
Hi Urbien’s, Bandung kembali membuktikan diri sebagai salah satu pusat kreativitas di Indonesia lewat hadirnya pertunjukan tari kontemporer internasional bertajuk “Body Switch: Migration, Identity, Hybrid Bodies.” Acara ini digelar di ARTOTEL Suites Aquila Bandung pada Kamis, 9 April 2026, dan menjadi bagian dari kolaborasi lintas budaya antara Goethe-Institut Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Pertunjukan ini menghadirkan koreografer kontemporer Ruben Reniers bersama 20 mahasiswa UPI dalam sebuah konsep public work-in-progress presentation. Artinya, Urbien’s nggak cuma jadi penonton, tapi juga bisa melihat langsung proses kreatif di balik karya serta ikut berdiskusi dengan para seniman.
“Body Switch” mengangkat tema besar seperti migrasi, identitas, dan tubuh hibrida—isu yang sangat relevan di era globalisasi saat ini. Lewat gerakan tubuh yang ekspresif dan komposisi musik yang menyatu, pertunjukan ini menggambarkan bagaimana pertemuan berbagai budaya bisa membentuk identitas baru. Tubuh dalam konteks ini menjadi medium utama untuk menyampaikan pengalaman personal sekaligus kolektif.

Menariknya, pendekatan yang digunakan dalam pertunjukan ini bersifat interaktif. Penonton diajak untuk terlibat dalam dialog terbuka, berbagi perspektif, hingga memahami lebih dalam makna di balik setiap gerakan. Hal ini menjadikan “Body Switch” bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga ruang refleksi dan pertukaran ide.
Sebagai sosok di balik karya ini, Ruben Reniers dikenal dengan pendekatan koreografi yang unik. Lahir di Jakarta dan besar di Rotterdam, ia menggabungkan eksplorasi gerak yang dinamis dengan sentuhan emosional yang intim. Latar belakang pendidikannya di CODARTS Rotterdam serta pengalamannya tampil di berbagai panggung Eropa turut memperkaya perspektif artistiknya.
General Manager ARTOTEL Suites Aquila, Anton Susanto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung perkembangan seni dan budaya di Bandung. Dengan menghadirkan program seperti ini, ARTOTEL tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang kreatif yang mempertemukan seniman internasional dan komunitas lokal.
Baca Juga:
- Indonesia Tiga Besar Agoda Awards 2025, Bali Destinasi Favorit Wisatawan
- Harapan Baru Dunia Medis, Peneliti UNAIR Temukan Senyawa Antikanker dari Tanaman “Apa-apa”
- Bocah 9 Tahun Datangi Polisi untuk Mengaku Salah, Kisah Ini Jadi Pelajaran Soal Tanggung Jawab
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Goethe-Institut Bandung, Matthias Ventker. Ia menilai bahwa “Body Switch” menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi artistik mampu membuka perspektif baru tentang migrasi dan identitas. Program ini juga menjadi langkah awal dari pertukaran budaya yang berkelanjutan, sekaligus memberi ruang bagi seniman muda untuk berkembang dan bereksperimen.
Ruben Reniers sendiri turut mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Goethe-Institut Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan ARTOTEL Suites Aquila. Ia menilai kolaborasi ini berhasil menciptakan pengalaman kreatif yang berkesan, sekaligus mempererat koneksi antara komunitas seni lokal dan internasional.
Dengan menghadirkan program seni berskala internasional seperti “Body Switch,” ARTOTEL Suites Aquila semakin memperkuat posisinya sebagai hotel seni di Bandung. Inisiatif ini juga menunjukkan bahwa industri perhotelan bisa berperan aktif dalam mendorong perkembangan industri kreatif dan memperluas ruang kolaborasi lintas budaya.
Buat Urbien’s yang tertarik dengan seni pertunjukan, acara seperti ini jadi bukti bahwa Bandung terus hidup sebagai kota kreatif yang penuh inspirasi. Bukan cuma soal hiburan, tapi juga pengalaman yang membuka perspektif baru tentang dunia dan identitas kita sendiri.
















































