Hi Urbie's! Ada banyak alasan kenapa kawasan Melawai dan Blok M seperti nggak pernah kehilangan daya tariknya. Dari kedai kopi yang selalu ramai menjelang sore, toko vinyl dan rilisan fisik, tempat makan yang mendadak viral di media sosial, sampai komunitas kreatif yang tumbuh dari berbagai sudut kawasan ini. Blok M punya energi yang sulit dijelaskan, tapi gampang dirasakan.

Kini, ada satu destinasi baru yang menarik untuk masuk ke daftar kunjungan, terutama buat kamu yang hidupnya nggak jauh-jauh dari musik, gadget, kreativitas, atau sekadar suka mencoba sesuatu yang baru: DESOUND Showroom Melawai.

Tapi jangan buru-buru membayangkan toko elektronik dengan deretan kardus produk dan etalase yang bikin bingung. Begitu masuk, konsepnya terasa berbeda.

DESOUND Melawai hadir dalam bangunan lima lantai dengan konsep One Stop Solution, tempat pengunjung bukan hanya melihat produk, tetapi bisa langsung mencoba, mendengarkan, membandingkan, bertanya, bahkan memahami seperti apa perangkat tersebut ketika benar-benar digunakan.

Sederhananya, di sini Urbie's nggak cuma bertanya, “Speknya apa?” Tapi bisa langsung bertanya, “Suaranya cocok nggak buat saya?”

Mulai dari Personal Audio, Playlist Favorit, sampai Gadget yang Bisa Dicoba Langsung

Petualangan dimulai dari lantai pertama. Area Audio Gallery menjadi semacam pintu masuk untuk mengenal dunia audio DESOUND yang cukup luas. Ada personal audio, home audio, multimedia, luxury audio, sampai alat musik.

Buat kamu yang kesehariannya ditemani TWS atau headphone, area ini mungkin jadi tempat yang paling gampang bikin lupa waktu.

Bayangkan datang dengan smartphone dan playlist andalan. Kamu bisa mencoba perangkat audio personal secara langsung, mendengarkan lagu yang sama melalui beberapa perangkat, lalu membandingkan karakter suaranya.

Di sinilah pengalaman menjadi lebih penting daripada sekadar membaca spesifikasi. Karena dua perangkat yang di atas kertas terlihat mirip bisa memberikan pengalaman mendengarkan yang sama sekali berbeda.

Buat yang sehari-hari commuting, bekerja dari coffee shop, traveling, atau sekadar ingin menikmati musik tanpa gangguan, pengalaman hands-on seperti ini membuat proses memilih perangkat terasa jauh lebih personal.

Nggak ada lagi drama beli karena review bilang “bagus”, lalu ternyata karakter suaranya nggak cocok di telinga sendiri.

Dari bikin konten sampai jamming, lantai dua jadi playground buat para kreator dan pencinta musik. Eksplorasi solusi mikrofon SHURE untuk content creation, meeting, dan live performance, sekaligus coba langsung berbagai instrumen musik sebelum menentukan pilihan. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Dari bikin konten sampai jamming, lantai dua jadi playground buat para kreator dan pencinta musik. Eksplorasi solusi mikrofon SHURE untuk content creation, meeting, dan live performance, sekaligus coba langsung berbagai instrumen musik sebelum menentukan pilihan. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Naik Satu Lantai, Dunia Kreator dan Musisi Kamar Dimulai

Kalau lantai pertama terasa seperti playground untuk pencinta audio personal, lantai kedua punya energi yang berbeda.

Di sini, fokusnya bergeser ke meeting, content creation, live performance, dan musik. Salah satu daya tariknya adalah solusi mikrofon dari SHURE.

Buat podcaster, YouTuber, streamer, musisi, atau siapa pun yang pernah menghabiskan waktu mengutak-atik kualitas suara saat membuat konten, area ini terasa relevan banget.

Daripada hanya melihat mikrofon di etalase, pengunjung dapat memahami bagaimana perangkat tersebut digunakan dalam setup nyata.

Ini penting, karena kualitas suara sebuah mikrofon bukan cuma soal bentuknya yang keren atau nama besar brand-nya. Cara penggunaan, posisi mikrofon, perangkat pendukung, hingga kebutuhan rekaman ikut menentukan hasil akhirnya.

