Hi Urbie’s!, dunia mi instan pedas lagi ramai banget membahas perubahan besar dari brand Samyang Foods. Setelah bertahun-tahun identik dengan karakter ayam galak bernama Hochi, kini lini produk Buldak resmi memperkenalkan maskot baru bernama Peppo yang langsung viral di komunitas Korea.
Kemunculan Peppo pertama kali terlihat lewat desain kemasan terbaru produk Buldak dan langsung memancing reaksi heboh dari para netizen. Banyak yang mengaku kaget karena image Buldak yang selama ini terkenal ekstrem, pedas, dan “garang” tiba-tiba berubah menjadi jauh lebih cute dan ekspresif.
Kalau dulu Hochi tampil dengan tatapan tajam, api di kepala, dan aura pedas yang intimidating, Peppo justru hadir dengan wajah bulat, ekspresi beragam, dan visual yang terasa lebih ramah.
Perubahan tersebut langsung membuat media sosial Korea dipenuhi komentar gemas dari para penggemar.
Netizen Korea Langsung Jatuh Hati dengan Peppo
Tidak butuh waktu lama bagi Peppo untuk menjadi trending topic di komunitas online Korea Selatan.
Banyak netizen mengaku desain baru ini terasa fresh dan lebih relate dengan generasi sekarang yang menyukai karakter lucu dan ekspresif.
Beberapa komentar yang ramai bermunculan di media sosial antara lain:
“Apa ini? Lucu banget.”
“Ekspresinya menggemaskan.”
“Versi Carbonara benar-benar terlalu lucu.”
Ada juga komentar unik yang menyebut kehadiran Peppo justru membuat karakter Hochi lama terlihat semakin pedas jika dibandingkan.
Urbie’s, perubahan image seperti ini memang cukup menarik. Selama bertahun-tahun, Buldak dikenal sebagai mi instan dengan branding ekstrem dan tantangan level pedas yang sering viral di internet.
Kini lewat Peppo, Buldak seolah mencoba menghadirkan sisi yang lebih playful dan approachable tanpa menghilangkan identitas pedas khas mereka.
Dari Mi Pedas Viral Jadi Fenomena Global
Buat Urbie’s pecinta kuliner Korea, nama Buldak tentu sudah tidak asing lagi. Produk ini menjadi salah satu mi instan Korea paling populer di dunia lewat seri legendaris Hot Chicken Flavor Ramen.
Popularitasnya bahkan melampaui tren mukbang dan spicy challenge yang sempat mendominasi media sosial global beberapa tahun terakhir.
Banyak content creator dari berbagai negara mencoba tantangan makan mi Buldak karena level pedasnya yang terkenal “sadis”.
Baca Juga:
- Joe Taslim ‘Jatuh Cinta’ pada Karakter Navin di Film The Furious, Ternyata Ini Alasannya
- Cerita Dion Wiyoko Saat Alami Gusi Bengkak
- Ternyata Ini Pentingnya Susu untuk Semua Usia yang Sering Terlewatkan!
Namun seiring berkembangnya pasar global, Buldak tidak lagi hanya menjual image ekstrem semata. Brand ini mulai menghadirkan banyak varian rasa yang lebih creamy, savory, dan ramah untuk lebih banyak konsumen.
Mulai dari Carbonara, Cheese, Jjajang, Habanero Lime, hingga Quattro Cheese sukses menarik perhatian generasi muda dan pecinta makanan Korea di seluruh dunia.
Peppo Dinilai Lebih Modern dan Fleksibel
Banyak netizen Korea menilai pergantian maskot dari Hochi ke Peppo merupakan langkah branding yang cerdas.
Secara visual, Peppo dianggap lebih fleksibel untuk digunakan di berbagai varian produk maupun campaign digital modern.
Ekspresinya yang beragam juga membuat karakter ini terasa lebih hidup dan mudah dijadikan meme atau konten media sosial.
Di era sekarang, karakter brand memang punya peran besar dalam membangun koneksi emosional dengan konsumen, terutama Gen Z.
Urbie’s pasti sadar bagaimana banyak brand makanan sekarang berlomba menciptakan maskot yang bukan hanya mudah dikenali, tetapi juga punya personality kuat di internet.
Dan Peppo tampaknya berhasil memenuhi semua elemen tersebut.
Desainnya yang lebih soft membuat brand Buldak terasa tidak terlalu intimidating untuk konsumen baru yang mungkin belum pernah mencoba mi pedas Korea sebelumnya.
Hochi Tetap Jadi Ikon Legendaris
Meski begitu, banyak penggemar lama tetap menganggap Hochi sebagai ikon legendaris yang tidak tergantikan.
Karakter ayam hitam dengan api di kepala tersebut sudah menjadi simbol Buldak selama bertahun-tahun dan identik dengan sensasi pedas ekstrem yang membuat produk ini mendunia.
Karena itu, sebagian netizen berharap Hochi tetap hadir sebagai bagian dari identitas klasik Buldak.
Menariknya, ada juga yang melihat kehadiran Peppo bukan sebagai “pengganti total”, melainkan evolusi image brand agar lebih relevan dengan tren visual modern.
Apalagi pasar global sekarang memang lebih menyukai karakter yang ekspresif, lucu, dan punya potensi viral tinggi di media sosial.
Strategi Branding yang Tepat untuk Generasi Baru
Urbie’s, perubahan maskot sebenarnya bukan hal kecil dalam dunia branding. Karakter visual sering kali menjadi wajah utama sebuah produk dan sangat memengaruhi cara konsumen melihat brand tersebut.
Dalam kasus Buldak, kehadiran Peppo terasa seperti langkah untuk memperluas market tanpa kehilangan identitas utama mereka sebagai mi instan pedas paling viral.
Dengan image yang lebih cute dan modern, Peppo dinilai lebih mudah diterima berbagai kalangan, mulai dari anak muda, pecinta K-culture, hingga konsumen casual yang sebelumnya mungkin merasa takut mencoba Buldak karena reputasi pedasnya.
Ditambah lagi, desain karakter seperti ini punya potensi besar untuk berkembang menjadi merchandise, sticker, hingga campaign digital yang lebih interaktif.
Dan melihat reaksi netizen Korea yang mayoritas positif, tampaknya Peppo sudah berhasil mencuri hati publik bahkan sebelum benar-benar diperkenalkan secara besar-besaran.
Sekarang tinggal menunggu apakah maskot baru ini juga akan viral di kalangan pecinta mi instan Korea di seluruh dunia.












































