
Hi Urbie’s! Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan kini mulai bergeser. Jika dulu banyak orang baru memeriksakan diri setelah sakit, kini semakin banyak keluarga yang mulai memprioritaskan pencegahan dan deteksi dini alias preventive care sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Tren ini terlihat jelas di kalangan keluarga muda dan generasi milenial yang semakin aktif mencari informasi kesehatan, melakukan medical check-up secara rutin, hingga memastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap sejak dini. Pendekatan yang dikenal sebagai preventive care ini dianggap lebih efektif menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Perubahan pola pikir tersebut juga mendorong transformasi di sektor layanan kesehatan. Banyak penyedia layanan kini tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang mendukung perjalanan kesehatan keluarga secara menyeluruh—mulai dari perencanaan kehamilan, masa kehamilan, hingga kesehatan anak.
Salah satu langkah nyata datang dari Bumame, yang memperluas layanannya dengan menghadirkan ekosistem kesehatan keluarga yang lebih terintegrasi. Perluasan ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan penyedia layanan vaksinasi anak Imuni, serta kerja sama dengan Prof. Dr. dr. Nusratuddin Abdullah, Sp.OG, Subsp. F.E.R(K), MARS dari Nusraya Fertility Center (Nusraya IVF) untuk pengembangan laboratorium patologi di Astra Medic Clinic (AMC), Makassar.
Mendukung Program Kehamilan dengan Diagnostik Presisi
Sejak Februari 2026, Bumame menghadirkan laboratorium patologi di Astra Medic Clinic (AMC), Makassar—salah satu klinik pre-kehamilan dan IVF terkemuka di Indonesia bagian timur.
Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan diagnostik, khususnya untuk pasangan yang menjalani program kehamilan.
Dalam dunia fertilitas, akurasi pemeriksaan laboratorium menjadi faktor krusial dalam menentukan langkah medis yang tepat. Dengan adanya laboratorium patologi ini, dokter dan pasien kini bisa mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih komprehensif dan presisi.
Selain itu, kolaborasi ini juga membuka akses layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia, tidak hanya bagi warga Makassar tetapi juga kota-kota lain di sekitarnya.
CEO Bumame, James Andrew Wihardja, menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi strategi penting dalam menjawab kebutuhan kesehatan keluarga yang semakin kompleks.
“Kami melihat bahwa kebutuhan layanan kesehatan keluarga semakin berkembang. Mulai dari pemeriksaan kesehatan selama program kehamilan, vaksinasi anak, hingga pemantauan kesehatan secara rutin. Karena itu, Bumame membangun kolaborasi dengan berbagai partner yang memiliki keahlian spesifik di bidangnya, sehingga layanan yang tersedia bisa lebih komprehensif dan mudah diakses masyarakat,” ujar James saat acara “Buka Puasa Bersama Bumame” di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, tren preventive care menunjukkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat memandang kesehatan.
“Kini semakin banyak masyarakat yang tidak menunggu sakit untuk datang ke fasilitas kesehatan. Mereka mulai fokus pada pencegahan dan deteksi dini,” tambahnya.
Vaksinasi Anak Jadi Kunci Perlindungan Sejak Dini
Selain memperkuat layanan di bidang fertilitas, Bumame juga memperluas akses vaksinasi anak melalui kolaborasi dengan Imuni, platform layanan vaksinasi yang fokus pada kesehatan anak.
Menurut vaksinolog sekaligus internis dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP, vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit serius pada anak.
“Vaksinasi pada anak sangat krusial karena banyak penyakit serius yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi lengkap sejak usia dini. Dalam beberapa kasus, vaksinasi pada orang dewasa lebih bersifat sebagai booster, dengan asumsi bahwa vaksinasi dasar sudah dilakukan saat masih kanak-kanak,” jelas dr. Dirga di kesempatan yang sama.
Ia juga melihat adanya perubahan pola pikir yang cukup signifikan pada orang tua masa kini.
Menurutnya, generasi milenial cenderung lebih proaktif dalam mencari informasi kesehatan dan memastikan anak mendapatkan perlindungan maksimal sejak dini.
Namun tantangan tetap ada, terutama bagi orang tua di wilayah perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi.
Kesibukan seringkali membuat jadwal vaksinasi anak tertunda, meskipun kesadaran terhadap pentingnya vaksinasi sudah meningkat.
Baca Juga:
- Strategi Marketing Random Aldi Taher Bikin Aldis Burger Viral di Media Sosial
- Bon Jovi Segera Jadi Film Biografi, Universal Siapkan Proyek Besar Tentang Band Rock Ikonik
- Nggak Perlu Antre di Bank! Ini Daftar ATM Pecahan Kecil untuk Tukar Uang Lebaran 2026
Layanan Walk-In untuk Vaksinasi Anak
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bumame bersama Imuni menghadirkan layanan vaksinasi anak dengan sistem walk-in di sejumlah klinik Bumame.
Layanan ini telah tersedia di Bumame BSD sejak 9 Februari 2026 dan akan diperluas ke Bumame TB Simatupang serta Bumame Cideng mulai 24 Maret 2026.
Dengan sistem walk-in, orang tua dapat membawa anak untuk vaksinasi tanpa proses yang rumit, sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih praktis dan fleksibel.
Langkah ini diharapkan dapat membantu keluarga muda menjalankan langkah-langkah preventive care secara lebih mudah.
Membangun Ekosistem Kesehatan Keluarga
Melalui kolaborasi ini, Bumame berharap dapat menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi, sehingga masyarakat, khususnya keluarga muda, dapat melakukan langkah pencegahan kesehatan dengan lebih praktis.
Ke depannya, Bumame juga melihat bahwa kemitraan dengan berbagai penyedia layanan kesehatan akan menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperluas jangkauan layanan, sekaligus menghadirkan pengalaman kesehatan yang lebih menyeluruh, terpercaya, dan nyaman bagi masyarakat Indonesia.

















































