Home Entertainment Macklemore Ungkap Percakapan dengan Ed Sheeran Usai Dicoret dari Tur, Kini Donasikan...

Macklemore Ungkap Percakapan dengan Ed Sheeran Usai Dicoret dari Tur, Kini Donasikan US$1 Juta untuk Palestina

4
0
Macklemore Ungkap Percakapan dengan Ed Sheeran - sumber foto Instagram/macklemore teddysphotos
Macklemore Ungkap Percakapan dengan Ed Sheeran - sumber foto Instagram/macklemore teddysphotos
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Persahabatan selama 13 tahun ternyata tidak membuat Macklemore dan Ed Sheeran memiliki pandangan yang sama ketika pembicaraan beralih ke Gaza dan Palestina.

Macklemore akhirnya buka suara lebih panjang mengenai keputusannya menyuarakan dukungan untuk Palestina saat tampil sebagai pembuka konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026. Beberapa hari kemudian, ia dikeluarkan dari sisa jadwal tur Amerika Serikat Sheeran.

Macklemore mengatakan dirinya dan Ed telah melakukan percakapan panjang mengenai situasi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan tentang Gaza tidak seharusnya menghapus persahabatan yang telah mereka bangun selama lebih dari satu dekade.

Macklemore Sebut Ada Tekanan dari Pemilik Stadion

Menurut versi Macklemore, Ed memberitahunya bahwa Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, menghubunginya setelah aksi Macklemore menyerukan “Free Palestine”.

Macklemore mengklaim Kraft menyampaikan bahwa dirinya tidak akan diizinkan tampil di Gillette Stadium dan telah menghubungi pemilik stadion lain. Jika Macklemore tetap menjadi bagian dari tur, menurut cerita yang disampaikan Macklemore, konser Ed berpotensi menghadapi persoalan di sejumlah venue.

Klaim tersebut kemudian mendapatkan konteks tambahan dari pernyataan Ed. Sheeran mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore berasal dari promotor dan pihak venue, bukan dirinya, serta mengaku telah berusaha mencari jalan keluar di antara berbagai pihak.

Promotor Messina Touring Group sebelumnya juga menyatakan bahwa mereka mendapat pemberitahuan dari sejumlah venue bahwa konser tidak akan diizinkan berlangsung jika Macklemore tetap berada dalam lineup.

Ed Sheeran: “Keputusan Itu Bukan Milik Saya”

Ed kemudian memberikan penjelasan mengenai posisinya. Ia mengatakan kontrak Macklemore berada dengan promotor, bukan dirinya, dan menyebut bahwa dirinya menghabiskan waktu untuk mencoba membangun jalan tengah antara berbagai pihak.

Sheeran juga mengatakan bahwa ia prihatin terhadap penderitaan yang terjadi dalam konflik Israel-Palestina. Namun, ia menjelaskan bahwa dirinya memilih tidak menggunakan platform profesionalnya untuk membicarakan politik secara terbuka.

Menurut Ed, membatalkan pertunjukan bukan pilihan yang ingin ia ambil karena keputusan tersebut akan berdampak kepada penggemar, kru, musisi, dan pekerja lain yang bergantung pada tur tersebut. Dengan demikian, pernyataan kedua musisi memperlihatkan dua sisi berbeda mengenai bagaimana kontroversi tersebut berkembang.

Macklemore: “Free Palestine” Bukan Sekadar Aksi Panggung

Macklemore sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berhenti menyuarakan apa yang menurutnya sedang terjadi di Gaza hanya karena hubungan personal dengan Ed.

Ia juga menceritakan bahwa Ed menyampaikan kepadanya bahwa ungkapan “Free Palestine” dan penggunaan bendera Palestina dianggap menyakitkan oleh sejumlah orang yang ditemuinya. Macklemore kemudian menjelaskan bahwa mereka memiliki perbedaan mendasar dalam melihat situasi tersebut.

Baca juga:

Bagi Macklemore, keberadaan di atas panggung memberikan kesempatan untuk mengarahkan perhatian publik kepada penderitaan warga Palestina. Ia bahkan mengatakan tidak membutuhkan banyak kesempatan tampil bersama Ed—dua pertunjukan di hadapan sekitar 90.000 orang sudah dianggap cukup untuk menyampaikan pesan tersebut.

Ketika akhirnya kehilangan tempat dalam tur, Macklemore mengatakan bahwa jika situasi tersebut justru membuat lebih banyak perhatian tertuju kepada Palestina, ia memandangnya sebagai sesuatu yang tetap memiliki makna.

US$1 Juta Pendapatan Tur Akan Disalurkan

Babak terbaru kontroversi ini datang pada 16 September. Macklemore mengumumkan bahwa ia akan menyumbangkan sekitar US$1 juta dari pendapatan bersihnya sebagai bagian dari The Loop Tour kepada enam organisasi yang memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina.

Dalam pernyataannya, Macklemore mengatakan ingin mengembalikan fokus pembicaraan kepada masyarakat Palestina yang menurutnya masih menghadapi kematian, pendudukan militer, dan perjuangan untuk mendapatkan kebebasan.

Ia juga menantang Robert Kraft untuk menyamai donasi tersebut. Perkembangan berikutnya menunjukkan Kraft dan Sheeran kemudian mengumumkan kontribusi masing-masing untuk bantuan kemanusiaan di Gaza, meskipun jumlah dan mekanismenya berbeda dari donasi Macklemore.

Roger Waters Ikut Bereaksi

Kontroversi ini juga menarik perhatian Roger Waters, salah satu pendiri Pink Floyd yang selama bertahun-tahun secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Waters secara publik mengkritik Ed Sheeran terkait keluarnya Macklemore dari tur. Dalam pernyataannya, Waters menggambarkan Macklemore sebagai musisi yang menurutnya melakukan hal yang benar, sekaligus menyampaikan kritik keras terhadap Sheeran.

Namun, perdebatan tersebut tetap memiliki banyak lapisan. Di satu sisi terdapat persoalan kebebasan musisi dalam menyampaikan pandangan politik, sementara di sisi lain ada pertimbangan venue, promotor, kontrak, penonton, dan pekerja yang terlibat dalam sebuah konser berskala besar.

Pada akhirnya, perselisihan Macklemore dan Ed Sheeran memperlihatkan bagaimana panggung musik bisa berubah menjadi ruang perdebatan publik ketika seorang artis membawa isu geopolitik ke hadapan puluhan ribu penonton.

Dan yang membuat ceritanya semakin kompleks, Macklemore mengatakan pintu untuk berdiskusi dengan Ed tetap terbuka. Jadi, Urbie’s, apakah hubungan pertemanan selama 13 tahun bisa tetap bertahan ketika dua musisi memiliki cara yang sangat berbeda dalam merespons isu sebesar Gaza?