Hi Urbie’s! Setiap tahun, tanggal 12 November menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Tak hanya terkait pola hidup sehat, momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) juga menjadi kesempatan memperkuat perhatian terhadap tumbuh kembang anak, terutama melalui dukungan berbagai pihakâ€â€termasuk sektor swasta seperti Unicharm.
Sebagai produsen popok bayi, Unicharm menaruh perhatian besar pada kesehatan kulit bayi. Mereka percaya, pemilihan popok yang tepat bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian penting dari tumbuh kembang bayi yang sehat.
“Popok itu dekat sekali dengan kulit bayi sepanjang hari. Karena itu pemilihannya harus benar-benar sesuai kebutuhan dan fase tumbuh kembangnya,” ujar Sri Haryani, Direktur Unicharm saat menghadiri rangkaian kegiatan HKN di Kabupaten Bogor.
Popok: Kecil Ukurannya, Besar Pengaruhnya
Popok kini menjadi kebutuhan dasar bayi. Berdasarkan riset Unicharm, lebih dari 75% bayi di Indonesia mulai menggunakan popok sejak minggu pertama kelahiran. Namun penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan masalahâ€â€mulai dari kulit lembap, ruam, hingga popok menggembung setelah menyerap cairan.
Unicharm menemukan bahwa pada survei konsumen 2025, keluhan-keluhan tersebut justru meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal inilah yang mendorong mereka bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk memberikan edukasi langsung kepada para ibu.
Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah SSIT., Bdn., MM., MKM, mengapresiasi langkah tersebut.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif dari Unicharm ini. Edukasi seperti ini penting agar pesan-pesan kesehatan tersampaikan lebih efektif dan sampai ke ibu-ibu di tingkat akar rumput,” tuturnya.
Kolaborasi tersebut, lanjut Ade Jubaedah, bisa menjadi langkah besar dalam menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Tips Memilih Popok Bayi yang Tepat
Dalam sesi edukasi, para ibu mendapatkan panduan praktis agar tak salah memilih popok. Berikut poin yang ditekankan:
1. Pilih Ukuran yang Tepat
Sesuaikan popok dengan berat badan bayi. Terlalu ketat membuat bayi tidak nyaman, terlalu longgar dapat menyebabkan kebocoran dan iritasi.
2. Daya Serap Tinggi
Popok yang baik menyerap cairan dengan cepat dan tetap tidak menggembung, sehingga kulit bayi tetap kering dan bebas ruam.

3. Sesuaikan dengan Fase Pertumbuhan
- Tape (perekat): untuk bayi baru lahir yang belum banyak bergerak.
- Pants (celana): untuk bayi aktif, biasanya mulai usia 6 bulan.
4. Sirkulasi Udara Optimal
Ini penting di negara tropis seperti Indonesia. Popok dengan sirkulasi udara baik membantu mengurangi kelembapan dan panas.
Baca Juga:
- Perawatan Rambut Baru untuk Rambut Diwarnai dan Sering Distyling
- Studi Terbaru: Intervensi Nutrisi Dini Bisa Hemat 4 Kali Lipat Biaya Kesehatan Anak
- Epy Kusnandar Meninggal Dunia 3 Desember 2025! Dari Sinetron Ke Layar Lebar, Hingga Warung
5. Fitur Tambahan untuk Perawatan Kulit
Beberapa popok kini dilengkapi bahan ekstra seperti organic cotton atau coconut oil untuk perlindungan kulit lebih maksimal.

Posyandu Terpadu: Lebih dari Sekadar Edukasi
Kolaborasi Unicharm dan IBI juga diwujudkan melalui Posyandu terpadu yang menyajikan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, imunisasi balita, konsultasi gizi, hingga screening Anemia Defisiensi Zat Besi (ADB).
Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.
Dukungan Berkelanjutan dari Unicharm
Tak berhenti pada edukasi, Unicharm juga berkomitmen menyediakan produk popok yang sesuai kebutuhan bayi dan gaya hidup para ibu masa kini.
“Kami akan terus menghadirkan inovasi, seperti MamyPoko Royal Soft, MamyPoko X-tra Kering, dan MamyPoko Pants Tidak Gembung. Semua dirancang untuk memberi kenyamanan maksimal dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” jelas Sri Haryani.
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini akan berlanjut. “Ini bukan kegiatan sekali selesai. Kami akan terus memperluas program edukasi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.”








