Iklan
Home Business BWH Hotels Indonesia Adaptif Hadapi Perubahan Industri Hospitality, Ini Strategi Rio Haryono...

BWH Hotels Indonesia Adaptif Hadapi Perubahan Industri Hospitality, Ini Strategi Rio Haryono Jaga Eksistensi Brand

0
241
Rio Haryono, Regional General Manager of Operations Indonesia BWH Hotels Indonesia – sumber foto Urbanvibes/Ryan
Rio Haryono, Regional General Manager of Operations Indonesia BWH Hotels Indonesia – sumber foto Urbanvibes/Ryan
Iklan

Hi Urbie’s! Industri hospitality menjadi salah satu sektor yang mengalami perubahan paling cepat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari pandemi COVID-19, perubahan perilaku traveler, persaingan hotel lifestyle dan budget yang semakin ramai, hingga perkembangan teknologi AI yang mulai masuk ke operasional hotel modern. Namun di tengah berbagai tantangan tersebut, jaringan hotel Best Western Hotels & Resorts di Indonesia justru terus menunjukkan perkembangan yang positif dan dinamis.

Hal itu disampaikan langsung oleh Rio Haryono, Regional General Manager of Operations Indonesia dalam sesi wawancara mengenai perkembangan industri hospitality serta strategi BWH Hotels Indonesia menghadapi perubahan pasar saat ini.

Menurut Rio, fokus Best Western Hotels & Resorts Indonesia bukan hanya memperluas jumlah properti, tetapi menjaga kualitas pelayanan, konsistensi brand, serta pengalaman tamu di seluruh jaringan hotel mereka di Indonesia.

Fokus pada Kualitas dan Konsistensi Brand

Rio menjelaskan bahwa perkembangan Best Western Hotels & Resorts Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berjalan cukup baik meski industri hotel sempat menghadapi masa sulit.

“Perkembangan Best Western sangat positif dan dinamis. Kami tidak hanya fokus pada ekspansi kuantitas, tetapi juga kualitas, stabilitas operasional, peningkatan pelayanan kepada tamu, dan brand konsistensi di seluruh properti kami,” jelas Rio.

Ia mengakui bahwa industri hospitality sempat mendapat tekanan besar sejak pandemi COVID-19 hingga kondisi ekonomi saat ini yang berdampak pada menurunnya segmen meeting dari sektor pemerintahan akibat kebijakan pengetatan anggaran.

Meski begitu, Best Western tetap menjaga kualitas pelayanan agar pengalaman tamu tetap konsisten dan tidak mengecewakan pelanggan mereka.

Karena menurut Rio, loyalitas tamu menjadi alasan utama Best Western bisa terus bertahan dan berkembang di tengah perubahan industri.

Kombinasi Standar Internasional dan Kearifan Lokal

Salah satu kekuatan utama Best Western di Indonesia adalah kemampuan mereka menjaga standar internasional tanpa meninggalkan budaya lokal.

Rio mengatakan bahwa seluruh properti Best Western di dunia memiliki standar brand yang sama, mulai dari Amerika, Eropa, Asia, hingga Indonesia.

Namun di Indonesia, standar global tersebut dipadukan dengan local wisdom atau kearifan lokal yang menjadi karakter khas masing-masing daerah.

“Jadi tamu merasa seperti di rumah sendiri, tetapi tetap mendapatkan pelayanan kelas dunia,” ujarnya.

Menurutnya, perpaduan antara standar internasional dan sentuhan lokal menjadi salah satu alasan mengapa Best Western tetap relevan di tengah persaingan industri hotel yang terus berubah.

Hotel Lifestyle dan Budget Jadi Tantangan Positif

Menjamurnya hotel lifestyle dan budget hotel baru ternyata tidak dianggap ancaman oleh Best Western.

Sebaliknya, Rio melihat fenomena tersebut sebagai tanda bahwa industri pariwisata Indonesia masih sehat dan memiliki daya tarik besar bagi investor.

“Kami menganggap ini sebagai dinamika positif. Artinya dunia hospitality masih diminati,” katanya.

