Hi Urbie’s!, bayangkan sebuah lelucon tentang meme internet berujung pada pemutusan kerja sama sponsor, ancaman boikot, hingga penghentian siaran pertandingan sepak bola. Itulah situasi yang kini menyeret nama Kylian Mbappe ke dalam kontroversi di China.
Namun, cerita yang beredar di media sosial menjadi semakin dramatis ketika muncul klaim bahwa pasar saham China ambruk dan kehilangan nilai hingga US$1,3 triliun akibat komentar pemain Real Madrid tersebut.
Apakah benar ucapan Mbappe membuat pasar saham China kehilangan triliunan dolar?
Berdasarkan laporan media yang terbit pada 27 Oktober 2026, memang ada dua peristiwa yang terjadi berdekatan: tekanan besar di pasar saham China dan kontroversi Mbappe yang memicu reaksi komersial di negara tersebut. Namun, belum ada bukti kredibel bahwa kontroversi Mbappe menyebabkan kejatuhan pasar saham China, apalagi menghapus US$1,3 triliun dalam satu hari.
Dari Meme Mbappe hingga Kontroversi di China
Polemik ini bermula dari pembicaraan Mbappe dalam program The Bridge, sebuah acara yang dipandu rekan setimnya di Real Madrid, Aurélien Tchouaméni.
Dalam potongan video yang beredar, Mbappe membahas meme internet yang menampilkan wajahnya pada sosok yang menyerupai Mao Zedong, mantan pemimpin China. Ia dilaporkan menyebut sosok dalam meme tersebut sebagai diktator China.

Meme itu berkaitan dengan julukan internet “Dictator Mbappe”, yang muncul sebagai lelucon mengenai besarnya pengaruh sang pemain dalam dunia sepak bola.
Masalahnya, Mao Zedong merupakan figur sejarah yang sangat sensitif di China. Karena itu, candaan yang dianggap meremehkan atau tidak menghormati sosok tersebut memicu kemarahan sebagian masyarakat dan pengguna media sosial China.
Perlu dicatat, potongan video yang memicu kontroversi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh sejumlah media. Video lengkapnya juga dilaporkan sudah tidak tersedia di kanal YouTube The Bridge ketika kontroversi mencuat.

