Hi Urbie’s! Aktivitas padat lintas negara yang dijalani YOSHIKI dalam beberapa bulan terakhir akhirnya membuat sang musisi harus menghentikan sejenak seluruh kegiatannya.
Situs web resmi YOSHIKI X JAPAN mengumumkan bahwa YOSHIKI pingsan di Amerika Serikat akibat kelelahan berlebihan dan kini sedang menjalani perawatan serta beristirahat berdasarkan arahan dokter.
Kabar tersebut diumumkan pada 19 September dan langsung berdampak pada sejumlah agenda YOSHIKI di Jepang. Beberapa penampilan dan acara yang sebelumnya telah dijadwalkan dibatalkan, termasuk siaran langsung YOSHIKI CHANNEL yang seharusnya berlangsung pada 21 September.
Meski demikian, tim medis memperkirakan kondisi YOSHIKI dapat membaik dalam beberapa hari.
YOSHIKI Pingsan Setelah Berbulan-bulan Menjalani Jadwal Padat
Menurut pernyataan resmi yang dipublikasikan situs YOSHIKI, musisi tersebut mengalami kelelahan berlebihan ketika berada di Amerika Serikat.
Ia kemudian mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis di sana, termasuk terapi infus, dan saat ini menjalani masa istirahat di bawah pengawasan dokter.
Dokter yang menangani YOSHIKI di Cedars-Sinai Medical Center, Dr. Tomizawa, menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan jadwal yang padat serta kelelahan yang telah berlangsung dalam jangka panjang.
Dalam beberapa bulan terakhir, YOSHIKI memang menjalani perjalanan yang sangat intensif. Ia berpindah dari Amerika Serikat ke Jepang, Eropa, dan Korea Selatan dalam rentang waktu yang relatif singkat sembari tetap menjalankan berbagai aktivitas profesional.
Bukan hanya konser, jadwal tersebut juga mencakup penampilan di acara internasional, proses produksi film, rekaman musik, hingga kegiatan sosial.
Dari F1 Jepang hingga Panggung Walt Disney Concert Hall
Jika melihat kembali agenda YOSHIKI sejak awal tahun, padatnya aktivitas tersebut memang terlihat jelas.
Pada Maret, ia tampil membawakan lagu kebangsaan Jepang, Kimigayo, dalam rangkaian Grand Prix F1 Jepang.
Kemudian pada April, YOSHIKI menggelar tiga konser YOSHIKI CLASSICAL 2026 di Tokyo. Pada bulan yang sama, ia juga membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat di Dodger Stadium.
Aktivitas internasionalnya terus berlanjut. Pada Mei, YOSHIKI tampil sebagai kejutan dalam konser Diana Ross, sementara Juni diisi dengan penampilannya sebagai salah satu bintang utama Global Citizen LIVE: Tokyo.
Memasuki Juli, perjalanan lintas benua kembali terjadi.
Pada 10 Juli, YOSHIKI tampil dalam Japan Expo Paris di Prancis, salah satu festival budaya Jepang terbesar di dunia. Beberapa hari kemudian, ia sudah berada di Amerika Serikat untuk tampil dalam YOSHIKI CLASSICAL 2026 di Walt Disney Concert Hall, Los Angeles, pada 16 dan 17 Juli.
Jarak antara satu panggung dengan panggung lainnya bukan sekadar perpindahan kota. Ada perjalanan lintas negara dan benua yang harus dilakukan sambil mempertahankan rangkaian aktivitas profesional.
Baca juga:
- Yoshiki X Japan Ungkap Kepedulian Mendalam Mengenai Banjir Aceh, Indonesia di Media Socialnya
- YOSHIKI Headliner Global Citizen LIVE: Tokyo, Konser Spektakuler yang Satukan Musik dan Misi Pendidikan Dunia
Agustus dan September Tak Kalah Sibuk
Memasuki Agustus, YOSHIKI masih melanjutkan berbagai aktivitasnya.
Ia menyelesaikan rangkaian pertunjukan peringatan 100 tahun acara makan malamnya di Jepang, dengan seluruh tujuh pertunjukan dilaporkan terjual habis.
Pada bulan yang sama, YOSHIKI juga merilis “Forever Love” bersama Josh Groban secara global dan mengumumkan kemitraan internasional dengan perusahaan musik BMG.
Setelah itu, ia kembali melakukan perjalanan ke Korea Selatan.
YOSHIKI menghadiri sejumlah acara seni internasional, termasuk Paradise Art Night 2026 yang berlangsung bersamaan dengan Frieze Seoul 2026 serta CJ Night in Celebration of Frieze Seoul.
Belum selesai sampai di situ, YOSHIKI kemudian kembali menuju Amerika Serikat.
Pada 15 September, ia menjadi satu-satunya orang Jepang yang berbicara dalam Dreamforce di San Francisco untuk tahun ketiga berturut-turut.
Dua hari kemudian, pada 17 September, YOSHIKI menghadiri gala peringatan ke-117 Japan-America Society of Southern California di Los Angeles.
Di acara tersebut, ia menerima International Citizens Award, penghargaan yang diberikan atas kontribusinya terhadap hubungan Jepang dan Amerika Serikat melalui musik, kegiatan kemanusiaan, serta perannya sebagai penghubung kedua negara.
Sehari Setelah Menerima Penghargaan, YOSHIKI Pingsan
Ada detail waktu yang membuat kabar ini semakin menjadi perhatian.
YOSHIKI menerima penghargaan tersebut pada 17 September. Sehari setelahnya, ia mengalami kondisi kelelahan hingga pingsan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Pernyataan resminya menyebut akumulasi kelelahan dalam jangka panjang akhirnya mencapai batasnya.
Namun, untuk saat ini YOSHIKI tidak ingin terlalu memikirkan aktivitas lain. Prioritasnya adalah mengikuti arahan dokter dan memulihkan kondisi tubuhnya.
YOSHIKI Masih Targetkan Tampil di Central Park
Meski sejumlah agenda di Jepang dibatalkan, satu jadwal internasional masih menjadi perhatian besar.
YOSHIKI dijadwalkan menjadi artis Jepang pertama yang tampil di 2026 Global Citizen Festival: New York, yang akan berlangsung pada 26 September waktu Amerika Serikat di Great Lawn, Central Park.
Festival tersebut mempertemukan musisi dan tokoh dunia untuk mengangkat berbagai isu global, termasuk kemiskinan, ketimpangan, serta persoalan lingkungan.
Dalam pernyataannya, YOSHIKI mengatakan bahwa dirinya kini beristirahat sambil menjalani perawatan sebagai persiapan untuk penampilan tersebut.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena membuat penggemar khawatir dan mengatakan bahwa dirinya telah menyadari bahwa kelelahan yang terkumpul selama beberapa bulan terakhir ternyata lebih besar dari yang ia sadari.
Pada 20 September, YOSHIKI kembali memberikan kabar melalui X. Ia menyampaikan bahwa dokter memintanya untuk tidak terlalu memaksakan diri dan bahwa saat ini ia masih beristirahat sambil menerima perawatan infus.
Buat Urbie’s yang mengikuti perjalanan karier YOSHIKI, kabar ini tentu menjadi pengingat bahwa di balik deretan panggung internasional, perjalanan lintas benua, dan penghargaan bergengsi, seorang musisi tetap membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak.
Kini perhatian tertuju pada pemulihannya dan apakah YOSHIKI dapat kembali tampil di hadapan sekitar 60 ribu penonton di Central Park pada 26 September mendatang.





