Hi Urbie’s! Ada film horor yang membuat penonton takut karena hantunya muncul tiba-tiba, tetapi ada juga film yang membuat penonton terus berpikir bahkan setelah layar bioskop gelap. Pengabdi Setan 3: Origin tampaknya memilih jalur kedua, karena film terbaru dari semesta Joko Anwar ini akhirnya resmi memasuki tahap produksi dengan janji untuk membuka misteri yang selama ini sengaja disimpan.

Rapi Films dan Come and See Pictures mengumumkan produksi Pengabdi Setan 3: Origin pada Selasa, 1 September 2026, dengan target tayang di bioskop pada 2027. Namun, pengumuman kali ini membawa sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar tanggal produksi, yakni gambaran pertama mengenai perjalanan cerita yang akan membawa penonton melintasi sejarah, dua benua, dan tujuh bahasa.

Strasbourg 1518 Jadi Titik Awal Teror

Bagian paling menarik dari Origin justru datang dari pengumuman untuk pasar internasional. Film ini diketahui akan dibuka di Strasbourg pada 1518, sebuah periode ketika Eropa diguncang peristiwa misterius yang kemudian dikenal sebagai Dancing Plague of 1518.

Pada Juli 1518, seorang perempuan bernama Frau Troffea dilaporkan mulai menari di jalanan Strasbourg dan tidak mampu menghentikan dirinya. Dalam waktu singkat, puluhan orang kemudian ikut mengalami fenomena serupa hingga jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan bahkan ratusan orang.

Sebagian orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut bahkan dilaporkan meninggal akibat kelelahan ekstrem, serangan jantung, atau stroke. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi salah satu kasus histeria massal paling terkenal dalam sejarah Eropa.

Sejarawan medis John Waller mengaitkan fenomena tersebut dengan mass psychogenic disorder, yang kemungkinan dipicu oleh tekanan psikologis, kelaparan, dan kondisi sosial yang berat. Namun, untuk sebuah film mengenai sekte dan perjanjian dengan setan, peristiwa misterius seperti ini tentu menjadi bahan bakar cerita yang sangat menggoda.

poster Pengabdi Setan 3 - sumber instagram/JokoAnwar
poster Pengabdi Setan 3 - sumber instagram/JokoAnwar

Dari Strasbourg ke Mercusuar Berhantu di Jawa

Perjalanan Origin kemudian berpindah jauh dari Eropa menuju pesisir selatan Jawa pada abad ke-17. Di sana, sebuah mercusuar berhantu menjadi bagian penting dari kisah yang menghubungkan masa lalu dengan misteri dalam dua film sebelumnya.

Perpindahan latar ini membuat Pengabdi Setan 3 terasa berbeda dari dua film terdahulu. Jika sebelumnya horor terasa dekat dengan rumah, keluarga, dan lingkungan perkotaan, kali ini Joko Anwar membawa penonton masuk ke sebuah dunia yang jauh lebih luas dan tua.

Mercusuar di pesisir selatan Jawa juga menawarkan ruang visual yang sangat berbeda. Bangunan terpencil, laut yang luas, suasana pesisir, serta jarak dari pusat kehidupan manusia dapat menjadi fondasi atmosfer horor yang jauh lebih terisolasi.

Tujuh Bahasa, Dua Benua, Satu Kutukan

Ambisi Origin tidak berhenti pada perjalanan waktunya. Film ini akan menggunakan tujuh bahasa, yaitu Indonesia, Alsatia, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.

Penggunaan banyak bahasa tersebut menunjukkan bahwa unsur sejarah dan perjalanan lintas wilayah bukan sekadar latar belakang. Dunia yang dibangun Joko Anwar memang dirancang untuk bergerak melampaui satu lokasi dan satu periode sejarah.

Joko Anwar sendiri mengatakan bahwa sejak film pertama, cerita Pengabdi Setan memang tidak dirancang untuk selesai dalam satu film. Ada sejumlah hal yang sengaja belum diceritakan dan pertanyaan yang ditinggalkan agar penonton terus membangun teori tentang dunia di balik cerita.

Kini, Origin datang dengan misi yang jauh lebih berani: menjawab dari mana kutukan tersebut berasal dan mengapa teror itu seolah tidak pernah benar-benar berhenti.

Baca juga:

Darminah dan Batara Kembali Jadi Misteri

Nama Darminah dan Batara menjadi dua sosok yang langsung mencuri perhatian setelah pengumuman film ini. Keduanya selama ini berada di balik berbagai peristiwa penting dalam semesta Pengabdi Setan, tetapi cerita mengenai hubungan dan asal-usul mereka belum pernah dijelaskan secara utuh.

