Hi Urbie’s! Perkembangan platform digital membuat aktivitas membuat konten kini bukan lagi sekadar hobi. Kreativitas di media sosial semakin berkembang menjadi peluang ekonomi, personal branding, hingga profesi yang membutuhkan kompetensi dan pengakuan profesional.

Melihat perkembangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di subsektor konten digital. Salah satunya melalui program flagship Aktivasi Creative Hub dengan menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Skema Konten Kreator di Jakarta Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 ini digelar di Aula Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Jakarta Utara. Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian pelatihan sekaligus sertifikasi kompetensi sebagai upaya meningkatkan kemampuan mereka dalam memproduksi konten secara lebih profesional.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf Kemenekraf, R. Adi Mukhtar Rivai, mengatakan perkembangan platform digital telah memberikan ruang yang semakin luas bagi masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi melalui konten.

“Perkembangan platform digital telah membuka ruang sangat besar bagi masyarakat dalam menciptakan roda ekonomi dari sebuah konten. Saya harap para peserta di sini mengikuti pelatihan berbasis kompetensi ini dengan sungguh-sungguh,” ujar R. Adi Mukhtar Rivai saat memberikan sambutan pada Rabu (7/10/2026).

Belajar Produksi Konten dari Awal hingga Akhir

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai tahapan produksi konten. Narasumber memberikan materi mulai dari penggunaan aplikasi media sosial, riset kreatif multimedia, hingga penyusunan creative brief.

Urbanvibes article banner

Materi tersebut kemudian dipraktikkan melalui kerja kelompok. Peserta juga mendapatkan kesempatan mempresentasikan hasil pekerjaan dan berdiskusi untuk memperoleh masukan dari instruktur maupun peserta lainnya.

Memasuki hari kedua, Kamis (8/10/2026), peserta melanjutkan pembelajaran melalui sejumlah unit kompetensi, sesi praktik, hingga tugas mandiri. Rangkaian tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan peserta sekaligus membantu mereka memahami proses pembuatan konten secara lebih terstruktur.

Salah satu peserta, Haryogi, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai proses produksi konten, tetapi juga membuka wawasan mengenai bagaimana platform digital dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan diri.

“Di sini jelas saya mendapatkan banyak pengetahuan. Terutama insight mengenai pemberdayaan diri, yang bisa kita mulai dari pembelajaran kita membuat konten dari mulai awal, pertengahan hingga akhir,” kata Haryogi.

Baca juga:

Ilmu Konten Bisa Ditularkan ke Komunitas

Bagi Haryogi, manfaat pelatihan tersebut juga tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia melihat pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan kepada komunitasnya, termasuk masyarakat berusia 50 tahun ke atas yang mulai aktif memanfaatkan media sosial.

“Saya pikir ini hal yang menarik ya. Karena ini bisa saya tularkan ke komunitas saya yang usianya 50 lebih. Semoga dengan ini teman-teman bisa lebih membangun personal branding lewat konten-konten di platform yang biasa dipakai,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan membuat konten di era digital dapat menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk membangun personal branding sekaligus membuka peluang baru melalui platform yang sudah mereka gunakan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan asesmen kompetensi pada Sabtu (10/10/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mengukur kemampuan peserta berdasarkan unit kompetensi yang telah dipelajari selama pelatihan.

Melalui pelatihan dan sertifikasi konten kreator tersebut, Kementerian Ekraf berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif, khususnya ketika peran platform digital semakin besar dalam menciptakan peluang usaha.

Sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta juga diharapkan dapat menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan profesional seorang konten kreator. Dengan demikian, keahlian yang sebelumnya mungkin berawal dari hobi dapat berkembang menjadi kompetensi yang memiliki nilai profesional dan mampu meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global.