Hi Urbie’s, kabar yang sudah lama ditunggu akhirnya datang juga. Proyek live-action dari anime legendaris Mobile Suit Gundam kini resmi memasuki tahap produksi. Setelah diumumkan sejak 2018, film ini akhirnya memulai proses syuting pada April 2026 di Queensland, Australia.
Film ini diproduksi oleh Netflix sebagai adaptasi live-action pertama dari franchise Gundam yang sudah mendunia selama puluhan tahun. Langkah ini jelas menjadi salah satu proyek ambisius, mengingat besarnya ekspektasi penggemar terhadap bagaimana dunia Gundam akan dihidupkan dalam format live-action.
Dalam pengumuman resminya, jajaran pemain utama juga ikut diperkenalkan. Aktris Hollywood Sydney Sweeney, yang dikenal luas lewat serial Euphoria, didapuk sebagai salah satu bintang utama. Ia akan beradu akting dengan Noah Centineo, aktor yang semakin dikenal di industri perfilman global.
Tak hanya itu, aktris Jepang Shiori Kutsuna juga dipastikan ikut ambil bagian dalam film ini. Kehadiran Shiori menjadi daya tarik tersendiri, mengingat ia memiliki pengalaman berkarier baik di Jepang maupun Hollywood, sehingga dinilai mampu menjembatani nuansa global dan akar budaya Jepang dari Gundam itu sendiri.
Baca Juga:
- Gandeng Rusia, Indonesia Target Punya Spaceport Pertama di Asia Tenggara
- Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy (2026), Film Horor Penuh Teror Misterius yang Mengerikan
- Big Bad Wolf Jakarta 2026 Segera Hadir di ICE BSD City 5 Hari Nonstop, Catat Tanggalnya!
Meski proses syuting sudah dimulai, detail mengenai alur cerita masih dirahasiakan. Begitu juga dengan bagaimana pertarungan mobile suit—elemen ikonik dalam Gundam—akan divisualisasikan. Hal ini justru menambah rasa penasaran, terutama karena teknologi CGI dan efek visual modern diharapkan mampu menghadirkan aksi mecha yang spektakuler dan realistis.
Sebagai salah satu franchise anime paling berpengaruh, Gundam bukan sekadar cerita tentang robot raksasa. Ia juga dikenal karena narasi kompleks yang mengangkat tema perang, politik, hingga konflik kemanusiaan. Tantangan terbesar bagi versi live-action ini adalah bagaimana mempertahankan kedalaman cerita tersebut sekaligus menyajikannya dalam format yang bisa dinikmati audiens global.
Pemilihan lokasi syuting di Australia juga menarik perhatian. Queensland dikenal memiliki lanskap yang beragam, mulai dari area perkotaan hingga alam terbuka yang luas, yang kemungkinan besar akan dimanfaatkan untuk menciptakan dunia futuristik khas Gundam.
Urbie’s, proyek ini jelas bukan sekadar adaptasi biasa. Dengan kombinasi cast internasional, produksi skala besar, dan basis penggemar yang sudah sangat kuat, live-action Gundam berpotensi menjadi salah satu rilisan terbesar Netflix di masa mendatang. Meski tanggal rilis belum diumumkan, antusiasme publik sudah mulai terasa sejak kabar syuting ini dirilis.
Sekarang, tinggal menunggu bagaimana Netflix akan menerjemahkan dunia Gundam ke layar lebar. Apakah film ini akan memenuhi ekspektasi para penggemar lama sekaligus menarik penonton baru? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.













