Joko Anwar bahkan memberikan teaser personal melalui unggahannya. Dalam foto yang menampilkan Darminah dan Batara, terdapat caption, “Ingat hari itu, Darminah, pertama kali kita bertemu.” — Batara.

Satu kalimat pendek tersebut langsung membuka ruang spekulasi baru. Jika Origin memang menjadi titik awal dari segala sesuatu, maka pertemuan pertama Darminah dan Batara kemungkinan bukan sekadar bagian kecil dari cerita, melainkan salah satu kunci utama menuju asal-usul kutukan.

Rapi Films dan Warisan Pengabdi Setan Selama 47 Tahun

Ada fakta lain yang membuat proyek ini semakin menarik. Rapi Films bukan pendatang baru dalam semesta Pengabdi Setan karena studio tersebut juga memproduksi film Pengabdi Setan garapan Sisworo Gautama Putra pada 1980.

Film Joko Anwar yang dirilis pada 2017 kemudian hadir sebagai remake sekaligus memiliki hubungan prekuel yang lebih longgar dengan film klasik tersebut. Dengan Origin yang direncanakan tayang pada 2027, Rapi Films secara tidak langsung telah menjadi bagian dari perjalanan Pengabdi Setan selama sekitar 47 tahun.

Unggahan Joko Anwar di Instagram Pengabdi Setan 3 - sumber instagram/JokoAnwar
Unggahan Joko Anwar di Instagram Pengabdi Setan 3 - sumber instagram/JokoAnwar

Waralaba ini juga menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Joko Anwar sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu sineas horor paling berpengaruh di Indonesia.

Dari 4,2 Juta hingga Hampir 6,4 Juta Penonton

Ekspektasi terhadap film ketiga juga tidak muncul dari ruang kosong. Pengabdi Setan versi 2017 berhasil mengumpulkan sekitar 4,2 juta penonton dan menjadi salah satu fenomena besar film horor Indonesia.

Lima tahun kemudian, Pengabdi Setan 2: Communion bahkan mencatat sekitar 6,39 juta penonton. Angka tersebut membuat waralaba ini memiliki basis penggemar yang besar sekaligus menjadikan setiap informasi baru mengenai film ketiga sebagai bahan perbincangan.

Kini, Origin berpotensi membawa waralaba tersebut ke level internasional.

Barunson E&A Bawa Origin ke Pasar Global

Untuk penjualan internasional, Pengabdi Setan 3: Origin mendapatkan penanganan dari Barunson E&A, studio Korea Selatan yang dikenal sebagai produser film Parasite.

Film ini akan ditawarkan kepada pembeli internasional di TIFF: The Market, pasar film dalam rangka Toronto International Film Festival yang berlangsung pada 10–16 September 2026. Lebih dari 130 pembeli dari 49 negara disebut telah dikonfirmasi hadir dalam pasar tersebut.

Kehadiran Barunson E&A memperlihatkan bahwa Origin tidak hanya diposisikan sebagai film horor lokal, tetapi juga sebagai proyek yang memiliki potensi untuk berbicara kepada pasar global.

Poster Pertama Sudah Mengirim Pesan

Setelah foto Darminah dan Batara, Joko Anwar juga membagikan poster Pengabdi Setan 3: Origin melalui Instagram. Caption yang menyertainya terasa seperti sebuah janji kepada para penggemar: “Penantian lama tak pernah sia-sia. Semua jawaban bermula di sini.”

Kalimat tersebut mungkin menjadi petunjuk paling sederhana mengenai apa yang ingin dicapai Origin. Film ini bukan hanya ingin menambah satu bab baru, tetapi membawa penonton kembali ke halaman pertama dari sebuah cerita yang selama bertahun-tahun menyisakan pertanyaan.

Dengan produksi lintas dua benua, tujuh bahasa, Strasbourg 1518, mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa, serta misteri Darminah dan Batara, Pengabdi Setan 3: Origin jelas memiliki skala yang jauh lebih besar.

Dan kalau benar semua jawaban bermula di sini, Urbie’s, mungkin pertanyaan terbesarnya bukan lagi “Apa yang akan terjadi?”

Melainkan: “Apa sebenarnya yang terjadi pada awalnya?”

Jawabannya baru akan lahir di bioskop pada 2027.

[Block type not supported: rawTool]