Hi Urbie’s!Kalau plank selama satu menit saja sudah membuat perut, bahu, dan lengan terasa terbakar, bagaimana kalau harus bertahan selama lima jam? Pertanyaan itu mungkin terdengar seperti lelucon sampai DonnaJean Wilde membuktikannya. Perempuan berusia 61 tahun asal Alberta, Kanada, ini dilaporkan berhasil meningkatkan catatan waktunya menjadilima jam dalam abdominal plank, sekaligus mencatatkan rekor dunia untuk durasi plank perempuan.

Yang membuat kisah ini semakin menarik, Wilde bukan atlet profesional yang sejak kecil hidup di pusat kebugaran. Ia adalah seorang mantan guru dan wakil kepala sekolah, ibu dari lima anak, sekaligus nenek dari12 cucu. Jadi, bagaimana seorang nenek berusia 61 tahun bisa bertahan dalam posisi plank selama lima jam?

Semua Berawal dari Cedera Pergelangan Tangan

Perjalanan Wilde menuju dunia rekor justru dimulai dari sesuatu yang tidak direncanakan. Cedera pada pergelangan tangan membuatnya tidak bisa berlari atau mengangkat beban seperti sebelumnya.

Dalam kondisi tersebut, plank menjadi salah satu latihan yang masih bisa ia lakukan. Apa yang awalnya hanya menjadi alternatif olahraga karena keterbatasan fisik perlahan berubah menjadi tantangan yang jauh lebih serius.

Dalam wawancaranya dengan Impact Magazine, Wilde menceritakan bahwa cedera tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia bahkan mengatakan bahwa saat itu dirinya tidak bisa berlari dan kesulitan berjalan dengan nyaman, tetapi masih mampu melakukan plank.

Dari situlah hubungan Wilde dengan plank dimulai.

Urbanvibes article banner

Keluarganya kemudian ikut penasaran dengan kemampuan tersebut dan mulai menguji seberapa lama ia dapat bertahan dalam posisi plank. Tantangan kecil di lingkungan keluarga itu perlahan berubah menjadi latihan ketahanan yang serius.

Saat pandemi COVID-19, Wilde bahkan berhasil mencapai durasidua jam. Pencapaian tersebut membuatnya sadar bahwa kemampuan tubuhnya masih bisa didorong lebih jauh.

4 Jam 30 Menit 11 Detik, Rekor Pertamanya

Wilde mulai mempersiapkan diri secara lebih terstruktur untuk percobaan rekor pada 2023. Latihannya tidak hanya mengandalkan plank, tetapi juga mencakup lari, angkat beban, push-up, dan berbagai latihan untuk membangun kekuatan serta daya tahan tubuh.

Pada21 Maret 2024, Wilde kembali ke Magrath High School di Alberta, Kanada, tempat ia pernah bekerja. Di lokasi tersebut, ia melakukan plank selama4 jam, 30 menit, dan 11 detik.

Hasilnya bukan sekadar pencapaian pribadi. Guinness World Records mengakui aksinya sebagai waktu terlama dalam posisi abdominal plank oleh seorang perempuan.

Wilde berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang sesama warga Kanada, Dana Glowacka, dengan selisih lebih dari 10 menit.

Namun, setelah berhasil melewati empat setengah jam, Wilde sendiri masih merasa sulit mempercayai apa yang baru saja dilakukannya.

“I actually still can't believe it. It feels like a dream,” ujar Wilde kepada Guinness.

Dan ternyata, mimpi tersebut belum selesai.

Lima Jam Plank di Usia 61 Tahun

Jika empat jam 30 menit sudah terdengar ekstrem, Wilde ternyata belum ingin berhenti. Dua tahun setelah rekor tersebut, World Senior Games melaporkan bahwa perempuan berusia 61 tahun itu kembali mendorong batasnya hinggalima jam.

Artinya, Wilde berhasil menambah sekitar 30 menit dari rekor yang sebelumnya ia buat sendiri. Dalam dunia olahraga ketahanan, tambahan waktu tersebut bukan sekadar angka karena setiap menit tambahan berarti tubuh harus terus mempertahankan posisi dan menghadapi rasa lelah yang semakin berat.

Plank memang terlihat sederhana karena tidak membutuhkan gerakan yang kompleks. Namun ketika dilakukan selama berjam-jam, latihan statis tersebut berubah menjadi ujian besar bagi otot inti, bahu, lengan, punggung, kaki, konsentrasi, dan mental.

