Hi Urbie's! Sebuah curhatan di media sosial Threads tengah menjadi perbincangan hangat setelah seorang ibu membagikan pengalaman yang menurutnya sangat membahayakan keselamatan anaknya saat menginap di sebuah hotel bintang lima. Unggahan tersebut dengan cepat viral dan memancing ribuan komentar dari warganet yang mempertanyakan penerapan standar keselamatan bagi tamu, terutama mereka yang membawa bayi, stroller, maupun penyandang disabilitas.

Meski sang pengunggah tidak menyebutkan nama hotel secara langsung, sejumlah pengguna media sosial berspekulasi mengenai lokasi kejadian berdasarkan foto dan deskripsi yang dibagikan. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak hotel terkait dugaan insiden tersebut.

Curhatan Sang Ibu Viral di Threads

Pengguna Threads dengan akun @lidyarrahma membagikan pengalaman yang ia alami saat hendak turun menggunakan lift sambil membawa stroller berisi anaknya yang sedang tertidur.

Unggahan di Threads - sumber foto Threads/lidyarrahman
Unggahan di Threads - sumber foto Threads/lidyarrahman

Dalam unggahannya, ia mengaku dilarang menggunakan lift oleh petugas hotel karena area di sekitar lift sedang digunakan untuk sebuah acara sehingga tamu umum disebut tidak diperbolehkan melintas.

"Masih ga ikhlas sama perlakuan staff hotel bintang 5 yang melarang aku turun pake lift padahal bawa stroller dan anakku lagi tidur. Strollerku DIPAKSA harus lewat eskalator turun! Dengan posisi mundur which is bahaya banget. Hanya karena area sekitar lift lagi ada 'acara' dan tamu umum ga boleh lewat (katanya)."

Ia juga menambahkan bahwa staf hotel sendiri tampak tidak yakin dapat membantu membawa stroller melewati eskalator.

"Jelas-jelas di sini staffnya aja GA YAKIN bisa bawa turun pake stroller. Membahayakan banget!!"

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian pengguna Threads dan menyebar ke berbagai platform media sosial lainnya.

Sang Anak Akhirnya Digendong Lewat Tangga

Dalam unggahan lanjutan, akun yang sama mengungkapkan bahwa situasi akhirnya berubah setelah pihak hotel menyadari risiko penggunaan eskalator.

Alih-alih tetap memaksakan stroller melewati eskalator, anaknya akhirnya digendong melewati tangga.

"Terlepas dari yang terjadi, aku bersyukur anakku masih diberi keselamatan oleh Tuhan. Karena akhirnya dibopong lewat tangga karena menurut mereka lewat eskalator terlalu bahaya (YAIYALAH!!)."

Meski demikian, ia memilih untuk tidak mengungkap identitas hotel yang dimaksud.

"Maaf tapi aku sepertinya gaakan spill nama hotel karena takut urusannya panjang. Personally, I have blacklisted this hotel from now on."

Pernyataan tersebut semakin memancing rasa penasaran warganet mengenai lokasi kejadian.

Baca Juga:

Unggahan di Threads - sumber foto Threads/lidyarrahman
Unggahan di Threads - sumber foto Threads/lidyarrahman

!--nextpage-->

Warganet Pertanyakan Prosedur Keselamatan Hotel

Kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan, mulai dari kritik hingga saran agar kejadian tersebut dilaporkan secara resmi kepada manajemen hotel.

Akun @serahadiwa menyoroti aspek aksesibilitas dengan komentar bernada satir.

"Dear Grand Hyatt, ini kalau case-nya ada yg pake wheelchair apakah disuruh juga turun mundur pake escalator?"

Sementara itu, akun @anzila_ig menduga insiden tersebut terjadi di salah satu hotel di Jakarta.

"Grand Hyatt ya? Keliatan dikit itu lobby-nya. Baru aja kemaren-kemaren dari sana jadi masih inget. Itu eskalator lobby kan?"

Perlu dicatat bahwa dugaan tersebut berasal dari komentar warganet dan belum dapat diverifikasi maupun dikonfirmasi oleh pihak hotel.

Unggahan di Threads - sumber foto Threads/lidyarrahman
Unggahan di Threads - sumber foto Threads/lidyarrahman

Banyak yang Minta Pengaduan Resmi ke Manajemen Hotel

Tidak sedikit pengguna Threads yang menyarankan agar pengunggah menyampaikan keluhan secara resmi kepada pihak hotel agar dapat menjadi bahan evaluasi.

Akun @jzuliasatya menulis bahwa kejadian tersebut perlu dilaporkan langsung kepada jajaran manajemen.

"Kak, ini bahaya banget! Please langsung email ke pihak hotel tentang kejadian yang kakak alami. Tujukan ke GM, manager, dan jajarannya. Karena ini sangat berbahaya sekali untuk keselamatan."

Komentar serupa juga datang dari akun @caesariop yang membagikan pengalaman pribadinya saat mengajukan komplain kepada jaringan hotel Hyatt.

Ia mengaku pernah mengirimkan email langsung kepada General Manager setelah mengalami pengalaman kurang menyenangkan dan mendapatkan respons keesokan harinya.

Menurutnya, jalur komunikasi resmi sering kali lebih efektif dibanding hanya menyampaikan keluhan di media sosial.

Keselamatan Tamu Jadi Sorotan

Di sisi lain, akun @matzenmatzen mencoba memberikan pandangan mengenai prosedur membawa stroller di area eskalator.

Ia menjelaskan bahwa jika memang terpaksa menggunakan eskalator, posisi stroller menghadap mundur memang dianggap lebih aman dibanding menghadap depan.

Namun, ia juga menilai persoalan utamanya justru terletak pada keputusan membatasi akses lift bagi tamu.

Menurutnya, apabila lift ditutup karena suatu acara, seharusnya pihak hotel tetap menyediakan akses yang aman bagi seluruh tamu, terutama mereka yang membawa bayi, lansia, maupun pengguna kursi roda.

Komentar tersebut kemudian mendapat banyak dukungan dari pengguna lain yang menilai keselamatan tamu seharusnya menjadi prioritas utama dalam operasional hotel.

Pentingnya Akses Aman bagi Semua Tamu

Bagi Urbie's, insiden yang viral ini kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan dan aksesibilitas di industri perhotelan.

Hotel berbintang umumnya memiliki prosedur operasional untuk memastikan seluruh tamu dapat berpindah dengan aman, termasuk keluarga yang membawa stroller, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas.

Ketika akses utama seperti lift harus dibatasi karena alasan operasional atau adanya acara tertentu, penyedia layanan idealnya tetap menyediakan jalur alternatif yang aman tanpa meningkatkan risiko bagi tamu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak hotel yang diduga terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai unggahan yang viral di Threads tersebut. Urbanvibes akan memperbarui informasi apabila terdapat klarifikasi atau tanggapan resmi dari pihak terkait.

[Block type not supported: rawTool]