Home Highlight Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026,...

Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Air Mata Raúl Jiménez Jadi Sorotan

14
0
Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026 - sumber foto istimewa
Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026 - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Piala Dunia 2026 akhirnya resmi dimulai, dan tuan rumah Meksiko langsung memberikan pernyataan tegas di hadapan puluhan ribu pendukungnya. Bermain di stadion legendaris Azteca, Meksiko sukses mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 2-0 dalam laga pembuka yang penuh drama, emosi, dan kartu merah.

Namun kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ada air mata, tekanan besar sebagai tuan rumah, hingga rekor yang tercipta di laga pembuka turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Atmosfer Azteca Bikin Pemain Gemetar

Bermain di Stadion Azteca bukanlah pengalaman biasa. Stadion yang pernah menjadi saksi kejayaan Piala Dunia dan berbagai momen bersejarah sepak bola dunia itu kembali menjadi pusat perhatian saat membuka Piala Dunia 2026.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengakui bahwa besarnya momen tersebut membuat beberapa pemainnya gugup.

Menurut Aguirre, suasana emosional yang luar biasa sejak perjalanan dari pusat latihan menuju stadion membuat sejumlah pemain kehilangan ketenangan. Bahkan, beberapa pemain mengalami kram yang tidak pernah terjadi dalam 25 pertandingan sebelumnya.

“Atmosfernya sangat luar biasa. Ada pemain yang merasa tegang hingga membuat kesalahan-kesalahan sederhana,” ungkap Aguirre seusai pertandingan.

Meski begitu, pelatih berusia 67 tahun tersebut memuji kemampuan timnya untuk bangkit dan mengendalikan pertandingan setelah berhasil menenangkan diri.

Air Mata Raúl Jiménez Jadi Momen Paling Menyentuh

Di antara seluruh cerita yang terjadi di lapangan, satu momen yang paling mencuri perhatian datang dari striker veteran Raúl Jiménez.

Saat mencetak gol pada babak kedua, Jiménez tidak melakukan selebrasi berlebihan. Sebaliknya, ia langsung menangis di tengah lapangan.

Air mata tersebut bukan tanpa alasan.

Gol yang dicetak Jiménez didedikasikan untuk sang ayah yang baru saja meninggal dunia beberapa waktu lalu. Momen emosional itu membuat suasana stadion semakin haru dan menjadi salah satu gambar paling ikonik pada hari pertama Piala Dunia 2026.

Banyak pendukung Meksiko yang terlihat ikut tersentuh saat melihat penyerang berusia 35 tahun itu menengadah ke langit sambil menangis setelah bola bersarang di gawang Afrika Selatan.

Bagi Jiménez, gol tersebut bukan hanya membantu negaranya meraih kemenangan, tetapi juga menjadi penghormatan pribadi untuk sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.

Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka

Jika biasanya laga pembuka Piala Dunia berlangsung hati-hati, pertandingan kali ini justru menghadirkan drama yang tidak biasa.

Sebanyak tiga pemain harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah.

Dua pemain Afrika Selatan diusir wasit, sementara satu kartu merah juga diterima bek Meksiko, César Montes.

Baca Juga:

Jumlah tiga kartu merah tersebut langsung mencatatkan rekor baru sebagai laga pembuka Piala Dunia dengan jumlah kartu merah terbanyak sepanjang sejarah.

Kondisi itu membuat jalannya pertandingan semakin terbuka dan memberi keuntungan bagi Meksiko yang mampu mengontrol permainan hingga peluit akhir berbunyi.

Meski unggul jumlah pemain dalam sebagian besar pertandingan, Aguirre mengaku timnya sebenarnya bisa mencetak lebih banyak gol.

Skor 2-0 Dinilai Terlalu Kecil

Menurut Aguirre, hasil akhir 2-0 tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi yang ditunjukkan anak asuhnya.

Meksiko menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan, terutama pada babak pertama. Beberapa kesempatan emas gagal dimanfaatkan dengan sempurna sehingga skor tetap bertahan di angka dua gol.

“Sebenarnya pertandingan ini bisa berakhir 4-0,” kata Aguirre.

Pelatih Meksiko itu juga memahami jika sebagian suporter berharap timnya mencetak lebih banyak gol. Namun yang terpenting baginya adalah kemenangan dan tiga poin pertama yang sangat penting untuk membuka perjalanan di fase grup.

Sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko memang datang dengan ekspektasi besar. Kemenangan di laga perdana menjadi modal penting untuk menjaga momentum sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim.

Fokus ke Korea Selatan

Meski berhasil memuncaki klasemen sementara Grup A, Aguirre belum ingin berbicara soal peluang menjadi juara grup.

Baginya, fokus utama saat ini adalah pertandingan berikutnya melawan Korea Selatan yang akan berlangsung pada 18 Juni di Guadalajara.

Pelatih veteran tersebut menegaskan bahwa seluruh perhatian tim saat ini hanya tertuju pada satu hal, yaitu mengalahkan Korea Selatan.

Selain itu, Meksiko juga harus memikirkan solusi di lini belakang setelah César Montes dipastikan absen akibat kartu merah yang diterimanya.

Aguirre mengungkapkan bahwa kapten tim Edson Álvarez kemungkinan besar akan dimainkan sebagai bek tengah untuk menggantikan posisi Montes.

Keputusan tersebut diambil karena Álvarez kini sudah berada dalam kondisi yang jauh lebih siap dibandingkan sebelum laga pembuka.

Setelah menghadapi Korea Selatan, Meksiko masih harus menjalani satu pertandingan terakhir Grup A melawan Ceko pada 24 Juni.

Jika mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Afrika Selatan, bukan tidak mungkin El Tri akan menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.

Bagi para pendukung Meksiko, perjalanan baru saja dimulai. Dan sejauh ini, langkah pertama mereka terasa begitu emosional, dramatis, sekaligus menjanjikan.