Lima jam juga berarti tubuh tidak bisa sekadar mengandalkan kekuatan. Kemampuan menjaga fokus dan tetap konsisten menjadi bagian penting dari tantangan tersebut.

Ternyata Plank Bukan Satu-Satunya Kekuatan Wilde

Urbie’s mungkin mengira rahasia Wilde hanya terletak pada plank. Faktanya, rutinitas perempuan ini jauh lebih beragam.

Wilde melatih tubuhnya melalui kombinasi plank, push-up, angkat beban, lari, hinggadead hang. Latihan tersebut membantu membangun kekuatan tubuh bagian atas sekaligus daya tahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi dalam waktu sangat panjang.

Dalam salah satu unggahan Instagram mengenai latihan upper body, Wilde bahkan menunjukkan bahwa dirinya mampu melakukan push-up dalam jumlah sangat besar. Ia juga menyebut dead hang sebagai salah satu latihan yang membantu meningkatkan kekuatan genggamannya.

Baca juga:

Hal ini menjadi semakin menarik karena Wilde sebelumnya juga diketahui menghadapi rasa sakit kronis serta mati rasa pada tangan dan lengannya. Namun kondisi tersebut tidak menghentikannya untuk terus mengembangkan kemampuan fisiknya.

Bahkan dalam persiapan menuju rekor plank 2024, Guinness melaporkan bahwa Wilde terkadang berlatih plank hinggaenam jam dalam sehari.

Bukan Cuma Rekor Plank, Ada 1.575 Push-Up

Plank lima jam bukan satu-satunya pencapaian ekstrem Wilde. Pada 2024, ia juga mencatatkan1.575 push-up dalam waktu 60 menit.

Saat itu, Wilde berhasil memecahkan rekor yang berada di angka 1.207 push-up. Rekor tersebut kemudian kembali dilampaui oleh atlet lain, tetapi pencapaian Wilde menunjukkan bahwa kekuatannya tidak hanya berada pada otot inti.

Ada kombinasi kekuatan, endurance, dan konsistensi yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.

Namun penting untuk dicatat, rutinitas Wilde bukanlah standar latihan yang harus langsung ditiru oleh orang biasa. Ia telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun untuk aktivitas endurance ekstrem, sehingga program latihannya memiliki konteks yang sangat berbeda dari latihan kebugaran sehari-hari.

Buat Urbie’s yang ingin mulai olahraga, tidak perlu langsung mengejar lima jam plank. Bahkan meningkatkan durasi plank dari 20 detik menjadi satu menit dengan teknik yang benar sudah bisa menjadi sebuah progress.

Dari Cedera, Menjadi Inspirasi di Usia 61

Yang membuat cerita DonnaJean Wilde menarik bukan semata-mata angka lima jam. Perjalanannya menunjukkan bagaimana sesuatu yang awalnya muncul karena keterbatasan justru bisa membuka jalan menuju pencapaian yang tidak pernah direncanakan.

Ia mulai plank karena tidak bisa berlari dan mengangkat beban akibat cedera. Bertahun-tahun kemudian, latihan tersebut membawanya ke Guinness World Records dan akhirnya membuatnya kembali mencetak catatan lima jam.

Ketika ditanya Guinness mengenai pencapaiannya, Wilde memberikan pesan yang jauh lebih sederhana dibandingkan pencapaiannya:“Keep trying and keep practicing.”

Terus mencoba dan terus berlatih.

Mungkin kalimat itu terdengar terlalu sederhana untuk seseorang yang sanggup plank selama lima jam. Tetapi justru di situlah cerita Wilde terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia tidak memulai perjalanan sebagai pemegang rekor dunia. Ia memulainya dari kondisi ketika tubuhnya memiliki keterbatasan, menemukan cara untuk tetap bergerak, lalu terus mengembangkan kemampuan tersebut sedikit demi sedikit.

Pada usia 61 tahun, Wilde akhirnya menunjukkan bahwa bertambahnya usia tidak otomatis berarti berhenti menantang diri sendiri.

Dan mungkin, Urbie’s, pelajaran paling menarik dari rekor lima jam ini bukan tentang berapa lama kita mampu melakukan plank. Melainkan tentang keberanian untuk terus mencoba ketika tubuh, keadaan, atau usia mengatakan bahwa kita seharusnya berhenti.