Hi Urbie’s! Pemerintah resmi meluncurkan logo “Imlek Nasional 2026: Harmoni Imlek Nusantara” sebagai identitas visual perayaan Tahun Baru Imlek yang merepresentasikan wajah Indonesia yang inklusif, mengayomi, dan menjunjung tinggi semangat kebangsaan. Logo ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda perayaan, tetapi juga menjadi narasi visual tentang perjalanan bangsa dalam merawat keberagaman.
Dirancang dengan pendekatan visual yang hangat, humanis, dan bermartabat, logo Imlek Nasional 2026 mencerminkan optimisme sekaligus refleksi kolektif Indonesia sebagai negara multikultural. Dalam konteks tersebut, Imlek tidak lagi dimaknai semata sebagai perayaan budaya Tionghoa, melainkan bagian dari mozaik kebangsaan yang hidup dan berkembang di Nusantara.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menjelaskan bahwa logo ini melambangkan identitas Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Elemen Merah Putih, api Kuda Api, serta ragam simbol budaya Nusantara dirangkai untuk menyampaikan pesan persatuan, keberanian, dan harmoni.
“Logo ini adalah refleksi Indonesia—beragam namun satu, berakar pada tradisi, dan terus bergerak maju,” ujar Irene.
Filosofi Kuda Api: Energi, Keberanian, dan Transformasi
Tahun 2026 dalam penanggalan Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api, simbol energi, kecepatan, keberanian, dan transformasi. Filosofi ini diterjemahkan secara mendalam dalam desain logo Imlek Nasional 2026.
Rambut kuda berwarna Merah Putih digambarkan sebagai mahkota, melambangkan jati diri bangsa dan kebanggaan nasional. Elemen ini menegaskan bahwa Imlek di Indonesia tidak terpisah dari identitas kebangsaan, melainkan tumbuh dan berkembang dalam konteks nasional.
Sementara itu, mata api pada sosok kuda menjadi simbol semangat perubahan dan energi positif. Api dimaknai sebagai kekuatan yang mendorong bangsa untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan beradaptasi dengan dinamika zaman, tanpa kehilangan arah dan nilai.
Batik, Banji, dan Harmoni Dua Dunia
Nilai kebudayaan Nusantara hadir kuat melalui motif batik pada kaki kuda, yang melambangkan langkah ke depan dengan tetap berpijak pada nilai budaya dan kemanusiaan. Batik sebagai warisan budaya dunia menjadi simbol kesinambungan—bahwa kemajuan tidak harus memutus hubungan dengan akar tradisi.
Elemen buntut kuda yang terbelah dua memiliki makna filosofis mendalam. Ia merepresentasikan harmoni antara dua dunia yang kerap dianggap bertentangan: tradisi dan modernitas, lokal dan global, masa lalu dan masa depan. Pesan ini sejalan dengan realitas Indonesia sebagai bangsa yang terus bertransformasi di tengah arus globalisasi.
Tak kalah penting, motif banji dalam logo melambangkan kebahagiaan, kesinambungan hidup, serta keseimbangan antara aspek spiritual dan material. Filosofi ini mengajak masyarakat memaknai Imlek sebagai momentum refleksi, bukan hanya perayaan lahiriah, tetapi juga keseimbangan batin.
Baca Juga:
- Wabah Virus Nipah di India Jadi Sorotan Global, Apa Itu NiV dan Mengapa Berbahaya?
- Langka dan Bernilai Tinggi, Durian Merah Banyuwangi Jadi Durian Pertama di Indonesia yang Dilindungi
- Super Flu Mengintai: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Harmoni Imlek Nusantara dalam Wujud Festival Publik
Tema besar “Harmoni Imlek Nusantara” tidak berhenti pada simbol visual. Nilai-nilai tersebut akan diwujudkan melalui rangkaian Imlek Festival 2026, sebuah perayaan publik yang inklusif dan merangkul berbagai lapisan masyarakat.
Festival ini akan menggabungkan seni pertunjukan, tradisi budaya, kuliner khas, kreativitas modern, hingga kewirausahaan. Konsepnya dirancang sebagai ruang perjumpaan lintas budaya, di mana masyarakat dapat merayakan keberagaman dalam suasana kebersamaan.
Wakil Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Veronica Tan, menegaskan bahwa festival ini menjadi ruang kolaborasi dan ekspresi bersama. “Imlek Nasional adalah milik semua, menjadi ruang di mana keberagaman dirayakan sebagai kekuatan,” ujarnya.

Simbol Persatuan dan Komitmen Kebangsaan
Ketua Dewan Penasihat Imlek Nasional 2026, Mari Elka Pangestu, menekankan bahwa perayaan ini mencerminkan wajah Indonesia yang toleran dan terbuka. Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari menegaskan bahwa Imlek Nasional adalah simbol komitmen kebangsaan dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Perayaan Imlek Nasional 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya dan keyakinan bukanlah sumber perpecahan, melainkan fondasi kuat bagi persatuan nasional.
Bahasa Visual untuk Generasi Masa Kini
Di era media digital dan budaya visual, logo “Harmoni Imlek Nusantara” dirancang agar mudah dikenali, komunikatif, dan relevan bagi generasi muda. Ia tidak hanya menjadi identitas acara, tetapi juga medium edukasi budaya dan kebangsaan yang dapat disebarluaskan secara luas.
Lebih dari sekadar desain grafis, logo ini adalah cerita tentang Indonesia—tentang harmoni, keberanian, dan optimisme menghadapi masa depan.
Momentum Kebersamaan Bangsa
Dengan peluncuran logo ini, Imlek Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum kebersamaan yang menghangatkan, menenangkan, dan mempersatukan seluruh elemen bangsa.
Bagi Urbie’s, “Harmoni Imlek Nusantara” adalah pengingat bahwa Indonesia tumbuh dari keberagaman. Dalam harmoni itulah, bangsa ini melangkah maju—bersama, setara, dan saling menguatkan.


















