Best Western sendiri secara global memiliki berbagai brand yang mencakup segmen lifestyle hingga budget hotel.

Karena itu, kehadiran hotel-hotel baru justru dianggap sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan berkembang mengikuti kebutuhan pasar modern.

Rio Haryono, Regional General Manager of Operations Indonesia BWH Hotels Indonesia – sumber foto Urbanvibes/Ryan
Rio Haryono, Regional General Manager of Operations Indonesia BWH Hotels Indonesia – sumber foto Urbanvibes/Ryan

Teknologi dan AI Mulai Jadi Kebutuhan Hotel Modern

Rio juga menyoroti bagaimana teknologi kini menjadi bagian penting dalam operasional hotel modern.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi momen ketika AI bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi realitas di industri hospitality.

Best Western memanfaatkan AI untuk data analytics, revenue management, membaca tren pasar secara real time, hingga customer service dan marketing.

Selain itu, beberapa hotel mereka kini mulai menggunakan teknologi bluetooth key yang memungkinkan tamu membuka kamar hanya menggunakan smartphone.

Namun meski teknologi berkembang pesat, Rio menegaskan bahwa AI tetap tidak bisa menggantikan sentuhan manusia dalam dunia hospitality.

“Pelayanan kepada tamu tetap membutuhkan kedekatan manusia,” jelasnya.

Karena pada akhirnya, industri hotel tetap berbicara tentang pengalaman emosional dan interaksi personal.

Baca Juga:

Wisata Domestik Jadi Penyelamat Industri Hotel

Di tengah menurunnya segmen corporate dan government meeting dalam dua tahun terakhir, Rio menyebut wisata domestik sebagai “pahlawan utama” industri hotel Indonesia saat ini.

Menurutnya, masyarakat Indonesia akan selalu membutuhkan hiburan, refreshing, dan traveling sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Karena itu, pasar domestik menjadi segmen yang paling stabil untuk menopang industri hospitality di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan seperti mahalnya tiket pesawat menuju wilayah timur Indonesia yang memengaruhi pergerakan wisatawan.

Sustainability Jadi Fokus Penting

Selain teknologi, isu sustainability juga menjadi perhatian serius Best Western Hotels & Resorts Indonesia.

Rio mengatakan bahwa konsep green hospitality kini bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi tanggung jawab industri hotel modern.

Beberapa langkah nyata yang sudah dilakukan antara lain mengurangi penggunaan plastik, program manajemen limbah makanan, hingga penggunaan cage free eggs di hotel mereka.

Seluruh hotel Best Western Hotels & Resorts Indonesia juga telah memiliki sertifikasi GSTC atau Global Sustainable Tourism Council.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa konsep ramah lingkungan kini benar-benar menjadi bagian dari standar operasional mereka.

Gen Z Jadi Masa Depan Industri Hospitality

Menurut Rio, Gen Z merupakan market masa depan yang sangat potensial untuk industri hotel.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang fokus pada kemewahan bangunan, Gen Z lebih mencari pengalaman unik, budaya lokal, dan value yang bisa mereka bagikan di media sosial.

“Mereka mencari pengalaman yang punya cerita, lalu posting di media sosial,” ujarnya.

Karena itu, hotel-hotel Best Western kini mulai menyesuaikan desain dan experience agar lebih modern, Instagramable, dan relevan dengan gaya hidup digital.

TikTok dan Instagram bahkan dianggap sebagai etalase utama hotel di era sekarang.

Industri Hospitality Masih Sangat Menjanjikan

Meski tantangan industri terus berubah, Rio optimistis dunia hospitality masih memiliki masa depan yang cerah.

Menurutnya, manusia akan selalu membutuhkan hiburan, refreshing, dan pengalaman baru untuk menjaga keseimbangan hidup.

Namun hotel masa depan harus mampu menggabungkan teknologi dan sustainability agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Saat diminta mendeskripsikan Best Western dalam tiga kata, Rio memilih: adaptif, terpercaya, dan berkelanjutan.

Dan tiga kata itu tampaknya menjadi gambaran bagaimana Best Western Indonesia bergerak menghadapi masa depan industri hospitality yang semakin dinamis.

Iklan