Mbappe Minta Maaf, Sponsor China Mulai Menjauh
Dampak kontroversi ini tidak berhenti di media sosial. Sejumlah perusahaan China mengambil langkah untuk mengakhiri kerja sama dengan pemain tim nasional Prancis tersebut.
Reuters melaporkan pada 27 Oktober 2026 bahwa perusahaan susu Mengniu, Shanghai Milkground Food Tech, dan produsen minuman Eastroc Beverage mengakhiri kemitraan mereka dengan Mbappe.
Platform sepak bola China, Dongqiudi, juga mengkritik komentar yang dikaitkan dengan Mbappe dan menyebutnya tidak pantas serta menyakiti perasaan masyarakat China. Sementara itu, laporan media menyebutkan bahwa siaran pertandingan La Liga di China ditangguhkan oleh penyiar negara CCTV.
Menghadapi reaksi tersebut, Mbappe menyampaikan permintaan maaf. Ia mengakui komentarnya kurang bijaksana dan memahami bahwa perkataannya telah menyakiti sebagian masyarakat China serta komunitas China di berbagai negara.
La Liga juga menyampaikan penyesalan atas ketersinggungan yang muncul di kalangan penggemar China. Situasi ini memperlihatkan bagaimana komentar seorang atlet global dapat memengaruhi hubungan dengan sponsor dan pasar internasional.
Benarkah Pasar Saham China Kehilangan US$1,3 Triliun?
Di sinilah klaim viral tersebut perlu diperiksa lebih cermat.
Laporan Bloomberg pada 22 Oktober 2026 menyebutkan bahwa saham China telah kehilangan sekitar US$2,4 triliun sejak mencapai puncak pada Mei 2026. Penurunan tersebut berkaitan dengan pelemahan konsumsi, keraguan terhadap profitabilitas perusahaan kecerdasan buatan (AI), serta tekanan berkepanjangan di pasar saham.
Sementara itu, laporan pasar pada 27 Oktober menyebut indeks CSI 300 turun sekitar 1,33 persen. Ada unggahan yang mengklaim pasar saham China kehilangan sekitar 1,4 triliun yuan dalam satu hari, setara kurang lebih US$210 miliar, tetapi angka kerugian harian tersebut tidak boleh disamakan dengan kehilangan US$1,3 triliun.
Baca juga:
- Ryoiki Tenkai di Piala Dunia? FIFA Bikin Fans Anime Heboh dengan “Triple Domain Expansion” Messi, Mbappé, dan Haaland
- Kylian Mbappé Raja Gol Liga Champions 2025/2026, PSG Juara Dramatis Lewat Adu Penalti!
Perbedaan mata uang juga penting. Yuan China dan dolar Amerika Serikat bukan satuan yang dapat dipertukarkan begitu saja. Angka dalam yuan yang mencapai lebih dari satu triliun bisa bernilai jauh lebih kecil ketika dikonversi ke dolar.
Dengan demikian, klaim bahwa US$1,3 triliun lenyap dari pasar saham China gara-gara kontroversi Mbappe tidak didukung oleh bukti yang tersedia. Pasar saham memang sedang menghadapi tekanan, tetapi laporan yang ada mengaitkannya dengan faktor ekonomi dan valuasi saham, bukan insiden meme sang pesepak bola.
Real Madrid Ikut Menghadapi Risiko Komersial
Meski hubungan langsung dengan pasar saham tidak terbukti, kontroversi Mbappe tetap berpotensi menimbulkan persoalan bisnis bagi Real Madrid.
China merupakan salah satu pasar penting bagi klub-klub sepak bola besar, baik untuk sponsor, penjualan merchandise, maupun jangkauan penggemar. Ketika seorang pemain bintang menghadapi penolakan dari sponsor dan sebagian konsumen, dampaknya dapat merembet ke strategi pemasaran klub.

Namun, klaim yang beredar mengenai kontribusi penjualan merchandise China sebesar 10–15 persen dari total penjualan internasional Real Madrid belum terkonfirmasi melalui sumber keuangan klub yang dapat diverifikasi dalam laporan yang ditelusuri.
Karena itu, besarnya kerugian yang mungkin dialami Real Madrid belum dapat dipastikan. Dampaknya akan bergantung pada durasi pembatasan siaran, respons sponsor, dan bagaimana klub serta pemain menangani kontroversi tersebut.
Ketika Berita Viral Perlu Dipisahkan dari Fakta
Urbie’s!, kasus ini menjadi pengingat bahwa dua peristiwa yang terjadi berdekatan belum tentu memiliki hubungan sebab-akibat.
Kontroversi Mbappe memang memicu reaksi komersial di China. Di sisi lain, pasar saham negara tersebut juga mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, menggabungkan keduanya menjadi narasi bahwa satu lelucon menyebabkan kerugian pasar saham triliunan dolar merupakan kesimpulan yang tidak didukung bukti.
Di era media sosial, angka besar dan nama pesohor dunia memang mudah menarik perhatian. Karena itu, penting untuk memeriksa sumber, membedakan yuan dengan dolar, serta memastikan apakah angka yang dibagikan merujuk pada kerugian satu hari atau akumulasi penurunan selama berbulan-bulan.
Pada akhirnya, kontroversi Mbappe adalah persoalan reputasi, sensitivitas budaya, dan hubungan komersial. Sementara tekanan di pasar saham China memiliki rangkaian faktor ekonomi tersendiri. Memisahkan kedua isu ini membantu kita memahami apa yang benar-benar terjadi tanpa ikut terseret klaim viral yang menyesatkan.