Dan kalau kamu datang bukan sebagai content creator? Santai. Lantai ini juga punya sesuatu yang sulit dilewatkan para pencinta musik: instrumen.

Keyboard, gitar akustik, gitar listrik, drum, dan berbagai pilihan lainnya hadir untuk dieksplorasi. Pengunjung bisa melihat lebih dekat, mencoba, dan merasakan sendiri instrumen sebelum menentukan pilihan.

Karena buat alat musik, kadang yang paling menentukan bukan spesifikasi. Tapi satu hal sederhana: “Enak nggak dimainkan?”

Dari bikin konten sampai jamming, lantai dua jadi playground buat para kreator dan pencinta musik. Eksplorasi solusi mikrofon SHURE untuk content creation, meeting, dan live performance, sekaligus coba langsung berbagai instrumen musik sebelum menentukan pilihan. (Foto Urbanvibes/R Indriani)
Dari bikin konten sampai jamming, lantai dua jadi playground buat para kreator dan pencinta musik. Eksplorasi solusi mikrofon SHURE untuk content creation, meeting, dan live performance, sekaligus coba langsung berbagai instrumen musik sebelum menentukan pilihan. (Foto Urbanvibes/R Indriani)

Lantai 3 Jadi Tempat Buat Kamu yang Mau “Serius” Dengerin Musik

Lalu Urbie's naik ke lantai tiga. Atmosfernya mulai berubah.

Kalau dua lantai sebelumnya terasa lebih kasual dan eksploratif, lantai ini membawa pengalaman audio ke level yang lebih intim melalui perpaduan Lifestyle Audio dan Luxury Audio.

Di area Lifestyle Audio, perangkat audio ditempatkan bukan hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Konsep retail area ini dikembangkan bersama Tobias Harris W., Principal dan Chief Creative Officer TDC NYC, yang sebelumnya juga terlibat dalam pengembangan konsep DESOUND Supermal Karawaci.

Pendekatannya terasa dekat dengan cara generasi muda menggunakan teknologi sekarang. Audio bukan lagi benda yang hanya diletakkan di ruang keluarga.

Ia bisa menemani perjalanan, bekerja, bersantai, menikmati musik sendiri, membuat suasana di rumah, sampai menjadi bagian dari momen ketika teman-teman berkumpul.

Saatnya menikmati audio dengan pengalaman yang lebih personal. Lifestyle Audio berpadu dengan KEF Product Experience, menghadirkan kesempatan untuk mengeksplorasi bagaimana speaker, penempatan, dan karakter ruangan bisa mengubah cara kita menikmati musik. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Saatnya menikmati audio dengan pengalaman yang lebih personal. Lifestyle Audio berpadu dengan KEF Product Experience, menghadirkan kesempatan untuk mengeksplorasi bagaimana speaker, penempatan, dan karakter ruangan bisa mengubah cara kita menikmati musik. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Ketika Listening Experience Bukan Lagi Sekadar “Denger Lagu”

Di lantai yang sama terdapat KEF Product Experience, yang membawa pengunjung lebih jauh ke dunia high-end audio.

KEF sendiri merupakan brand audio asal Inggris yang telah dikenal sejak 1961 melalui inovasi akustik, engineering presisi, dan desain.

Yang menarik, pengalaman di area ini membuat kita menyadari bahwa mendapatkan suara yang bagus ternyata bukan hanya persoalan membeli speaker mahal.

Penempatan speaker, karakter ruangan, perangkat pendukung, dan konfigurasi sistem semuanya punya peran. Duduk, mendengarkan, lalu membandingkan.

Pada titik ini, aktivitas mendengarkan musik terasa seperti pengalaman yang jauh lebih detail. Petikan instrumen, vokal, ruang suara, hingga dimensi audio bisa terasa berbeda ketika sistem dan penempatannya berubah.

Buat audio enthusiast, ini jelas area yang bisa membuat sesi “cuma lihat-lihat” berubah menjadi listening session yang cukup serius.

