Home Entertainment Disney Remake Lagu Ikonik dengan Bahasa Isyarat, Buka Panggung Baru untuk Komunitas...

Disney Remake Lagu Ikonik dengan Bahasa Isyarat, Buka Panggung Baru untuk Komunitas Tuli

8
0
Disney Remake Lagu Ikonik bahasa isyarat - sumber foto Disney
Disney Remake Lagu Ikonik bahasa isyarat - sumber foto Disney
Iklan Top Ad

Urbie’s! Disney kembali bikin gebrakan yang bukan cuma menghibur, tapi juga menyentuh hati. Dalam rangka memperingati National Deaf History Month, Disney+ resmi menghadirkan proyek spesial bertajuk Disney Animation’s Songs in Sign Language, yaitu versi baru dari beberapa lagu ikonik film animasi Disney yang kini dibawakan menggunakan bahasa isyarat Amerika (ASL).

Bukan sekadar menambahkan subtitle atau interpretasi biasa, Disney benar-benar menggarap ulang adegan musikal animasi agar karakter di dalam film menyanyikan lagu lewat gestur bahasa isyarat sebagai bagian dari narasi visual.

Hasilnya? Sebuah pengalaman menonton yang indah, emosional, dan membuka akses lebih luas bagi komunitas Tuli di seluruh dunia.

Tiga Lagu Ikonik Diubah ke Bahasa Isyarat

Mulai 27 April, pelanggan Disney+ bisa menyaksikan tiga sekuens musikal populer dari film animasi modern Disney yang telah direimajinasi ke dalam ASL.

Tiga lagu tersebut adalah:

  • The Next Right Thing dari Frozen 2
  • We Don’t Talk About Bruno dari Encanto
  • Beyond dari Moana 2

Ketiganya dipilih bukan tanpa alasan. Lagu-lagu ini dikenal punya emosi kuat, lirik mendalam, dan ikatan besar dengan penonton lintas usia.

Kini, makna lagu tersebut diterjemahkan bukan hanya lewat suara, tetapi juga melalui gerakan tangan, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh.

Bukan Terjemahan Kata per Kata

Urbie’s, yang membuat proyek ini spesial adalah pendekatannya yang sangat serius dan artistik.

Disney bekerja sama dengan Deaf West Theatre, teater ternama di Los Angeles yang dikenal sebagai pelopor karya inklusif dan telah memenangkan penghargaan Tony Award.

Dipimpin oleh DJ Kurs sebagai artistic director, tim kreatif bersama koreografer bahasa isyarat Catalene Sacchetti dan delapan performer Tuli merancang ulang setiap lagu.

Alih-alih menerjemahkan lirik secara literal, mereka fokus pada:

  • Makna inti lagu
  • Emosi karakter
  • Ritme dan energi adegan
  • Cerita yang ingin disampaikan

Artinya, bahasa isyarat yang ditampilkan bukan sekadar translasi, tetapi benar-benar bagian dari seni pertunjukan.

Digarap Lebih dari 20 Animator Disney

Proyek ini disutradarai oleh animator senior Disney Hyrum Osmond, sosok berpengalaman yang telah lama berkarya di Walt Disney Animation Studios.

Osmond memimpin tim yang terdiri dari lebih dari 20 animator untuk membuat ulang adegan-adegan tersebut.

Menurutnya, sebagian besar animasi dalam proyek ini dibuat ulang dari nol.

“Dalam banyak kasus, kami menciptakan animasi yang benar-benar baru. Ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan agar tetap setia pada niat asli adegan,” jelas Osmond.

Itu berarti gerakan tangan karakter, timing ekspresi, hingga dinamika tubuh disusun ulang agar sesuai dengan struktur bahasa isyarat dan tetap menyatu dengan visual asli Disney.

Baca Juga:

Proyek yang Sangat Personal

Yang membuat proyek ini terasa lebih dalam, Hyrum Osmond mengungkap alasan personal di balik keterlibatannya.

Ayah Osmond adalah seorang Tuli. Namun saat kecil, ia tidak belajar bahasa isyarat. Hal itu menciptakan jarak komunikasi antara dirinya dan sang ayah.

“Hambatan itu mencegah saya benar-benar terhubung dengan ayah saya,” ujarnya.

Karena itu, proyek ini bukan hanya pekerjaan profesional, tetapi juga perjalanan emosional.

“Bahasa isyarat adalah salah satu bentuk komunikasi paling indah di dunia. Jika ada medium yang cocok untuk menampilkannya, maka itu adalah animasi.”

Pernyataan ini langsung menyentuh banyak penonton karena menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar strategi industri, tetapi soal koneksi manusia.

Disney Stories Are Universal Language

DJ Kurs dari Deaf West Theatre juga mengaku langsung berkata “iya” saat pertama kali diajak berkolaborasi dengan Disney.

Menurutnya, kisah-kisah Disney adalah bahasa universal masa kecil.

“Kesempatan membawa bahasa kami ke dunia itu adalah momen bersejarah untuk menjangkau audiens global.”

Ia menambahkan bahwa selama ini komunitas Tuli tumbuh dengan mencintai karya Disney. Namun kali ini, justru Disney yang beradaptasi kepada mereka.

Kalimat itu terasa sangat kuat.

Selama bertahun-tahun, kelompok minoritas sering diminta menyesuaikan diri dengan sistem hiburan mayoritas. Kini, salah satu studio terbesar dunia justru mengambil langkah sebaliknya.

Penting untuk Anak-anak Tuli

Salah satu dampak terbesar dari proyek ini tentu untuk anak-anak Tuli.

Bayangkan seorang anak yang selama ini menyukai Frozen, Encanto, atau Moana, lalu kini bisa melihat karakter favorit mereka “bernyanyi” menggunakan bahasa yang mereka pahami secara alami.

Representasi seperti ini punya efek besar terhadap rasa percaya diri, identitas, dan perasaan diterima.

Kurs berharap proyek ini membuka kemungkinan baru di hati dan pikiran anak-anak Tuli di seluruh dunia.

Dan jujur saja, itu harapan yang indah.

Disney Naik Level dalam Inklusivitas

Disney sebenarnya bukan pertama kali menghadirkan elemen aksesibilitas, seperti subtitle, audio description, atau karakter dengan latar belakang disabilitas.

Namun Songs in Sign Language terasa berbeda karena aksesibilitas kini menjadi bagian utama dari seni, bukan fitur tambahan.

Ini langkah besar yang bisa menjadi standar baru bagi industri hiburan global.

Bayangkan jika ke depan film musikal, konser animasi, serial anak, hingga pertunjukan live mulai mengintegrasikan bahasa isyarat langsung ke dalam desain kreatif.

Internet Langsung Antusias

Sejak diumumkan, banyak netizen memuji langkah Disney ini sebagai inovasi yang hangat dan bermakna.

Tak sedikit yang menyebut proyek ini sebagai contoh bagaimana teknologi, seni, dan empati bisa bertemu dalam satu karya.

Di tengah era konten cepat dan viral sesaat, Disney justru hadir membawa sesuatu yang punya dampak nyata.

Lebih dari Sekadar Lagu

Urbie’s, proyek ini bukan cuma tentang menyanyikan ulang lagu Disney dengan tangan.

Ini tentang membuka pintu.

Tentang memastikan lebih banyak orang bisa merasa dilihat, didengar, dan menjadi bagian dari cerita yang sama.

Dan ketika karakter Disney mulai “bernyanyi” lewat bahasa isyarat, dunia hiburan baru saja berbicara dengan cara yang jauh lebih indah.