Hi Urbie's! Tahukah kalian bahwa setiap kopi yang diseruput di Kopi Kenangan nggak sekadar pelarian dari kantuk bisingnya ibu kota, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan Urbie's dengan masa depan bumi, kesejahteraan petani lokal di pelosok Bali, hingga mimpi-mimpi besar teman tuli yang mendamba kesetaraan kerja.

Rantai kebaikan tersembunyi inilah yang perlahan diurai oleh Kopi Kenangan melalui perilisan Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) Tahun 2025. Menariknya, laporan ini menepis anggapan bahwa gerakan peduli lingkungan hidup selalu mengorbankan profitabilitas. Dengan keberhasilan membukukan EBITDA sebesar US$37 juta dan laba bersih mencapai US$18 juta sepanjang tahun lalu, raksasa kopi lokal ini membuktikan tesis baru: pertumbuhan bisnis yang agresif justru bisa menjadi bahan bakar utama bagi penciptaan dampak sosial yang masif.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan bukan hanya tentang memperluas bisnis, tapi harus mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelanggan, karyawan, mitra usaha, hingga masyarakat luas,” ungkap Inneke Lestari, Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut Inneke, seluruh capaian sepanjang tahun 2025 merupakan buah dari komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa ekspansi pasar tidak berjalan sendirian, melainkan wajib beriringan dengan kontribusi nyata pada kelestarian alam dan penguatan tata kelola yang bersih.

Perwakilan Manajemen Kopi Kenangan Bersama Para Partner ESG(Dari kiri ke kanan): Rezki Achyana (CEO dan Founder Parakerja), Ni Made Bintang Handayani (Founder Kintamani Cascara - Kintara), Inneke Lestari (Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan), Gemini Aryanto (Group Chief People & Culture Kopi Kenangan), Angeline Callista (CEO dan Co-Founder Sirsak), I Kadek Edi (Founder Karana Global) di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Perwakilan Manajemen Kopi Kenangan Bersama Para Partner ESG(Dari kiri ke kanan): Rezki Achyana (CEO dan Founder Parakerja), Ni Made Bintang Handayani (Founder Kintamani Cascara - Kintara), Inneke Lestari (Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan), Gemini Aryanto (Group Chief People & Culture Kopi Kenangan), Angeline Callista (CEO dan Co-Founder Sirsak), I Kadek Edi (Founder Karana Global) di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

Denyut Nadi Industri Lokal dari Hulu ke Hilir

Komitmen hijau Kopi Kenangan dimulai dari hal paling mendasar: apa yang ada di dalam cangkir Anda. Menepis ketergantungan pada bahan baku impor, laporan ESG mereka mencatat bahwa kini 100% bahan baku utama dipasok langsung oleh supplier lokal. Langkah ini secara instan memutar roda ekonomi domestik dan memastikan rantai pasok yang lebih pendek serta ramah lingkungan.

Sepanjang tahun 2025, komitmen tersebut bertransformasi menjadi angka-angka dampak yang konkret:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Menciptakan 7.521 lapangan pekerjaan baru dengan total upah yang dialokasikan mencapai Rp467 miliar.
  • Penyelamatan Lingkungan: Berhasil mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui aktivasi ekonomi sirkular.
  • Reduksi Emisi: Memetakan jejak karbon emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 38,8 juta kg CO2e, serta sukses memangkas emisi sebesar 81.672 kg CO2e lewat berbagai efisiensi energi.
  • Kesetaraan Gender: Mempertahankan struktur organisasi yang sehat dengan menjamin kesetaraan upah tanpa bias gender di semua lini manajemen.
Sesi talk show bersama partner ESG Kopi Kenangan, ki-ka: Rezki Achyana (CEO dan Founder Parakerja), Ni Made Bintang Handayani (Founder Kintamani Cascara - Kintara), Angeline Callista (CEO dan Co-Founder Sirsak) dam I Kadek Edi (Founder Karana Global) di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Kopi Kenangan)
Sesi talk show bersama partner ESG Kopi Kenangan, ki-ka: Rezki Achyana (CEO dan Founder Parakerja), Ni Made Bintang Handayani (Founder Kintamani Cascara - Kintara), Angeline Callista (CEO dan Co-Founder Sirsak) dam I Kadek Edi (Founder Karana Global) di Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Kopi Kenangan)

Dampak ini bahkan menjangkau wilayah pegunungan sejuk di Bali. Berkolaborasi dengan Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani, Kopi Kenangan mengucurkan program edukasi pertanian berkelanjutan kepada 50 petani lokal. Tak melupakan masa depan, mereka juga menggelar inkubasi bisnis bagi 14 anak petani serta menyalurkan hibah infrastruktur pertanian guna menjaga regenerasi petani kopi Indonesia.

Baca Juga:

Langkah Inklusif Lewat Program 'Barista Hebat'

Memasuki tahun 2026, Kopi Kenangan membawa misi sosialnya ke ruang yang lebih intim: interaksi langsung di gerai mereka. Lewat program bertajuk Barista Hebat, perusahaan menggandeng organisasi Parakerja untuk membuka pintu karier selebar-lebarnya bagi penyandang disabilitas tuli.

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai aksi karitas sesaat, melainkan sebuah pelatihan vokasional yang terstruktur. Teman tuli dibekali dengan keahlian teknis meracik kopi standar internasional, pengembangan keterampilan komunikasi non-verbal, hingga pendampingan psikologis agar mereka siap bekerja secara profesional di industri food & beverage (F&B) yang terkenal bertekanan tinggi.

Ragam camilan nikmat yang diolah dari limbah kulit kopi, hasil kerjasama Kopi Kenangan dengan Kintara. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Ragam camilan nikmat yang diolah dari limbah kulit kopi, hasil kerjasama Kopi Kenangan dengan Kintara. (Foto: Urbanvibes/R Indriani)

“Program Barista Hebat merupakan bagian dari upaya Kopi Kenangan untuk membangun lingkungan kerja yang menghargai keberagaman talenta dan memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkontribusi secara optimal,” ujar Gemini Aryanto, Group Chief People & Culture Kopi Kenangan.

Bagi Gemini, inisiatif ini merupakan pembuktian di lantai gerai bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi dinding pembatas bagi seseorang untuk tumbuh, berkarya, dan diakui secara profesional.

Melalui sinergi Laporan ESG 2025 dan kehadiran para peracik kopi dari program Barista Hebat, Kopi Kenangan sedang mendefinisikan ulang arti dari segelas kopi yang nikmat. Bahwa rasa yang tertinggal di lidah kita bukan lagi sekadar perpaduan pas antara pahit dan manis, melainkan ada rasa kepedulian mendalam yang ikut larut di dalamnya—menuju Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.