
Hi Urbie’s! Dunia musik rock klasik dan anime Jepang kembali bertemu dalam sebuah kolaborasi tak terduga. Band legendaris asal Amerika Serikat, Guns N’ Roses, resmi diumumkan membawakan lagu ikonik mereka, “Sweet Child O’ Mine” (1988), sebagai lagu penutup untuk film anime terbaru “Mobile Suit Gundam: Hathaway: The Sorcery of Nymph Circe”.
Pengumuman ini disampaikan melalui situs resmi Gundam Hathaway pada Jumat, 30 Januari, bertepatan dengan penayangan perdana film tersebut di seluruh jaringan bioskop Jepang. Kabar ini langsung menyita perhatian penggemar anime dan penikmat musik lintas generasi, mengingat “Sweet Child O’ Mine” merupakan salah satu lagu rock paling berpengaruh sepanjang masa.
Ketika Rock Klasik Bertemu Semesta Gundam
Pilihan “Sweet Child O’ Mine” sebagai lagu penutup bukan keputusan sembarangan. Lagu yang dirilis pada 1988 ini dikenal dengan melodi gitar pembuka yang ikonik, lirik emosional, dan nuansa nostalgia yang kuat. Dalam konteks film Gundam Hathaway, lagu ini memberikan lapisan emosi tambahan pada cerita yang sarat konflik batin, dilema moral, dan ketegangan politik.
Mobile Suit Gundam: Hathaway sendiri merupakan bagian dari semesta besar Gundam yang dikenal dengan tema perang, kemanusiaan, dan konsekuensi dari kekuasaan. Film “The Sorcery of Nymph Circe” melanjutkan kisah Hathaway Noa, karakter yang terjebak di antara idealisme dan realitas keras dunia yang terus bergejolak.
Kehadiran lagu Guns N’ Roses di bagian akhir film menciptakan kontras menarik: dentuman rock Barat berpadu dengan narasi anime Jepang yang filosofis dan emosional.
“Sweet Child O’ Mine”, Lagu Lintas Generasi
Bagi banyak orang, “Sweet Child O’ Mine” bukan sekadar lagu. Lagu ini adalah simbol era keemasan rock akhir 80-an, sekaligus pintu masuk banyak pendengar ke dunia Guns N’ Roses. Dengan jutaan kopi terjual dan miliaran streaming hingga hari ini, lagu tersebut tetap relevan meski telah berusia lebih dari tiga dekade.
Menghadirkan lagu ini dalam film anime Gundam juga membuka ruang dialog antar generasi. Penonton lama akan merasakan nostalgia, sementara penonton muda—terutama penggemar anime—berpotensi menemukan ulang lagu klasik yang mungkin sebelumnya hanya mereka dengar sepintas.
Dalam dunia pop culture modern, kolaborasi lintas medium seperti ini semakin sering terjadi, namun tetap jarang yang terasa seikonik dan berani.
Strategi Global Gundam yang Semakin Terbuka
Keputusan menggunakan lagu dari band rock legendaris Barat juga mencerminkan strategi Gundam yang semakin global. Gundam bukan lagi sekadar waralaba anime Jepang, tetapi telah berkembang menjadi fenomena budaya internasional dengan basis penggemar lintas negara.
Dengan menggandeng Guns N’ Roses, Gundam Hathaway memperluas jangkauan emosional dan pasar penontonnya. Ini menjadi bukti bahwa anime modern tak ragu merangkul referensi global demi memperkuat dampak ceritanya.
Langkah ini juga sejalan dengan tren industri anime yang semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional, baik dari sisi musik, visual, hingga distribusi global.
Baca Juga:
- Wabah Virus Nipah di India Jadi Sorotan Global, Apa Itu NiV dan Mengapa Berbahaya?
- Langka dan Bernilai Tinggi, Durian Merah Banyuwangi Jadi Durian Pertama di Indonesia yang Dilindungi
- Super Flu Mengintai: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Respons Fans: Antara Terkejut dan Antusias
Tak butuh waktu lama bagi kabar ini untuk ramai dibicarakan di media sosial. Banyak penggemar mengaku terkejut sekaligus antusias dengan pilihan lagu penutup tersebut. Beberapa menyebutnya sebagai “kombinasi tak terpikirkan tapi terasa pas”, sementara yang lain memuji keberanian tim produksi Gundam Hathaway dalam keluar dari pakem musik anime pada umumnya.
Bagi penggemar Guns N’ Roses, kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa karya mereka masih memiliki daya hidup panjang dan mampu menembus medium budaya yang berbeda.
Penayangan Serentak di Bioskop Jepang
Pengumuman penggunaan “Sweet Child O’ Mine” dilakukan bertepatan dengan penayangan film Mobile Suit Gundam: Hathaway: The Sorcery of Nymph Circe di seluruh bioskop Jepang. Momentum ini memperkuat efek kejutan sekaligus menciptakan pengalaman menonton yang lebih berkesan bagi penonton di hari pertama.
Lagu penutup sering kali menjadi elemen krusial dalam film anime, karena menjadi titik refleksi setelah cerita mencapai klimaks. Dengan iringan “Sweet Child O’ Mine”, penonton diajak menutup perjalanan emosional Hathaway dengan nuansa melankolis dan nostalgia.
Rock, Anime, dan Masa Depan Kolaborasi Pop Culture
Bagi Urbie’s, kolaborasi Guns N’ Roses dan Gundam Hathaway ini menunjukkan bahwa batas antara genre, generasi, dan budaya semakin cair. Musik rock klasik bisa hidup kembali dalam medium anime, sementara anime Jepang terus menemukan cara baru untuk berbicara pada audiens global.
Kolaborasi ini bukan hanya soal lagu penutup, tetapi tentang bagaimana pop culture terus berevolusi—menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu pengalaman sinematik.
Dan satu hal pasti: ketika melodi “Sweet Child O’ Mine” mengalun di akhir film Gundam Hathaway, sejarah rock dan anime resmi bertemu dalam satu layar.

















