Lantai 3 — Lifestyle Audio & Luxury Audio. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Lantai 3 — Lifestyle Audio & Luxury Audio. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

“DESOUND adalah destinasi imersif yang dirancang bagi mereka yang berjiwa muda dan adaptif, menawarkan pilihan solusi audio premium yang dikurasi khusus untuk momen personal, petualangan outdoor, traveling, maupun perayaan bersama. Berbekal saran ahli serta ruang interaktif untuk mencoba dan membandingkan produk, DESOUND membantu pelanggan menemukan pilihan yang paling pas dengan gaya hidup dinamis mereka, sembari didukung oleh layanan purnajual yang berdedikasi,” ujar Tobias Harris W., Chief Creative Officer TDC NYC.

Menurut Tobias, DESOUND ingin lebih dari sekadar toko. Inovasi dan teknologi audio mutakhir dipadukan dengan pengalaman yang mengapresiasi minat personal sekaligus momen kebersamaan komunitas.

Dengan kata lain, setiap orang punya cerita sendiri dengan suara.

Lantai 4: Saat Audio Bertemu Film, Karaoke, dan Komunitas

Turun ke kebutuhan yang lebih fun, lantai empat menghadirkan tiga area yang punya karakter berbeda: Karaoke Room, Home Theatre Room, dan DESOUND Community Space.

Di Karaoke Room, pengunjung bisa melihat bagaimana mikrofon, speaker, pemrosesan suara, dan konfigurasi ruangan bekerja sebagai satu sistem.

Jadi, pengalaman karaoke ternyata bukan cuma soal punya speaker yang volumenya bisa mentok.

Ada bagaimana suara vokal terdengar, bagaimana speaker ditempatkan, bagaimana ruangan merespons suara, dan bagaimana keseluruhan sistem dikonfigurasi.

Sementara itu, Home Theatre Room membawa pengalaman menonton film ke konteks yang lebih imersif.

Buat sebagian orang, menonton film di rumah berarti TV, sofa, popcorn, selesai. Tapi setelah melihat bagaimana sistem home theatre bekerja, mungkin perspektifnya berubah.

Suara dialog, efek suara, musik latar, hingga atmosfer sebuah adegan ternyata bisa membuat pengalaman menonton terasa jauh lebih hidup.

Lantai 4 — Karaoke, Home Theatre & Community Space.Satu lantai, banyak cara untuk menikmati suara. Mulai dari serunya karaoke, pengalaman menonton film yang lebih imersif di Home Theatre Room, hingga DESOUND Community Space yang menjadi tempat berkumpul dan berbagi pengalaman bagi berbagai komunitas. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Lantai 4 — Karaoke, Home Theatre & Community Space.Satu lantai, banyak cara untuk menikmati suara. Mulai dari serunya karaoke, pengalaman menonton film yang lebih imersif di Home Theatre Room, hingga DESOUND Community Space yang menjadi tempat berkumpul dan berbagi pengalaman bagi berbagai komunitas. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Bukan Cuma Belanja, Ada Ruang Buat Berkumpul

Yang membuat lantai ini terasa berbeda adalah kehadiran DESOUND Community Space.

Ruang ini disiapkan sebagai tempat berkumpul, berbagi pengalaman, dan mengeksplorasi dunia audio bersama.

Komunitas musik bisa menggunakannya untuk berbagai aktivitas. Begitu juga komunitas lain yang ingin membuat gathering, workshop, sharing session, atau aktivitas kreatif.

Ini membuat DESOUND punya fungsi yang lebih luas daripada sekadar showroom. Ia menjadi ruang bertemu. Ruang untuk bertukar cerita. Dan, tentu saja, ruang untuk menemukan teman yang punya ketertarikan yang sama.

Baca Juga:

Lantai 5: Professional Solution & Ruang Komersial

Perjalanan lima lantai ini akhirnya sampai di lantai kelima. Fokusnya kini bergeser ke Professional Solution.

Di sini tersedia professional speaker, audio system, dan professional lighting untuk kebutuhan ruang berskala lebih besar maupun penggunaan komersial.

Area ini memperlihatkan bahwa dunia audio tidak berhenti pada headphone, speaker rumahan, atau perangkat untuk content creator.

Ada kebutuhan yang jauh lebih kompleks di balik sebuah restoran, venue, ruang komersial, ruang meeting, maupun berbagai kebutuhan profesional lainnya. Karena itu, konsultasi menjadi bagian penting.

