Iklan
Home News Fenomena “Krisis Ojol” Saat Ramadan, Kenapa Jadi Sulit Dapat Driver Menjelang Buka...

Fenomena “Krisis Ojol” Saat Ramadan, Kenapa Jadi Sulit Dapat Driver Menjelang Buka Puasa?

0
172
ilustrasi krisis ojol di jakarta menjelang waktu berbuka puasa - sumber foto Istimewa
ilustrasi krisis ojol di jakarta menjelang waktu berbuka puasa - sumber foto Istimewa
Iklan

Hi Urbie’s! Belakangan ini media sosial diramaikan dengan satu keluhan yang cukup relatable bagi banyak pekerja di kota besar: susahnya mendapatkan ojek online menjelang waktu berbuka puasa.

Fenomena ini bahkan sampai disebut sebagai “krisis ojol” oleh sebagian warganet. Banyak pengguna layanan transportasi online mengaku kesulitan menemukan driver ketika memesan kendaraan atau makanan pada sore hari di bulan Ramadan.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang akhirnya menunda waktu berbuka puasa karena makanan yang mereka pesan belum juga tiba atau karena transportasi yang dibutuhkan tidak kunjung didapat.

Namun ternyata, Urbie’s, fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan. Di balik keluhan pengguna aplikasi, ada berbagai faktor yang juga dialami oleh para driver ojek online.

Permintaan Ojol Meningkat Tajam Saat Ramadan

Salah satu penyebab utama fenomena ini adalah lonjakan permintaan yang sangat tinggi menjelang waktu berbuka.

Data mobilitas masyarakat Jakarta dari Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan bahwa permintaan layanan ojek online di Jakarta meningkat sekitar 30 hingga 50 persen pada jam 16.00 hingga 18.00 WIB selama bulan Ramadan.

Waktu tersebut memang menjadi momen paling sibuk.

Banyak pekerja kantor mulai pulang dari tempat kerja, sementara di saat yang sama masyarakat juga memesan makanan untuk berbuka puasa.

Permintaan transportasi dan pengantaran makanan pun melonjak secara bersamaan.

Wilayah perkantoran seperti Sudirman, Thamrin, dan Kuningan bahkan disebut sebagai titik merah atau red zone, karena ribuan pesanan muncul hampir di waktu yang sama.

Sistem Aplikasi Sulit Melakukan Matching

Ketika jumlah pesanan meningkat drastis sementara jumlah driver aktif tidak bertambah, sistem aplikasi transportasi online akan mengalami kesulitan dalam melakukan matching antara pengguna dan pengemudi.

Inilah yang membuat banyak pengguna harus menunggu lebih lama, bahkan terkadang gagal mendapatkan driver.

Fenomena ini sebenarnya mirip dengan konsep supply dan demand dalam ekonomi.

Ketika permintaan melonjak sementara pasokan tetap, maka layanan menjadi lebih sulit didapat.

Driver Ojol Juga Ingin Berbuka Puasa

Namun ada satu faktor penting yang sering terlupakan oleh pengguna aplikasi: driver ojol juga manusia yang menjalankan ibadah puasa.

Survei independen dari komunitas driver online Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen pengemudi memilih untuk off-bid, atau mematikan aplikasi mereka sekitar 30 menit sebelum azan magrib.

Keputusan ini bukan tanpa alasan.

Banyak driver memilih berhenti sejenak untuk mencari tempat berbuka puasa, menunaikan salat, atau sekadar beristirahat setelah bekerja sepanjang hari.

Sebagian dari mereka juga ingin pulang lebih cepat agar bisa berbuka bersama keluarga di rumah.

Kemacetan Jakarta yang Semakin Parah

Selain faktor waktu berbuka, kondisi lalu lintas juga menjadi tantangan besar bagi para driver.

Riset mobilitas urban menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta pada sore hari selama Ramadan bisa turun hingga di bawah 10 kilometer per jam.

Artinya, perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 15 menit bisa memakan waktu dua kali lebih lama.

Kemacetan yang parah tentu membuat konsumsi bensin meningkat, sementara tarif perjalanan tidak selalu sebanding dengan waktu dan biaya yang dikeluarkan.

Risiko Rating dan Keluhan Pelanggan

Faktor lain yang juga membuat driver lebih selektif menerima pesanan adalah risiko rating rendah dari pelanggan.

Dalam sistem aplikasi transportasi online, rating menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan akun driver.

Jika terlalu banyak menerima rating buruk atau keluhan pelanggan, akun driver bahkan bisa ter-suspend.

Kondisi lalu lintas yang padat sering kali membuat waktu pengantaran menjadi lebih lama.

Sayangnya, tidak semua pelanggan memahami situasi ini.

Akibatnya, beberapa driver memilih menghindari pesanan yang berpotensi memakan waktu terlalu lama atau melewati jalur yang sangat macet.

Baca Juga:

Menghindari Rute Macet

Karena alasan tersebut, banyak pengemudi ojek online yang cenderung menghindari rute-rute dengan kemacetan ekstrem, meskipun aplikasi menawarkan tambahan tarif atau surcharge.

Bagi driver, perjalanan yang terlalu lama bisa membuat mereka kehilangan kesempatan menerima pesanan lain yang lebih efisien.

Belum lagi biaya bahan bakar yang semakin tinggi jika harus terjebak dalam kemacetan panjang.

Memahami Situasi dari Dua Sisi

Urbie’s, fenomena “krisis ojol” ini sebenarnya menunjukkan dinamika yang cukup kompleks dalam ekosistem transportasi online.

Di satu sisi, pengguna layanan membutuhkan transportasi atau makanan dengan cepat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Namun di sisi lain, para driver juga menghadapi berbagai tantangan mulai dari kemacetan, lonjakan permintaan, hingga kebutuhan pribadi untuk menjalankan ibadah.

Situasi ini membuat keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan driver menjadi semakin sulit pada waktu-waktu tertentu.

Tips Menghindari Kesulitan Mendapat Ojol

Agar tidak mengalami kesulitan mendapatkan ojol saat Ramadan, ada beberapa strategi sederhana yang bisa dilakukan.

Misalnya dengan memesan lebih awal, sekitar satu jam sebelum waktu berbuka puasa.

Alternatif lainnya adalah memilih lokasi penjemputan atau restoran yang tidak berada di area dengan kemacetan tinggi.

Dengan cara tersebut, peluang mendapatkan driver biasanya menjadi lebih besar.

Ramadan dan Empati di Jalan

Pada akhirnya, fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa di balik layar aplikasi digital, ada manusia yang bekerja keras setiap hari.

Driver ojol tidak hanya menghadapi kemacetan dan tekanan pekerjaan, tetapi juga menjalankan ibadah puasa seperti kebanyakan orang.

Jadi ketika suatu hari kamu kesulitan mendapatkan ojol menjelang buka puasa, mungkin bukan karena “krisis”, tetapi karena semua orang sedang berusaha pulang dan menikmati waktu berbuka bersama orang-orang tercinta.

Iklan