Hi Urbie’s! Kalau ngomongin Dragon Ball, satu hal yang pasti: franchise legendaris karya Akira Toriyama ini seolah nggak pernah benar-benar selesai. Selama puluhan tahun, kisah Goku dan kawan-kawan sudah berkali-kali mencapai “ending”. Mulai dari penutup original Dragon Ball Z, ending emosional Dragon Ball GT, sampai saga terakhir Super Dragon Ball Heroes.
Tapi menariknya Urbie’s, banyak fans kini percaya bahwa ending paling indah untuk Dragon Ball justru bukan datang langsung dari Akira Toriyama… melainkan dari penerusnya sendiri, Toyotarou. Dan yang bikin makin menarik, ending tersebut ternyata sudah dibuat jauh sebelum Toyotarou resmi menangani Dragon Ball Super.
Sebelum Dragon Ball Super, Toyotarou Pernah Bikin Dragon Ball AF
Sebelum dikenal sebagai mangaka resmi Dragon Ball Super, Toyotarou sebenarnya sudah lama aktif di komunitas fan manga Dragon Ball.
Salah satu karya paling terkenalnya adalah Dragon Ball AF — manga fan-made yang sempat menjadi legenda internet di era awal 2000-an.
Buat fans anime generasi lama, nama Dragon Ball AF pasti terdengar familiar.
Dulu, internet sempat dipenuhi rumor tentang serial Dragon Ball baru berjudul Dragon Ball AF. Banyak orang mengira AF adalah lanjutan resmi setelah Dragon Ball GT. Padahal sebagian besar gambar dan cerita yang beredar hanyalah karya fan-made dari berbagai artist.
Namun di antara semua versi yang ada, karya Toyotarou menjadi salah satu yang paling populer.
Bahkan kualitas gambar dan storytelling-nya dianggap sangat mendekati gaya Akira Toriyama sendiri.
Ending Dragon Ball AF Disebut Jadi Penutup Paling Indah
Yang kini kembali ramai dibicarakan fans adalah chapter terakhir Dragon Ball AF buatan Toyotarou.
Banyak penggemar percaya bahwa ending tersebut terasa seperti surat cinta untuk seluruh perjalanan Dragon Ball sejak era original.
Alih-alih hanya fokus pada pertarungan besar atau transformasi baru, Toyotarou justru menghadirkan penutup yang emosional dan penuh refleksi tentang perjalanan hidup Goku.
Ending itu memperlihatkan nuansa damai, kedewasaan karakter, dan perasaan bahwa petualangan panjang Dragon Ball akhirnya benar-benar mencapai garis akhir.
Dan jujur aja Urbie’s, itulah yang membuat banyak fans tersentuh.
Karena selama bertahun-tahun, Dragon Ball identik dengan pertarungan tanpa akhir. Musuh baru selalu muncul. Power level terus meningkat. Transformasi baru selalu hadir.
Namun Toyotarou justru memilih pendekatan yang lebih manusiawi dan melankolis.
Baca Juga:
- Lagu Tema Toy Story 5 Karya Taylor Swift Pecahkan Rekor Streaming Global dalam Sehari
- Trailer Fall 2: Deadpoint Resmi Dirilis, Tampilkan Survival Mematikan di Ketinggian
- Kenapa Sony Gak Kehilangan Spider-Man? Ternyata Ada Aturan Rahasia yang Bikin Mereka Harus Terus Produksi Film!
Toyotarou Kini Jadi Penerus Langsung Akira Toriyama
Ironisnya, dulu Dragon Ball AF hanyalah fan manga tidak resmi.
Tapi sekarang, sang kreatornya justru menjadi penerus resmi Akira Toriyama untuk Dragon Ball Super.
Perjalanan Toyotarou sendiri memang terasa seperti mimpi bagi banyak fans anime.
Dari seorang fan artist yang membuat manga doujinshi Dragon Ball di internet, kini dirinya dipercaya langsung melanjutkan salah satu franchise manga terbesar sepanjang masa.
Bahkan sebelum meninggal dunia, Akira Toriyama diketahui cukup aktif bekerja bersama Toyotarou dalam pengembangan Dragon Ball Super.
Hal itu membuat banyak fans percaya bahwa Toyotarou memang orang yang paling memahami “jiwa” Dragon Ball modern.
Dragon Ball Super Masih Belum Selesai
Meski banyak fans memuji ending Dragon Ball AF, kisah Dragon Ball sendiri sebenarnya masih terus berjalan hingga sekarang lewat Dragon Ball Super.
Serial tersebut memperluas dunia Dragon Ball jauh melampaui skala sebelumnya. Dari multiverse, Gods of Destruction, Ultra Instinct, hingga ancaman kosmik baru, Dragon Ball Super membawa franchise ini ke level yang jauh lebih besar.
Namun di sisi lain, sebagian fans juga mulai merindukan nuansa sederhana dan emosional dari Dragon Ball lama.
Dan mungkin karena alasan itulah chapter terakhir Dragon Ball AF kembali viral.
Ending tersebut terasa seperti momen di mana Dragon Ball bukan lagi soal siapa yang paling kuat… tapi tentang perjalanan hidup, persahabatan, dan warisan yang ditinggalkan karakter-karakternya.
Fans Kini Takut dengan Ending Resmi Dragon Ball
Setelah kepergian Akira Toriyama, banyak fans mulai bertanya-tanya tentang masa depan Dragon Ball.
Apakah franchise ini akan terus berjalan tanpa akhir?
Atau suatu hari nanti akan benar-benar memiliki penutup resmi?
Pertanyaan itu membuat banyak penggemar kembali melihat karya-karya lama Toyotarou, termasuk Dragon Ball AF.
Karena bagi sebagian fans, ending tersebut terasa seperti “goodbye” yang sempurna untuk dunia Dragon Ball.
Tidak penuh ledakan besar. Tidak dipenuhi transformasi absurd. Tapi justru tenang, emosional, dan terasa dewasa.
Dan mungkin… itu memang cara terbaik untuk mengakhiri perjalanan Goku.
Meski begitu, Dragon Ball kemungkinan masih akan terus hidup selama bertahun-tahun ke depan. Franchise ini sudah menjadi bagian besar budaya pop global dan terus melahirkan generasi fans baru.
Tapi satu hal yang pasti Urbie’s — Toyotarou berhasil membuktikan bahwa dirinya bukan cuma penerus Dragon Ball secara teknis, tetapi juga seseorang yang benar-benar memahami hati dari cerita legendaris tersebut.





