Hi Urbie’s! Kalau biasanya momen upacara 17 Agustus identik dengan merah-putih, seragam formal, dan suasana nasionalisme, penampilan Iriana Jokowi justru sukses mencuri perhatian dari sisi yang berbeda: fashion.
Tas yang dibawa Iriana Jokowi saat upacara kemerdekaan langsung bikin netizen salfok, bukan sekadar karena tampilannya yang elegan, tetapi juga karena tas tersebut disebut sebagai salah satu koleksi Chanel yang sudah sangat langka di dunia.
Bukan Tas Chanel Biasa, Ini Koleksi Super Langka
Belakangan terungkap bahwa tas yang digunakan Iriana merupakan Chanel Mini Classic Flap Bag in Embroidered Satin dari koleksi prestisius Chanel Métiers d’Art 2023/24 Collection yang dipresentasikan di Manchester, Inggris.
Di kalangan kolektor luxury bag, tas ini dikenal dengan julukan “Diamond Tea Party” atau “Afternoon Tea Bag” karena menghadirkan konsep pesta teh khas Inggris yang diwujudkan melalui detail bordir dan beadwork yang sangat rumit.
Koleksi Métiers d’Art sendiri merupakan lini eksklusif Chanel yang dibuat untuk merayakan keahlian para artisan terbaik dunia. Tidak heran jika setiap item yang lahir dari koleksi ini sering dianggap sebagai karya seni yang bisa dikenakan.
Detail Tas yang Bikin Kolektor Jatuh Hati
Sekilas, tas ini memang terlihat manis dengan dominasi warna putih. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, detailnya benar-benar menunjukkan level craftsmanship yang berbeda dari tas mewah pada umumnya.
Pada bagian permukaan tas, terdapat ilustrasi teko teh, cangkir teh, cupcake, hingga ornamen bunga berwarna ungu yang seluruhnya dibuat menggunakan teknik bordir dan manik-manik premium. Setiap detail tersebut disusun secara manual sehingga menghasilkan tampilan yang menyerupai karya haute couture.
Material utama yang digunakan adalah embroidered satin berwarna putih yang dipadukan dengan pearl-tone sequins, glass beads, strass, serta hardware logam berlapis emas. Kombinasi material tersebut membuat tas ini tampak berkilau namun tetap elegan dan feminin.
Lebih menarik lagi, pengerjaan tekstil dan bordirnya dilakukan oleh Atelier Montex, salah satu rumah bordir legendaris yang menjadi bagian dari jaringan artisan Métiers d’Art Chanel. Nama Montex sendiri sudah dikenal luas dalam dunia fashion haute couture karena sering mengerjakan detail bordir untuk berbagai rumah mode ternama dunia.
Baca juga:
- Lagu Pop Jepang Lawas Mou Koi Nante Shinai Puncaki Chart Indonesia 2026, Netizen Sebut Penyanyinya Mirip Jokowi
- Mengenal Zodiak Para Presiden Indonesia: Dari Soekarno hingga Jokowi
Stok Eropa Kosong, Chanel HQ Amerika Ikut Konfirmasi
Cerita mengenai tas ini semakin viral setelah personal shopper Athena Thalia membagikan pengalaman saat mencari tas tersebut untuk seorang klien. Menurutnya, tas yang dicari sudah tidak tersedia lagi di berbagai butik Chanel di Eropa.
Athena bahkan menghubungi Chanel Headquarters di Amerika Serikat untuk memastikan ketersediaan barang tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan karena pihak Chanel mengonfirmasi bahwa tas tersebut sudah tidak tersedia dan masuk kategori collector’s piece.
Artinya, tas tersebut bukan lagi produk yang bisa dengan mudah ditemukan di butik resmi. Keberadaannya kini lebih sering menjadi buruan kolektor fashion dan pasar resale kelas premium.
Harganya Tembus Ratusan Juta Rupiah
Nah Urbie’s, bagian yang paling bikin penasaran tentu adalah soal harga. Saat pertama kali diluncurkan, Chanel Mini Classic Flap Bag in Embroidered Satin Métiers d’Art 2023/24 ini dibanderol sekitar US$45.680.
Jika dikonversikan ke kurs saat ini, nilainya setara dengan sekitar Rp740 juta hingga Rp760 juta. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu tas mini Chanel dengan harga fantastis.
Harga tersebut bahkan merupakan harga retail saat peluncuran. Karena jumlah produksinya sangat terbatas dan statusnya kini menjadi collector’s piece, nilai tas ini di pasar sekunder berpotensi meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan harga awalnya.
Dalam dunia luxury fashion, kelangkaan sering kali menjadi faktor utama yang menentukan nilai sebuah barang. Semakin sulit ditemukan, semakin tinggi pula daya tarik dan harga yang bersedia dibayar para kolektor.

Plot Twist yang Bikin Netizen Heboh
Setelah berhasil menemukan satu unit tas yang dicari kliennya, Athena justru dibuat terkejut ketika melihat tas serupa digunakan oleh Iriana Jokowi saat upacara 17 Agustus. Momen tersebut membuatnya melontarkan komentar yang langsung viral di media sosial.
“Apakah plot twist-nya clientku itu Ibu Iriana?” tulis Athena dalam unggahannya. Kalimat sederhana itu langsung memicu rasa penasaran netizen dan membuat pembahasan mengenai tas Chanel tersebut semakin ramai.
Meski tidak ada konfirmasi mengenai siapa klien yang dimaksud, cerita tersebut sukses menambah aura eksklusif dari tas yang memang sudah langka sejak awal. Bagi para pecinta fashion, kisah di balik sebuah barang sering kali sama menariknya dengan barang itu sendiri.
Bukan Sekadar Tas, Tapi Karya Seni yang Bisa Dipakai
Urbie’s, tas Chanel yang dikenakan Iriana Jokowi menunjukkan bahwa dunia luxury fashion bukan hanya soal merek atau harga. Ada unsur craftsmanship, sejarah, kelangkaan, hingga nilai koleksi yang membuat sebuah produk menjadi begitu spesial.
Dengan desain bertema afternoon tea, pengerjaan bordir tingkat haute couture, harga mencapai lebih dari Rp700 juta, serta statusnya sebagai collector’s piece yang disebut hampir mustahil ditemukan, tidak heran jika tas ini langsung menjadi pusat perhatian publik.
Dari sekian banyak detail yang hadir dalam upacara kemerdekaan tahun ini, satu aksesori kecil milik Iriana Jokowi justru berhasil menciptakan percakapan besar di dunia fashion. Dan jika benar hanya tersisa satu yang berhasil ditemukan setelah pencarian panjang lintas negara, maka tas Chanel ini bukan lagi sekadar tas mewah, melainkan sebuah karya seni yang nilainya terus bertambah seiring waktu.














































