Bukan di kain, kali ini batik hadir dalam bentuk yang berbeda. Manhattan Hotel Jakarta memperkenalkan cara kreatif menikmati warisan budaya Indonesia melalui Batik Reimagined 2026 – “Tradition in a New Perspective”, yang mengajak para tamu mengeksplorasi motif batik di atas piring keramik.

Digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 di NYC Bar & Lounge, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Batik Nasional. Tak hanya menghadirkan talkshow, Batik Reimagined 2026 juga memberikan pengalaman interaktif melalui aktivitas melukis motif batik di atas piring keramik.

Bagi Urbie’s yang selama ini mengenal batik sebagai motif yang lekat dengan kain dan busana, acara ini menawarkan perspektif berbeda. Batik diperkenalkan sebagai warisan budaya yang dapat terus berkembang dan hadir dalam berbagai medium, termasuk keramik dan tableware.

Membawa Batik Lebih Dekat dengan Generasi Muda

Batik Reimagined 2026 mempertemukan unsur budaya, kreativitas, komunitas, dan hospitality. Acara tersebut dihadiri oleh klien, mitra, komunitas, media, hingga content creator yang diajak melihat batik dari perspektif yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisinya.

Salah satu agenda utama adalah talkshow yang dipandu oleh Tiga Dara dari Suara.com. Diskusi tersebut membahas bagaimana batik dapat tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup dan selera generasi muda.

Dalam diskusi, batik tidak lagi dipandang hanya sebagai pakaian formal yang digunakan dalam kesempatan tertentu. Lebih dari itu, unsur batik dapat diterjemahkan ke dalam gaya, bentuk, maupun produk kreatif yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat masa kini.

Urbanvibes article banner

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yaitu Ali Usman Gani selaku Executive Assistant Manager Manhattan Hotel Jakarta, Putri Widya selaku pemilik Karatungga Batik, serta Pepy Alamsjah, Commercial Marketing Director Sango Ceramic Indonesia.

Ketiganya berbagi perspektif mengenai batik dari sisi hospitality, industri batik, serta dunia keramik dan tableware.

Baca Juga:

Motif Batik Berpindah ke Piring Keramik

Bagian yang tak kalah menarik dari Batik Reimagined 2026 adalah aktivitas Batik Painting on Ceramic Plate. Para tamu mendapatkan kesempatan untuk melukiskan inspirasi motif batik di atas piring keramik berukuran 22 sentimeter.

Aktivitas ini membuat peserta tidak hanya menjadi penonton atau pendengar dalam pembahasan mengenai batik. Mereka juga terlibat langsung dalam proses kreatif dengan menerjemahkan motif dan karakter batik sesuai interpretasi masing-masing.

Piring keramik kemudian menjadi medium baru untuk mengenalkan nilai dan estetika batik. Eksplorasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih interaktif dan dekat dengan generasi masa kini.

Foto: dok. Manhattan Hotel
Foto: dok. Manhattan Hotel

Bagi Manhattan Hotel Jakarta, Batik Reimagined 2026 menjadi bagian dari upaya mempertemukanheritage, creativity, community, dan hospitalitydalam sebuah pengalaman yang lebih personal.

Sebagai hotel bintang lima di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Manhattan Hotel Jakarta juga menghadirkan berbagai fasilitas dan pengalaman untuk kebutuhan menginap, meeting, social gathering, corporate event, hingga kegiatan kreatif dan komunitas.

Melalui Batik Reimagined 2026, batik mendapatkan ruang baru untuk terus diperkenalkan dan dikembangkan. Dari kain ke keramik, warisan budaya Indonesia ini menunjukkan bahwa tradisi dapat tetap hidup ketika diberikan ruang untuk beradaptasi dengan kreativitas zaman.

Untuk Urbie’s yang ingin mengetahui informasi mengenai reservasi, pengalaman kuliner, promo, maupun berbagai event di Manhattan Hotel Jakarta, informasi selengkapnya dapat ditemukan melalui kanal resmi hotel di www.hotel-manhattan.com serta akun @manhattanhoteljakarta di Instagram, Facebook, dan TikTok.