Hi Urbie’s!, mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak tidak harus selalu dimulai dari buku pelajaran atau penjelasan panjang tentang sejarah. Terkadang, cara paling menyenangkan justru dimulai dari kuas, cat warna-warni, dan kesempatan untuk menciptakan sesuatu dengan tangan sendiri.

Pendekatan inilah yang dihadirkan Ascott Waterplace Surabaya melalui Batik Painting Workshop, hasil kolaborasi bersama BINUS SCHOOL Surabaya pada Minggu, 25 Oktober 2026. Bertempat di The Terrace, lantai Upper Ground (UG), Ascott Waterplace Surabaya, kegiatan ini mengajak 15 anak mengenal batik melalui pengalaman seni yang interaktif.

Dimulai pukul 10.00 WIB, workshop tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus berkenalan lebih dekat dengan salah satu warisan budaya Indonesia. Kegiatan ini juga hadir setelah peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, menghadirkan cara berbeda untuk menjaga kecintaan terhadap batik tetap tumbuh di kalangan generasi muda.

Alih-alih hanya melihat motif batik sebagai pola yang indah, para peserta diajak berinteraksi langsung dengan motif tersebut dan mengolahnya menjadi karya yang bisa mereka bawa pulang.

Motif Kawung Jadi Kanvas Kreativitas Anak

Dalam workshop ini, motif batik Kawung dipilih sebagai pola yang diaplikasikan pada tote bag. Dengan bermodalkan cat akrilik dan kuas, anak-anak diberi kebebasan memadukan warna serta menghias tas sesuai selera dan imajinasi masing-masing.

Motif Kawung sendiri dikenal melalui pola geometris berbentuk menyerupai empat oval atau irisan buah yang tersusun secara simetris. Motif tradisional ini menjadi salah satu corak batik yang memiliki karakter visual khas dan mudah dikenali.

Urbanvibes article banner

Di tangan anak-anak, pola tersebut menjadi titik awal untuk bereksperimen. Ada proses memilih warna, menentukan bagian yang ingin diberi sentuhan berbeda, hingga mengaplikasikan cat pada permukaan tote bag.

Kegiatan sederhana ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat bahwa sebuah motif tradisional bisa menjadi media ekspresi yang personal. Mereka tidak hanya mengikuti pola yang tersedia, tetapi juga memberikan sentuhan kreatif melalui pilihan warna dan cara menghiasnya.

Setiap tote bag pun memiliki karakter berbeda, mencerminkan imajinasi dan keputusan artistik masing-masing anak.

Belajar Budaya Sambil Menikmati Waktu Bersama Keluarga

Suasana workshop berlangsung ceria. Anak-anak terlihat antusias mencoba berbagai kombinasi warna, sesekali berbincang dengan teman di sebelahnya dan membandingkan hasil karya masing-masing.

Percakapan ringan mengenai warna yang dipilih maupun bentuk lukisan yang sedang dikerjakan membuat suasana terasa akrab. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman.

Kehadiran orang tua yang turut mendampingi menambah dimensi kebersamaan dalam kegiatan ini. Orang tua dapat menyaksikan proses kreatif anak secara langsung, sekaligus menikmati waktu bersama dalam suasana yang santai.

Baca juga:

Di tengah rutinitas keluarga yang sering kali dipenuhi berbagai aktivitas, pengalaman seperti ini menghadirkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan menikmati proses bersama. Fokusnya bukan semata-mata pada hasil akhir tote bag, melainkan juga pada pengalaman mencoba, berkreasi, dan membangun kenangan.

Bagi anak-anak, mengenal budaya melalui aktivitas langsung dapat membuat pengalaman belajar terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Batik tidak lagi hanya menjadi kain bermotif yang mereka lihat dalam acara formal, tetapi juga bagian dari pengalaman kreatif yang mereka jalani sendiri.

Ascott Waterplace Surabaya Hadirkan Pengalaman yang Bermakna

General Manager Ascott Waterplace Surabaya, Handrian Wijaya, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan aktivitas yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu.

“Kami ingin menghadirkan aktivitas yang menyenangkan dan memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu. Melalui workshop seperti ini, kami berharap anak-anak bisa berkreasi, menikmati waktu bersama keluarga, sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang menarik,” ujar Handrian.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang ingin dihadirkan melalui kegiatan ini: pengalaman menginap dan berkunjung tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga dapat diperluas melalui aktivitas yang mempertemukan keluarga dengan seni dan budaya.

Kolaborasi bersama BINUS SCHOOL Surabaya turut membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar di luar pendekatan konvensional. Seni menjadi medium yang memungkinkan mereka mengenal warisan budaya sekaligus mengembangkan kreativitas.

Melalui kegiatan semacam ini, pengenalan budaya tidak harus disampaikan dengan cara yang kaku. Pengalaman langsung dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia.

Ascott Waterplace Surabaya Ajak Anak Kenali Batik - sumber foto istimewa
Ascott Waterplace Surabaya Ajak Anak Kenali Batik - sumber foto istimewa

Dari Tote Bag ke Apresiasi Warisan Budaya Indonesia

Batik Painting Workshop menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari aktivitas yang sederhana dan menyenangkan. Ketika anak-anak diberi kesempatan untuk menyentuh, mengolah, dan berkreasi menggunakan motif tradisional, mereka mendapatkan pengalaman personal yang berbeda dibandingkan sekadar melihat atau membaca tentang batik.

Tentu saja, satu kali workshop bukan akhir dari proses mengenalkan budaya. Namun, pengalaman semacam ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun ketertarikan, terutama ketika anak-anak diberi ruang untuk bertanya, bereksperimen, dan mengekspresikan diri.

Bagi Ascott Waterplace Surabaya, kegiatan ini sejalan dengan filosofi “Savour the Art of Living”, yang merayakan seni dalam berbagai detail kehidupan melalui pengalaman yang bermakna.

Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bagaimana ruang perhotelan dapat menjadi tempat bertemunya keluarga, pendidikan, kreativitas, dan budaya dalam satu kegiatan.

Hi Urbie’s!, warisan budaya tidak hanya hidup melalui upacara atau perayaan tahunan. Ia juga bisa terus dikenal ketika generasi muda memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dan siapa tahu, dari sebuah tote bag bermotif Kawung yang dihias dengan warna pilihan sendiri, tumbuh rasa penasaran untuk mengenal lebih jauh cerita, filosofi, dan kekayaan batik Indonesia.