Hi Urbie's! Di tengah rutinitas yang makin padat, quality time bersama keluarga sering kali jadi agenda yang gampang banget tertunda. Orang tua sibuk bekerja, anak punya aktivitas sendiri, sementara urusan rumah seperti nggak ada habisnya.
Padahal, dekat dengan keluarga nggak selalu membutuhkan liburan jauh, agenda mewah, atau waktu berjam-jam. Duduk dan sarapan bersama, ngobrol sebelum tidur, menemani anak bermain, sampai sekadar mendengarkan cerita mereka bisa menjadi momen yang berarti—selama dilakukan dengan perhatian penuh.
Pesan sederhana itulah yang diangkat Lemonilo lewat Family Happy Day 2026 di Menara Saujana, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Ketika Ibu Bahagia, Suasana Rumah Ikut Berubah
Mengusung tema “Semua Ibu Berhak Bahagia” dan “Happy Mom, Happy Family”, Lemonilo mengajak keluarga Indonesia kembali melihat pentingnya kebahagiaan orang tua sebagai bagian dari kehidupan keluarga.
“Sejak 2025, Lemonilo menetapkan 23 September sebagai Family Happy Day untuk mengingatkan bahwa ibu juga berhak mendapatkan kebahagiaan dan pentingnya menikmati waktu bersama keluarga. Karena ketika ibu bahagia, keluarga pun dapat menikmati lebih banyak momen kebersamaan,” ujar Shinta Nurfauzia, Co-CEO Lemonilo.
Lebih lanjut ia mengatakan, quality time tidak ditentukan oleh panjang pendeknya waktu yang tersedia. Aktivitas sederhana sehari-hari pun bisa menjadi momen berkualitas ketika setiap anggota keluarga benar-benar hadir dan saling memberikan perhatian.

“Quality time tidak selalu membutuhkan waktu panjang, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan bersama secara penuh perhatian,” imbuh Shinta.
Nikita Willy: Waktu Bersama Anak Itu Berharga
Pesan tersebut juga dekat dengan pengalaman Nikita Willy yang hadir bersama suaminya, Indra Priawan, dan keluarga dalam Family Happy Day 2026.
Sebagai Brand Ambassador Lemonilo Brownies Crispy, Nikita berbagi cerita mengenai cara keluarganya menjaga kebersamaan di tengah kesibukan pekerjaan melalui sesi talkshow “Happy Family with Nikita Willy”.
Nikita dan Indra sama-sama memiliki aktivitas pekerjaan yang padat. Karena itu, ketika sudah berada di rumah, keduanya berusaha memanfaatkan waktu tersebut untuk lebih dekat dengan anak-anak.
“Waktu sama anak-anak itu very limited. Kalau aku sama Indra kita dua-duanya bekerja, jadi begitu pulang ke rumah kita maunya lebih banyak quality time, nggak banyak marah-marah, lebih fun sama mereka,” jelas Nikita.
Salah satu kebiasaan yang mereka lakukan pun cukup sederhana: sarapan bersama.
Buat keluarga Nikita, sarapan bukan sekadar urusan mengisi energi sebelum memulai aktivitas. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk duduk bersama dan menikmati waktu keluarga tanpa harus menunggu adanya agenda khusus.
“Happy mom, happy family. Saya juga baru mengerti apa arti kalimat itu semenjak jadi ibu. Saya benar-benar baru merasakan kalau ibu happy, anak-anak jadi lebih happy. Suami juga happy. Jadi, kalau ibunya happy, satu rumah jadi happy,” tuturnya.
Quality Time Bukan Soal Durasi
Psikolog Saskhya Aulia Prima turut menyoroti bagaimana orang tua dapat membangun kedekatan dengan anak melalui momen-momen sederhana.
Menurutnya, inti quality time bukan pada berapa lama orang tua bersama anak, melainkan kualitas interaksi yang terjadi selama kebersamaan tersebut.
“Quality time tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Yang penting bagaimana kita hadir dan berinteraksi satu sama lain,” ujar Saskhya.
Dalam keseharian, orang tua—terutama ibu—sering menjalankan banyak peran sekaligus. Mulai dari mengurus rumah, mendampingi anak, bekerja, hingga menjadi tempat anggota keluarga meminta bantuan.
