Hi Urbie's! Sebuah kabar besar datang dari industri manga Jepang. Shueisha resmi mengumumkan akan mengakhiri kerja samanya dengan Walt Disney Japan, sebuah keputusan yang berdampak langsung pada seluruh lini manga Marvel yang diterbitkan di bawah kolaborasi tersebut.

Mulai 30 September 2026, semua judul manga Marvel yang diterbitkan Shueisha akan resmi dihentikan. Tidak hanya edisi cetak yang akan berhenti diproduksi, versi digitalnya juga akan ditarik dari seluruh platform distribusi di dunia.

Urbanvibes article banner

Bagi para kolektor maupun penggemar Marvel dan manga Jepang, keputusan ini menandai berakhirnya sebuah era unik yang berhasil mempertemukan dua budaya pop terbesar dunia: superhero Amerika dan gaya bercerita manga Jepang.

Kolaborasi Marvel dan Shueisha Resmi Berakhir

Dalam pengumuman resminya, Shueisha menyatakan bahwa kerja sama lisensi dengan Walt Disney Japan akan berakhir pada akhir September 2026.

Konsekuensinya, seluruh judul manga Marvel yang diterbitkan melalui kolaborasi tersebut tidak lagi tersedia untuk dipasarkan.

Versi fisik masih dapat dibeli, tetapi hanya selama stok yang tersisa masih tersedia di toko buku maupun distributor.

Sementara itu, untuk edisi digital, situasinya jauh lebih drastis.

Seluruh manga akan dihapus dari berbagai layanan digital secara global, sehingga pembaca tidak lagi dapat membeli maupun mengaksesnya melalui platform resmi setelah batas waktu tersebut.

Bagi pembaca yang belum sempat mengoleksi judul-judul tersebut, kesempatan untuk mendapatkannya kini semakin terbatas.

Daftar Manga Marvel yang Resmi Dihentikan

Ada beberapa judul populer yang terdampak langsung oleh berakhirnya kerja sama ini.

Salah satu yang paling dikenal adalah Deadpool: Samurai, manga karya Sanshirō Kasama dan Hikaru Uesugi yang sukses menarik perhatian pembaca berkat humor khas Deadpool yang dipadukan dengan gaya manga shonen.

Selain itu, Spider-Man: Octopus Girl juga menjadi salah satu judul yang cukup mendapat sambutan hangat.

Manga tersebut menghadirkan premis unik ketika Doctor Octopus mengalami kejadian tak terduga yang mengubah arah hidupnya dengan pendekatan yang berbeda dari komik Marvel pada umumnya.

Judul lain yang ikut dihentikan meliputi Spider-Man: Kizuna, Secret Reverse, serta Marvel x Shonen Jump+ Super Collaboration, proyek kolaborasi yang mempertemukan karakter-karakter Marvel dengan kreativitas para kreator manga Jepang.

Ketika Marvel Bertemu Gaya Manga Jepang

Kolaborasi antara Marvel dan Shueisha selama ini dianggap sebagai eksperimen yang cukup sukses.

Alih-alih sekadar menerjemahkan komik Amerika ke format manga, proyek ini menghadirkan cerita baru dengan pendekatan khas Jepang.

Karakter-karakter seperti Spider-Man, Deadpool, hingga para superhero Marvel lainnya mendapatkan interpretasi yang lebih dekat dengan gaya penceritaan manga modern.

Baca Juga:

Mulai dari panel aksi yang dinamis, ekspresi karakter yang khas, hingga ritme cerita ala shonen, semuanya membuat manga-manga tersebut terasa berbeda dibanding komik Marvel versi Barat.

Pendekatan ini berhasil menarik dua kelompok pembaca sekaligus: penggemar manga dan pencinta superhero.

Deadpool: Samurai Jadi Salah Satu Favorit Fans

Di antara seluruh judul yang diterbitkan, Deadpool: Samurai mungkin menjadi yang paling populer.

Manga ini berhasil mempertahankan humor absurd Deadpool sambil memasukkan berbagai elemen budaya Jepang.

Tak sedikit cameo karakter Marvel maupun tokoh dunia manga yang membuat serial tersebut semakin menarik untuk diikuti.

Popularitasnya bahkan melampaui ekspektasi banyak orang dan menjadi bukti bahwa karakter Marvel dapat diterjemahkan dengan baik ke dalam format manga.

Keberhasilannya juga membuka jalan bagi berbagai proyek kolaborasi lain antara Marvel dan kreator Jepang.

Mengapa Penghapusan Digital Jadi Sorotan?

Salah satu hal yang paling membuat penggemar terkejut bukanlah berhentinya produksi fisik, melainkan keputusan untuk menghapus seluruh versi digital.

Biasanya, karya digital masih tetap tersedia meski lisensi penerbit berubah.

Namun kali ini, seluruh manga akan ditarik dari semua toko digital secara global.

Artinya, pembaca yang belum membeli versi digital sebelum tenggat waktu kemungkinan besar tidak lagi memiliki akses resmi terhadap karya-karya tersebut.

Bagi era digital seperti sekarang, langkah ini dianggap cukup signifikan karena menunjukkan bagaimana persoalan lisensi masih memiliki dampak besar terhadap pelestarian karya.

Kolektor Mulai Berburu Edisi Cetak

Tak lama setelah pengumuman tersebut beredar, komunitas manga dan kolektor langsung bereaksi.

Banyak yang mulai berburu edisi fisik sebelum stok benar-benar habis.

Fenomena seperti ini bukan hal baru di dunia koleksi manga.

Ketika sebuah judul berhenti dicetak atau lisensinya berakhir, harga volume fisik sering kali meningkat karena jumlahnya semakin terbatas.

Karena itu, beberapa penggemar memilih segera melengkapi koleksi mereka sebelum manga-manga tersebut benar-benar menghilang dari pasaran.

Akhir Sebuah Kolaborasi Bersejarah

Berakhirnya kerja sama Shueisha dan Walt Disney Japan menjadi penutup bagi salah satu kolaborasi paling menarik dalam industri komik modern.

Selama beberapa tahun terakhir, proyek ini berhasil menunjukkan bahwa karakter superhero Amerika dapat berpadu secara harmonis dengan gaya bercerita manga Jepang.

Meski kolaborasi tersebut kini resmi berakhir, pengaruhnya kemungkinan masih akan terasa dalam berbagai proyek lintas budaya di masa mendatang.

Bagi Urbie's yang belum sempat membaca judul-judul seperti Deadpool: Samurai, Spider-Man: Octopus Girl, atau Spider-Man: Kizuna, sekarang mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk mendapatkan versi resminya sebelum semuanya menghilang dari toko fisik maupun platform digital pada 30 September 2026. Sebuah akhir yang tentu meninggalkan rasa kehilangan bagi banyak penggemar Marvel dan manga di seluruh dunia.

[Block type not supported: rawTool]