Perangkat yang bagus belum tentu menjadi solusi yang tepat jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan penggunaannya.

Grand Opening konsep baru DESOUND Showroom Melawai, Jakarta, Jumat (21/8/2026).  (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Grand Opening konsep baru DESOUND Showroom Melawai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Pengalaman Offline Kini Bisa Diakses dari Mana Saja

Di lantai kelima, DESOUND juga memperkenalkan desound.co.id sebagai perpanjangan pengalaman offline store.

Dengan kanal online ini, pelanggan di berbagai wilayah Indonesia dapat mengakses informasi produk, harga, program promosi, dan layanan DESOUND tanpa harus datang langsung ke Melawai.

Untuk pelanggan yang ingin bertanya lebih dulu sebelum membeli, ada pula DELYSA, sales agent melalui WhatsApp yang membantu pelanggan mendapatkan informasi dan berkonsultasi mengenai kebutuhan audio.

Jadi, kalau belum sempat mampir ke Melawai, perjalanan eksplorasi audio tetap bisa dimulai dari mana saja.

Jadi, Apa yang Sebenarnya Dicari di DESOUND?

Mungkin ini bagian yang paling menarik. Datang ke toko audio biasanya dimulai dengan satu pertanyaan: “Mau beli apa?”

Tapi pengalaman di DESOUND justru bisa mengubah pertanyaannya menjadi: “Sebenarnya saya butuh apa?”

Karena setelah mencoba beberapa perangkat, kita mungkin baru sadar bahwa kebutuhan audio sangat personal.

Seorang content creator mungkin membutuhkan mikrofon dengan karakter tertentu. Musisi mungkin lebih peduli pada feel sebuah instrumen.

Sesi tanya jawab konsep baru DESOUND Showroom Melawai di Lantai 5 yang menghadirkan professional speaker, audio system, dan professional lighting untuk kebutuhan komersial maupun ruang berskala lebih besar.  (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Sesi tanya jawab konsep baru DESOUND Showroom Melawai di Lantai 5 yang menghadirkan professional speaker, audio system, dan professional lighting untuk kebutuhan komersial maupun ruang berskala lebih besar. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Pencinta film mungkin mencari sistem home theatre yang mampu membuat suasana film terasa lebih hidup. Sementara pengguna lain mungkin hanya ingin headphone yang nyaman menemani perjalanan pulang setelah seharian beraktivitas.

Itulah mengapa ukuran ruangan, sumber audio, kompatibilitas, penempatan perangkat, dan kebiasaan penggunaan menjadi sama pentingnya dengan spesifikasi produk.

“Perangkat yang baik tetap perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Melalui pembagian area ini, pengunjung dapat memahami peran masing-masing sistem, melihat cara kerjanya, lalu mendiskusikan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata James Eric Pribadi, Direktur PT. Inti Megah Swara.

Saatnya Test Sound di Melawai

Pada akhirnya, hal yang membuat DESOUND Showroom Melawai menarik bukan sekadar jumlah produknya. Justru pengalamanlah yang menjadi daya tarik utamanya.

Lima lantai dengan karakter berbeda membuat pengunjung bisa masuk dari kebutuhan paling sederhana, kemudian perlahan mengeksplorasi dunia audio yang lebih luas.

Mau cari TWS buat commuting? Bisa. Butuh mikrofon buat ngonten? Ada. Lagi cari gitar? Bisa coba. Penasaran dengan high-end audio? Ada ruang listening. Mau merasakan home theatre? Tinggal masuk.

Punya komunitas dan butuh ruang berkumpul? Ada community space. Atau sedang mencari solusi audio dan lighting untuk kebutuhan profesional? Lantai lima menunggunya.

Jadi, kalau akhir pekan ini Urbie's sedang berada di sekitar Blok M dan Melawai, mungkin nggak ada salahnya mampir. Bawa smartphone. Siapkan playlist favorit. Dan yang paling penting, jangan takut mencoba.

Karena di DESOUND, perjalanan menemukan perangkat audio yang pas nggak harus dimulai dari membaca spesifikasi. Bisa dimulai dari satu hal yang jauh lebih sederhana: mendengarkan.