Hi Urbie’s! Bicara soal menjaga lingkungan, mungkin kita sering membayangkan sesuatu yang besar: menanam ribuan pohon, membersihkan pantai, atau membuat kampanye dengan gaung yang luas.

Padahal, perubahan bisa dimulai dari sesuatu yang jauh lebih dekat. Misalnya, mengambil sampah yang berserakan di sekitar tempat kita bekerja dan memastikan sampah tersebut tidak berhenti di tempat pembuangan begitu saja.

Semangat itulah yang dibawaMangkuluhur ARTOTEL Suitesdalam memperingatiWorld Cleanup Day 2026. Sebanyak80 artist atau karyawandari berbagai departemen hotel turun langsung mengikuti aksi bersih-bersih lingkungan bersamaRekosistem, perusahaan pengelolaan limbah di Indonesia.

Yang dikumpulkan bukan sekadar sampah, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi mengenai bagaimana sampah seharusnya dikelola setelah berada di tangan kita.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Ada Edukasi Sampah di Baliknya

Seluruh peserta berkumpul diBOCA outdoorsebelum memulai rangkaian kegiatan. Agenda kemudian dibuka dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang diberikan oleh Rekosistem.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan cleanup day tidak berhenti pada aktivitas memungut sampah. Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah berdasarkan jenis serta karakteristiknya.

Rekosistem turut berperan sebagai fasilitator dalam pengelolaan sampah yang dikumpulkan selama kegiatan. Dengan demikian, sampah yang berhasil dikumpulkan memiliki proses lanjutan setelah aksi bersih-bersih selesai.

Hasilnya cukup signifikan. Dalam kegiatan tersebut, terkumpul186,64 kilogram sampahyang selanjutnya akan dikelola oleh Rekosistem untuk diproses dan didaur ulang sesuai dengan jenisnya.

Angka tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa aktivitas bersih-bersih sebenarnya baru merupakan satu tahap dari perjalanan panjang pengelolaan sampah.

80 Artist Turun ke Tiga Titik di Sekitar Hotel

Aksi World Cleanup Day 2026 ini melibatkan karyawan dari berbagai departemen di Mangkuluhur ARTOTEL Suites.

Mereka tidak hanya membersihkan area di sekitar hotel, tetapi bergerak ditiga lokasi, yaitu area gedung Mangkuluhur ARTOTEL Suites, areaMasjid Baitul Mukhlisin Karet Semanggi, serta areaLippo Mall Nusantara.

Pilihan lokasi tersebut membuat kegiatan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang dibersihkan merupakan ruang yang bersinggungan dengan aktivitas masyarakat, pekerja, tamu hotel, hingga pengguna fasilitas publik.

Di sinilah pesan kegiatan menjadi lebih relevan: menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu institusi, tetapi bisa dilakukan oleh siapa pun di ruang yang mereka gunakan setiap hari.

Baca juga:

Dari ESG sampai “The Art of Goodness”

Bagi Mangkuluhur ARTOTEL Suites, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen hotel dalam menjalankan prinsipESG atau Environmental, Social, and Governance.

Program tersebut sekaligus menjadi implementasi dari program keberlanjutanARTOTEL Group, “The Art of Goodness.”

Jika diterjemahkan ke dalam aksi yang sederhana, konsep tersebut terlihat melalui keterlibatan langsung para artist hotel. Mereka tidak hanya bekerja di balik operasional hotel, tetapi ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang memiliki dampak terhadap lingkungan sekitar.

“World Clean Up Day menjadi salah satu kesempatan bagi kami untuk mengajak seluruh artist/karyawan ambil bagian dalam aksi sederhana yang dapat memberikan dampak bagi lingkungan,” ujarFaisal Tranggono, General Manager Mangkuluhur ARTOTEL Suites.

Tahun ini, kata Faisal, sebanyak 80 artist terlibat dan bekerja sama dengan Rekosistem yang memberikan edukasi sekaligus membantu proses pengelolaan sampah yang telah dikumpulkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama,” lanjutnya.

186,64 Kg Sampah dan Pelajaran yang Ikut Dibawa Pulang

Ada satu hal menarik dari angka186,64 kilogramtersebut. Jumlah sampah yang terkumpul memang bisa menjadi indikator sederhana mengenai skala aksi yang dilakukan, tetapi nilai kegiatan ini tidak berhenti pada berat sampah.

Ada kebiasaan yang diharapkan ikut terbawa setelah kegiatan selesai. Mulai dari lebih sadar terhadap sampah yang dihasilkan, memahami pentingnya pemilahan, hingga mengetahui bahwa sampah tertentu masih dapat memiliki kehidupan berikutnya melalui proses daur ulang.

Dengan keterlibatan Rekosistem, sampah yang terkumpul tidak langsung berhenti sebagai hasil cleanup day. Material tersebut masuk ke proses pengelolaan lebih lanjut berdasarkan jenis dan karakteristiknya.

Dengan kata lain, kegiatan ini mencoba memperlihatkan bahwamembersihkan lingkungan dan mengelola sampah merupakan dua hal yang saling berhubungan.

Ketika CSR Tidak Berhenti di Satu Hari

World Cleanup Day memang berlangsung dalam satu momentum, tetapi persoalan lingkungan tentu tidak selesai ketika kegiatan berakhir.

Mangkuluhur ARTOTEL Suites berharap semangat menjaga lingkungan yang dibangun melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di luar hotel.

Dan mungkin, Urbie’s, di situlah pesan paling sederhananya.

Tidak semua orang bisa melakukan aksi besar setiap hari. Namun, hampir semua orang bisa mulai dari hal kecil: membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, atau mengambil satu sampah yang terlihat berserakan di sekitar kita.

Karena pada akhirnya, lingkungan yang bersih bukan hanya lahir dari satu kegiatan besar. Ia terbentuk dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali, oleh semakin banyak orang.

Buat Mangkuluhur ARTOTEL Suites,186,64 kilogram sampah yang terkumpul menjadi bagian dari satu aksi nyata. Namun, harapannya jauh lebih panjang: agar 80 artist yang ikut bergerak hari itu membawa pulang bukan hanya pengalaman cleanup day, tetapi juga kebiasaan baru untuk menjaga lingkungan.