Halo, urbie’s! Industri pulp dan kertas Indonesia terus menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian nasional sekaligus memperkuat posisi di pasar global. Sebagai salah satu negara dengan industri pulp dan kertas terbesar di dunia, Indonesia kini menghadapi kebutuhan untuk terus meningkatkan inovasi, efisiensi produksi, serta penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan.

Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu dari enam negara produsen kertas terbesar di dunia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian tahun 2025, sektor industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan memberikan kontribusi sebesar 3,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB industri pengolahan nonmigas.

Dari sisi perdagangan, industri ini juga memiliki kontribusi yang cukup besar. Pada 2025, nilai ekspor pulp Indonesia mencapai sekitar US$3,60 miliar, sedangkan ekspor kertas mencapai US$4,57 miliar. Sektor tersebut juga menjadi sumber lapangan pekerjaan bagi lebih dari 280.000 tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.

Pertumbuhan tersebut membuat kebutuhan terhadap teknologi produksi yang semakin efisien, inovasi, serta solusi berbasis keberlanjutan ikut meningkat. Di tengah persaingan industri global, para pelaku usaha membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan produsen dengan penyedia teknologi, pemasok, pembeli, hingga mitra bisnis dari berbagai negara.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya Indonesia International Paper Chain Industry Exhibition atau Paper Chain Expo 2026. Pameran industri ini akan kembali hadir di Indonesia pada 27–29 Agustus 2026.

Paper Chain Expo 2026 diselenggarakan oleh China National Chemical Information Center (CNCIC) bersama Indonesian Pulp and Paper Association (APKI). Penyelenggaraan di Indonesia juga didukung Maison Events Indo sebagai Official Local Partner, serta Vietnam Pulp and Paper Association (VPPA), Pulp Molding Packaging Professional Committee of China Packaging Federation (PMPPCCPF), dan EP Paper Industrial Professional Committee (EPPIPC).

Memperkuat Teknologi dan Daya Saing Industri

Sebagai salah satu produsen pulp dan kertas dunia, industri domestik Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjaga efisiensi operasional. Inovasi menjadi semakin penting agar industri nasional mampu mempertahankan daya saing di tengah perubahan kebutuhan pasar dan tuntutan terhadap proses manufaktur yang lebih ramah lingkungan.

Ketua Indonesian Pulp and Paper Association (APKI), Suhendra Wiriadinata, menilai kolaborasi teknologi memiliki peran penting dalam perkembangan industri pulp dan kertas Indonesia.

“Indonesia’s pulp and paper industry stands on a strong foundation, but our next priority is driving higher value-add through new technology adoption and more efficient processes.”

Menurutnya, Paper Chain Expo 2026 dapat menjadi wadah bagi pelaku industri untuk menemukan solusi operasional, membangun kemitraan strategis, sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia.

Baca Juga:

Menjadi Bagian dari Kerja Sama Indonesia dan China

Paper Chain Expo 2026 juga tidak berdiri sendiri. Pameran ini menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan China dalam sektor pulp dan kertas.

Sejak 2023, CNCIC dan APKI telah menjalankan China-Indonesia Paper Industry Deep Cooperation Mechanism. Kerja sama tersebut bertujuan mendorong perdagangan, pertukaran teknologi, serta kolaborasi industri antara kedua negara, termasuk dalam sektor pulp, kertas, dan produk berbasis kertas.

Hubungan perdagangan Indonesia dan China juga semakin memperkuat relevansi kerja sama tersebut. Sekitar 75 persen ekspor pulp Indonesia pada 2024 tercatat ditujukan ke China.

Melalui Paper Chain Expo 2026, berbagai sumber daya industri dari Indonesia, China, Vietnam, Rusia, India, hingga kawasan Timur Tengah akan dipertemukan dalam satu platform. Hal ini membuka peluang bagi pelaku industri Indonesia untuk memperluas jaringan bisnis dan mengeksplorasi perkembangan teknologi dari berbagai pasar.

Hadirkan Lebih dari 67 Eksibitor Internasional

Selama tiga hari penyelenggaraan, Paper Chain Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 67 eksibitor dari berbagai negara. Para peserta akan menampilkan teknologi, material, peralatan produksi, serta berbagai solusi pendukung untuk industri pulp, kertas, dan converting.

Pameran ini mencakup lima kategori utama, yaitu bahan kimia untuk manufaktur kertas dan kemasan; mesin pulp dan kertas serta peralatan pulp molding; peralatan tissue paper dan smart manufacturing; kemasan ramah lingkungan, tissue paper, serta produk turunannya; hingga teknologi dan produk pengolahan air limbah untuk industri kertas.

Tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi, Paper Chain Expo 2026 juga mempertemukan pemilik bisnis, asosiasi industri, serta berbagai pemangku kepentingan dalam rantai pasok pulp, kertas, dan kemasan.

Sejumlah forum bisnis akan digelar untuk membahas berbagai isu industri sekaligus mencari solusi atas tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Pameran ini juga dilengkapi dengan sistem business matching, kunjungan kelompok ke pabrik kertas, serta factory tour di sejumlah lokasi industri di Indonesia.

Paper Chain Expo 2026 turut digelar secara bersamaan dengan PACKID, We Pack Southeast Asia, dan Bakery Asean. Kolaborasi tersebut menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh bagi industri kertas dan kemasan dalam satu lokasi.

Buat urbie’s yang berkecimpung di industri pulp, kertas, packaging, manufaktur, maupun teknologi pendukung, Paper Chain Expo 2026 bisa menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan teknologi terbaru sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Anjir, momentum seperti ini memang menarik karena industri Indonesia nggak cuma dituntut tumbuh, tetapi juga harus semakin inovatif, efisien, dan berkelanjutan.

Paper Chain Expo 2026 akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Indonesia. Pendaftaran pengunjung tersedia secara gratis melalui kanal registrasi resmi penyelenggara.

[Block type not supported: rawTool]