Hi Urbie’s! Kabar yang selama ini mungkin paling sulit dibayangkan para pencinta sepak bola Argentina akhirnya datang juga. Lionel Messi mengumumkan keputusan untuk pensiun dari Timnas Argentina setelah 20 tahun mengenakan jersey biru-putih La Albiceleste.
Pengumuman tersebut disampaikan Messi melalui unggahan di Instagram, dalam sebuah pernyataan panjang yang terasa sangat personal dan emosional. Setelah melalui banyak pertimbangan sejak final Piala Dunia 2026, pemain yang selama dua dekade menjadi wajah sepak bola Argentina itu akhirnya merasa waktunya telah tiba untuk menutup satu babak terbesar dalam kariernya.
Messi: Keputusan yang Sakit, tetapi Sudah Saatnya
Dalam unggahannya, Messi mengaku bahwa keputusan meninggalkan Timnas Argentina bukan sesuatu yang mudah. Ia bahkan menggambarkan keputusan tersebut sebagai sesuatu yang “dolió y duele en el alma”—sebuah keputusan yang menyakitkan hingga ke dalam jiwa.
Messi menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan seluruh kemampuan untuk Argentina, bukan hanya ketika tim meraih berbagai gelar dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum era kejayaan tersebut, ia juga berkali-kali berjuang melewati kritik, kegagalan, dan rasa kecewa demi satu tujuan: memberikan kebahagiaan kepada masyarakat Argentina.
“Les juro que siempre dejé todo,” tulis Messi, menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan segalanya untuk seragam yang begitu ia cintai.
Kalimat tersebut menjadi semacam penutup dari perjalanan panjang seorang pemain yang pernah merasakan hampir seluruh spektrum emosi bersama tim nasional. Dari kekalahan yang menyakitkan hingga akhirnya mengangkat trofi-trofi yang selama bertahun-tahun terasa begitu jauh.
Dari Kritik hingga Menjadi Legenda Argentina
Perjalanan Messi bersama Timnas Argentina tidak selalu dipenuhi kemenangan. Justru, salah satu bagian paling menarik dari kisahnya adalah bagaimana ia harus melewati periode ketika dirinya dipertanyakan oleh publik Argentina.
Messi sempat menghadapi tekanan besar setelah beberapa kegagalan di turnamen internasional, termasuk kekalahan di final Copa América dan Piala Dunia. Bahkan, keputusan pensiun dari tim nasional pernah ia pertimbangkan pada 2016 sebelum akhirnya kembali dan melanjutkan perjuangannya bersama La Albiceleste.
Kembalinya Messi kemudian menjadi awal dari salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina. Bersama generasi pemain yang kemudian menjadi rekan seperjuangannya, ia berhasil membawa Argentina meraih Copa América, Finalissima, Piala Dunia, hingga berbagai pencapaian lainnya.
Karena itu, ketika Messi mengatakan dirinya “sudah memberikan semuanya”, kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan perpisahan. Ada dua dekade perjuangan yang berdiri di belakangnya.
“Aku Sudah Tidak Punya Lagi untuk Diberikan”
Salah satu bagian paling menyentuh dari pesan Messi adalah pengakuannya bahwa dirinya sudah merasa kosong setelah memberikan seluruh yang ia punya untuk Argentina.
“Me vacié, ya no tengo más para dar,” tulisnya, yang kurang lebih berarti bahwa dirinya sudah memberikan semuanya dan tidak memiliki lebih banyak lagi untuk diberikan.
Messi juga menyadari bahwa sepak bola Argentina memiliki generasi baru yang sedang tumbuh. Ia menyebut bahwa sudah ada pemain-pemain muda hebat yang layak mendapatkan kesempatan untuk mengenakan seragam nasional dan melanjutkan perjuangan La Albiceleste.
Keputusan tersebut menunjukkan sisi lain Messi yang jarang terlihat di lapangan. Alih-alih mempertahankan tempatnya tanpa batas, ia memilih memberi ruang bagi generasi berikutnya.

Baca juga:
- Messi, Ronaldo, Mbappe, dan Vinicius Satu Frame di Iklan LEGO Jelang Piala Dunia 2026
- Bukan Sekadar Final Piala Dunia! Momen Lamine Yamal dan Lionel Messi Bikin Fans Menangis, Spanyol Resmi Jadi Raja Baru Dunia
Messi Tak Benar-Benar Pergi dari Argentina
Meski menyatakan pensiun, Messi memberikan satu pesan yang membuat perpisahan tersebut terasa sedikit lebih hangat. Ia mengatakan bahwa dirinya kini akan menjadi “satu lagi” di antara para pendukung Argentina.
Ia akan tetap mendukung La Albiceleste dari luar lapangan, baik ketika Argentina berada dalam masa kejayaan maupun ketika kembali menghadapi masa sulit.
Kalimat tersebut terasa seperti perubahan peran. Jika selama 20 tahun Messi menjadi sosok yang berada di tengah lapangan dan didukung jutaan orang Argentina, kini ia akan berdiri di sisi yang sama dengan mereka: menjadi suporter.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarganya, para pelatih, rekan setim, dan seluruh pihak yang pernah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya bersama tim nasional.
Ada Pesan tentang Sang Ayah di Balik Keputusan Messi
Menariknya, Messi mengungkap bahwa pesan tersebut sebenarnya telah ia tulis pada 21 Juli, hanya dua hari setelah final Piala Dunia 2026.
Namun, ada sesuatu yang membuatnya kembali menegaskan keputusan tersebut. Messi menyebut bahwa setelah apa yang terjadi dengan ayahnya, ia kini semakin yakin dengan pilihannya untuk meninggalkan Timnas Argentina.
Pernyataan tersebut membuat unggahannya terasa jauh lebih personal. Di balik sosok superstar yang selama bertahun-tahun terlihat kuat di hadapan jutaan penonton, ternyata ada proses emosional dan keluarga yang turut memengaruhi keputusan besar ini.
Messi menutup pesannya dengan rasa bangga karena terlahir sebagai orang Argentina. Ia juga menyampaikan satu kalimat yang rasanya akan terus melekat bagi para penggemar La Albiceleste: “¡Vamos Argentina!”
Akhir dari Sebuah Era
Pensiunnya Lionel Messi dari Timnas Argentina bukan hanya soal seorang pemain yang berhenti bermain untuk negaranya. Ini adalah akhir dari sebuah era yang telah berlangsung selama dua dekade dan membentuk salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah sepak bola modern.
Dari seorang pemain muda berbakat hingga menjadi kapten yang mengangkat trofi Piala Dunia, Messi telah melewati perjalanan yang penuh luka, kritik, kebangkitan, dan akhirnya kejayaan. Kini, ia memilih pergi dengan ketenangan dan kebanggaan karena merasa telah memberikan momen-momen yang pernah diimpikan bersama rekan-rekannya.
Bagi Argentina, jersey nomor 10 mungkin masih akan memiliki pemilik baru suatu hari nanti. Namun bagi banyak penggemar, nomor tersebut akan selalu mengingatkan mereka pada seorang anak Rosario yang tumbuh menjadi legenda dunia dan menghabiskan 20 tahun hidupnya untuk satu warna: biru-putih Argentina.

















































