Hi Urbie’s! Kalau selama ini burger ayam dengan saus gurih, keju, atau sambal masih terasa aman di lidah, kolaborasi terbaru KFC dan Oreo di China siap mengacak-acak ekspektasi. Dua brand ini kembali bereksperimen dengan konsep yang terdengar absurd, tetapi justru berpotensi menjadi makanan paling ramai dibicarakan di media sosial.

Setelah Oreo China lebih dulu menghadirkan biskuit terinspirasi dari KFC Original Recipe pada 31 Juli, kini giliran KFC yang membalik konsep tersebut. Bukan sekadar menambahkan Oreo sebagai topping dessert, KFC dikabarkan sedang menyiapkan burger ayam dengan sentuhan Oreo yang memadukan rasa manis, gurih, renyah, dan creamy dalam satu gigitan.

Dari Biskuit Rasa KFC ke Burger Rasa Oreo

Kolaborasi KFC dan Oreo kali ini terasa seperti permainan pingpong kuliner. Pada eksperimen pertama, Oreo membuat cookie dengan isian gurih yang terinspirasi dari signature 11 herbs and spices milik KFC, sehingga rasa khas ayam goreng Kentucky dibawa ke dalam format biskuit.

Kini, konsepnya dibalik. KFC dikabarkan akan menghadirkan burger dengan dark bun ala Oreo, lengkap dengan sebuah Oreo cookie di bagian atas, sebelum diisi dengan fillet paha ayam Original Recipe, lettuce, mashed potato, serta remahan Oreo.

Bayangkan teksturnya: roti berwarna gelap, ayam goreng renyah dengan bumbu khas KFC, kentang lembut, sayuran segar, lalu Oreo yang memberikan elemen manis dan crunchy. Secara teori, kombinasi tersebut terdengar seperti dua dunia yang seharusnya tidak bertemu, tetapi justru di situlah daya tarik eksperimen ini.

Baca juga:

Burger Ayam dengan Oreo, Antara Kreatif dan Bikin Penasaran

Buat Urbie’s yang terbiasa dengan kombinasi makanan manis dan asin, konsep ini mungkin bukan sesuatu yang benar-benar mustahil. Perpaduan sweet and savory sendiri sudah lama menjadi bagian dari tren kuliner modern, mulai dari salted caramel hingga kentang goreng yang dicocol milkshake.

Namun, memasukkan Oreo langsung ke dalam burger ayam tentu berada di level eksperimen yang berbeda. Apalagi elemen Oreo tidak hanya muncul sebagai garnish, tetapi juga hadir melalui dark bun dan Oreo crumbs yang membuat identitas biskuit cokelat tersebut semakin terasa.

KFC sendiri tampaknya memahami bahwa produk seperti ini bukan hanya soal rasa. Di era ketika makanan harus terlihat menarik sebelum dicicipi, menu dengan tampilan tidak biasa bisa menjadi magnet tersendiri untuk konten TikTok, Instagram Reels, hingga berbagai unggahan reaction.

China Memang Jadi Arena Eksperimen Rasa Oreo

Kalau ada yang merasa eksperimen ini terlalu random, Oreo sebenarnya sudah cukup sering bermain di wilayah rasa yang tidak biasa di pasar China. Brand tersebut sebelumnya pernah memperkenalkan varian seperti white peach oolong, wasabi, hingga hot chicken wing, menunjukkan bagaimana Oreo berani keluar dari pakem rasa cokelat dan krim yang selama ini melekat pada produknya.

Eksperimen tersebut juga memperlihatkan karakter pasar China yang menjadi lahan menarik bagi brand global untuk mengembangkan produk limited edition. Rasa-rasa lokal, tren makanan viral, serta keberanian konsumen mencoba sesuatu yang baru membuat kolaborasi ekstrem seperti KFC x Oreo punya ruang untuk mendapatkan perhatian.

Menariknya, kolaborasi ini juga tidak berhenti pada sekadar membuat produk edisi terbatas. KFC dan Oreo seperti sedang menciptakan sebuah percakapan: seberapa jauh dua brand bisa menggabungkan identitas masing-masing tanpa kehilangan karakter aslinya?

Belum Dirilis, Tapi Sudah Bikin Internet Bertanya-Tanya

Burger Oreo ini saat ini masih dalam tahap teaser menjelang peluncurannya di China. Artinya, Urbie’s yang sudah penasaran masih harus menunggu untuk mengetahui apakah kreasi tersebut benar-benar tersedia secara luas atau hanya menjadi eksperimen terbatas.

Justru fase teaser inilah yang membuat produk seperti ini menarik. Sebelum orang tahu rasanya, mereka sudah lebih dulu membicarakan bentuk, bahan, dan pertanyaan klasik: “Ini enak atau cuma gimmick?”

Jika akhirnya resmi dijual, kemungkinan besar Oreo chicken burger akan menjadi salah satu menu yang paling mudah memancing reaksi. Ada yang mungkin langsung ingin mencobanya, sementara sebagian lainnya mungkin hanya sanggup melihat fotonya sambil bertanya-tanya siapa yang pertama kali berpikir bahwa Oreo dan ayam goreng adalah pasangan yang masuk akal.

Ketika Fast Food Tak Lagi Takut Bereksperimen

Kolaborasi KFC dan Oreo ini menunjukkan satu hal penting tentang industri fast food saat ini: inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Terkadang, inovasi justru muncul ketika dua produk yang sudah sangat dikenal dipertemukan dalam bentuk yang tidak pernah terpikir sebelumnya.

Bagi brand, menu seperti ini bisa menjadi cara untuk menciptakan buzz sekaligus mengundang konsumen masuk ke dalam percakapan. Bagi konsumen, tentu saja tantangannya lebih sederhana: berani mencoba atau cukup melihat orang lain mencobanya?

Jadi, Urbie’s, kalau suatu hari burger Oreo ini benar-benar masuk ke Indonesia, kamu bakal antre buat nyobain atau langsung bilang “no thanks” dari fotonya saja?

[Block type not supported: rawTool]