi film *5cm Revolusi Hati* — langsung di tengah kerumunan warga. Dan yes, filmnya fix tayang 24 Desember 2026 di bioskop.
Nggak main-main, semua cast nongol. Dari Roman King, Rachel Aseelah, Wironggo Vercaemer, Olivia Morrison, Ali Fikry, Bimasena, Kaemi Lalwani, sampai dua legenda yang bikin kaget: Diana Pungky dan Cut Keke.
Bukan Sekuel Biasa, Ini Cerita Tentang Kita Waktu SMP
Lupakan sejenak Genta dan kawan-kawan yang mendaki Semeru. Kali ini sutradara Emil Heradi dan produser Sunil Soraya ngajak kita mundur sedikit lebih awal.
Ceritanya ditulis Donny Dhirgantoro bareng Rza Kumar dan Sunil Soraya, fokusnya ke empat sahabat SMP: Zafran (Roman King), Riko (Wironggo Vercaemer), Asep (Ali Fikry), dan Ariwibowo (Bimasena).
Mereka punya janji yang kedengerannya klise tapi kalau diingat-ingat, kita semua pernah janjiin: satu SMA, nggak akan misah. Sampai akhirnya cinta pertama datang, dan sebuah perjalanan jauh dari Jakarta maksa mereka nanya ulang: persahabatan itu sebenarnya soal selalu bersama, atau soal berani ngelepasin?
Setiap karakter punya nyawanya sendiri.

Ali Fikry sebagai Asep itu si mood-booster kelas berat. Mimpinya simpel, pengen bisa traktir teman-temannya.
Relate banget. Roman King ngidupin lagi Zafran yang puitis, si paling seni dan galau aesthetic.
Sementara Olivia Morrison sebagai Astri dan Rachel Aseelah sebagai Azizah ngasih dinamika cewek yang beda. Yang satu ambisius ngejar nilai, yang satu hangatnya kayak rumah. Bukan sekadar tempelan love interest.
Plot Twist Paling Elegan: Diana Pungky & Cut Keke Kembali!
Ini bagian yang bikin merinding.
Diana Pungky balik sebagai Ibu Astri dan Cut Keke sebagai Bunda Azizah. Dua ikon 90-an yang comeback-nya nggak kaleng-kaleng.
Diana mengaku tanpa pikir panjang langsung bilang yes. Alasannya simple: dia jatuh cinta sama semesta 5cm sejak dulu.
Cut Keke juga nggak kalah tulus, dia muji habis-habisan energi para aktor muda yang natural banget di lokasi. Nggak jaim, nggak dibuat-buat.
Kehadiran mereka bikin film ini bukan cuma tontonan Gen Z, tapi juga jembatan nostalgia buat milenial yang dulu nangis baca novelnya.
Syutingnya Se-Gila Itu: Dari Free Diving Seharian Sampai Renang Jam 3 Pagi
Kalau film 5cm yang dulu identik sama gunung, Revolusi Hati belok total. Kali ini laut Banyuwangi, Jawa Timur, yang jadi panggung utama. Dan behind the scene-nya? Kacau, dalam artian keren.
Olivia Morrison cerita dia harus free diving seharian penuh di tengah laut. Capeknya minta ampun, tapi kangennya juga minta ampun.
Bimasena kebagian jadwal paling nggak ngotak. Harus bangun jam 2 pagi tiap hari demi ngejar sunrise paling sempurna. Effort level dewa buat satu shot.
Paling horor cerita Wironggo Vercaemer. Dia harus berenang di tengah laut jam 3 sampai 4 pagi. Gelap gulita. Nggak ada cahaya.
Di momen itu, katanya, mereka beneran nggak lagi acting jadi sahabat, tapi beneran jadi keluarga yang saling jagain.
Itu yang bikin 5cm Revolusi Hati kayaknya bakal beda. Bukan cuma soal poster keren yang dirilis di CFD, tapi soal janji, laut, dan persahabatan yang diuji di umur paling labil: SMP.
Siapin tisu dari sekarang. Desember kita mewek bareng. (R. Indriani)




