
Hi Urbie’s, perayaan Hari Kartini tahun ini terasa lebih hangat dan bermakna di kawasan Puncak. Di tengah lanskap alam yang asri, Le Eminence Hotel Convention & Resort menghadirkan sebuah pengalaman yang tak sekadar seremoni, tetapi juga refleksi mendalam tentang makna menjadi perempuan Indonesia masa kini.
Mengusung tema “Harmoni Kartini: Raga, Rasa, dan Wastra”, acara ini menjadi ruang bertemunya sekitar 50 perempuan inspiratif dari berbagai latar belakang. Mereka datang bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga merasakan kembali semangat perjuangan R.A. Kartini yang relevan hingga hari ini.
Dikelilingi hamparan sawah hijau yang ikonik serta udara segar khas pegunungan, suasana di Le Eminence Puncak disulap menjadi tempat yang menenangkan sekaligus menginspirasi. Perayaan ini menggabungkan dua elemen penting dalam kehidupan perempuan modern: kesehatan tubuh dan pelestarian budaya.
Pagi hari dibuka dengan sesi Pilates yang berlangsung di tepi persawahan. Aktivitas ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi momen refleksi diri. Dalam suasana yang tenang dan meditatif, para peserta diajak untuk memperkuat tubuh sekaligus menyeimbangkan pikiran. Jauh dari hiruk-pikuk kota, sesi ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk terkoneksi kembali dengan diri mereka sendiri dan alam sekitar.
Baca Juga:
- Indonesia Tiga Besar Agoda Awards 2025, Bali Destinasi Favorit Wisatawan
- Harapan Baru Dunia Medis, Peneliti UNAIR Temukan Senyawa Antikanker dari Tanaman “Apa-apa”
- Bocah 9 Tahun Datangi Polisi untuk Mengaku Salah, Kisah Ini Jadi Pelajaran Soal Tanggung Jawab
Tak hanya fokus pada kebugaran, acara ini juga menghadirkan sentuhan budaya melalui sesi “Eksplorasi Wastra: Seni Lilit Kain Batik”. Di sini, peserta diajak memahami bahwa batik bukan hanya kain, melainkan simbol identitas dan perjalanan perempuan Indonesia. Dengan pendekatan yang santai dan kreatif, mereka belajar teknik melilit kain tanpa potongan atau drapery, menciptakan tampilan modern yang tetap berakar pada tradisi.
General Manager Le Eminence, Euis Martiningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan perayaan Kartini yang lebih bermakna. Bukan sekadar mengenang, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka bereksperimen dengan berbagai gaya balutan batik. Dari yang klasik hingga kontemporer, setiap gaya mencerminkan karakter dan kepercayaan diri masing-masing. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa perempuan Indonesia memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan berbagai peran, tanpa kehilangan jati diri budayanya.
Melalui “Harmoni Kartini”, Le Eminence Puncak berhasil menghadirkan sebuah perayaan yang menyentuh raga, rasa, dan identitas. Sebuah pengingat bahwa emansipasi perempuan tidak hanya soal kesetaraan, tetapi juga tentang merawat diri, menghargai akar budaya, dan terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Bagi Urbie’s yang ingin merasakan pengalaman serupa atau mencari inspirasi liburan yang bermakna, Le Eminence Puncak bisa jadi destinasi yang patut dipertimbangkan. Informasi terbaru bisa kamu cek melalui Instagram resmi mereka atau website resminya.





