Urbie’s, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, bakal mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan revitalisasi total kawasan tersebut rampung pada 2029, dengan konsep baru yang mengedepankan integrasi transportasi, ruang publik, hingga kawasan komersial.
Target tersebut disampaikan Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, saat peresmian konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimatedi Blok M Hub, Jakarta.
Tuhiyat mengatakan prosesrevitalisasi Blok Makan dilakukan secara bertahap. Terminal, kawasan ritel, dan podium ditargetkan dapat selesai dan mulai beroperasi pada 2029. Sementara itu, pengembangan kawasan mixed-use yang menggabungkan berbagai fungsi urban akan dilanjutkan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 2030.
“Revitalisasi kami lakukan secara bertahap. Terminal dan kawasan ritel serta podium, kami targetkan akan selesai dan beroperasi di tahun 2029.”
Transformasi Blok M Jakarta nantinya mencakup lima perubahan utama. Salah satunya adalah revitalisasi terminal menjadi terminal yang lebih modern dan terintegrasi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuat perpindahan masyarakat dari satu moda transportasi ke moda lainnya menjadi lebih mudah.
Pengembangan juga diarahkan pada kawasan mixed-use Blok M-ASEAN. Kawasan ini dirancang menjadi ruang urban yang lebih mudah diakses, inklusif, dan dinamis dengan menggabungkan berbagai fungsi dalam satu area.
Selain transportasi, peningkatan aksesibilitas menjadi bagian penting dalam rencana tersebut. Integrasi antarmoda dan antar-fungsi akan diperkuat, termasuk dengan menghadirkan jalur yang semakin ramah bagi pejalan kaki.

Baca Juga:
- DESOUND Showroom Melawai: 5 Lantai Audio, Musik & Lifestyle yang Wajib Urbie's Coba
- Tarif TransJabodetabek Tak Lagi Rp3.500? Ini Rincian dan Alasannya
Blok M Akan Punya Destinasi Komersial Baru
Perubahan berikutnya menyasar fungsi komersial. Kawasan Blok M akan dikembangkan sebagai destinasi baru yang menghadirkan pilihan ritel, makanan dan minuman, gaya hidup, serta ruang publik dalam satu kawasan.
Dengan konsep tersebut, Blok M tidak hanya ditujukan sebagai tempat transit bagi pengguna transportasi umum, tetapi juga sebagai kawasan yang dapat menjadi tujuan untuk berkumpul, beraktivitas, dan menikmati berbagai pilihan hiburan maupun kuliner.
Ruang terbuka publik juga menjadi bagian dari transformasi. Area hijau yang lebih aktif, nyaman, dan ramah masyarakat akan dikembangkan untuk mendukung interaksi sosial serta berbagai kegiatan publik.
Rencana revitalisasi ini juga mempertimbangkan usia bangunan Blok M yang saat ini telah mencapai 34 tahun. MRT Jakarta menyatakan aspek keselamatan dan keamanan struktur bangunan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam proses transformasi kawasan.
Di sisi lain, Blok M Hub saat ini masih menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup ramai. Tercatat terdapat334 tenan aktifdengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari25.000 orang setiap hari.
Melalui revitalisasi tersebut, kawasan Blok M Jakarta diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan transit modern yang tidak hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga menghadirkan ruang komersial, ruang terbuka, dan aktivitas urban dalam satu kawasan yang lebih terintegrasi.