“Kita sudah berlapis-lapis, mungkin ibu-ibu ada yang jadi customer service, kita nungguin semua keluarga kita tanyain apa, terus kayak mungkin kita chef-nya juga dan yang lain sebagainya,” katanya.
Karena itu, menurut Saskhya, menjaga energi dan kebahagiaan orang tua juga tidak kalah penting. Quality time seharusnya bukan berubah menjadi tuntutan baru bagi orang tua untuk selalu membuat anak bahagia.
Orang tua tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat, mengisi energi, dan mengurus dirinya sendiri. Dengan kondisi yang lebih terjaga, orang tua diharapkan dapat hadir bersama anak secara lebih optimal.
Nggak Harus Jalan-Jalan, Ngobrol di Rumah Juga Bisa
Membangun quality time bersama keluarga sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal yang sangat dekat dengan keseharian.
Makan bersama, bermain, ngobrol santai, mendengarkan cerita anak setelah sekolah, atau sekadar duduk bersama tanpa sibuk dengan gawai bisa menjadi kesempatan untuk membangun koneksi.
Tidak perlu menunggu akhir pekan. Tidak harus menunggu liburan. Bahkan rutinitas seperti sarapan bersama bisa menjadi momen yang punya arti.
Saskhya juga mengingatkan bahwa menjadi orang tua bukan berarti harus selalu berada dalam kondisi emosi yang sempurna.
Rasa lelah, kesal, atau kewalahan merupakan bagian dari keseharian. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua mengelola situasi tersebut dan berusaha memperbaiki hubungan dengan anak setelah emosi mereda.
“Sebetulnya yang lebih penting adalah apa yang dilakukan saat dan setelah marah,” imbuhnya.
Menyadari emosi, meminta maaf, dan kembali membangun komunikasi dengan anak menjadi bagian dari proses menciptakan hubungan keluarga yang sehat.
Dengan begitu, quality time bukan tentang menciptakan keluarga yang setiap saat terlihat happy. Lebih dari itu, quality time adalah kesempatan bagi anggota keluarga untuk hadir, saling mendengarkan, berkomunikasi, dan merasa terhubung.
Family Happy Day 2026 Ajak Keluarga Aktif Bareng
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan Lemonilo melalui berbagai aktivitas dalam Family Happy Day 2026.
Sekitar 300 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan Family Fun Walk dari Taman Mini Information Center (TIC) menuju Menara Saujana.
Dari jumlah tersebut, sekitar 200 peserta ikut dalam kegiatan yang membawa semangat happy & healthy movement, sekaligus memperkenalkan kampanye Cheeseverse dari Lemonilo Brownies Crispy.
Anak-anak juga mendapat kesempatan mengikuti aktivitas Brocris Decoration. Mereka dapat menghias Lemonilo Brownies Crispy menggunakan edible flower dan edible gold, sekaligus menuliskan afirmasi positif untuk keluarga.
Keseruan Family Happy Day 2026 kemudian ditutup dengan pertunjukan air mancur menari “Tirta Cerita”di kawasan TMII.
Dari Instagram hingga Family Happy Day
Keseruan acara juga sebelumnya dibuka melalui program giveaway tiket Family Happy Day di akun Instagram @lemonilo.
Program tersebut mendapat lebih dari 100 partisipasi dari warganet yang membagikan cerita mengenai quality time bersama keluarga. Dari partisipasi tersebut, 10 pemenang terpilih untuk mengikuti rangkaian Family Happy Day 2026 bersama Nikita Willy dan keluarganya.
Selain mengajak keluarga menikmati momen bersama, dalam kesempatan yang sama Shinta Nurfauzia juga mengumumkan bahwa Lemonilo telah memperoleh sertifikasi B Corp.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Lemonilo terhadap penerapan standar sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, pesan Family Happy Day 2026 terasa cukup dekat dengan kehidupan keluarga sehari-hari: untuk menciptakan rumah yang lebih hangat, mungkin kita nggak selalu membutuhkan waktu yang lebih banyak.
Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah berhenti sejenak dari kesibukan, meletakkan gadget, duduk bersama, lalu benar-benar hadir untuk orang-orang di rumah.







