Hi Urbie’s! Lionel Messi baru saja menutup satu babak besar dalam hidupnya setelah memutuskan pensiun dari timnas Argentina, tetapi ternyata sang megabintang belum benar-benar menjauh dari dunia sepak bola. Alih-alih memikirkan kursi pelatih atau sekadar menikmati masa pensiun, Messi justru sedang menyiapkan langkah yang bisa membuatnya menjadi orang di balik layar sebuah klub.
Kabar terbarunya bahkan bukan lagi sekadar rumor, karena Messi telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mengambil alih CD Eldense, klub kasta kedua Liga Spanyol. Jika seluruh proses hukum dan regulasi selesai, Messi akan menjadi pemegang saham mayoritas klub tersebut dan memasuki dunia kepemilikan sepak bola secara lebih serius.
Messi Tak Mau Sekadar Jadi Pelatih Setelah Pensiun
Menariknya, keinginan Messi untuk memiliki klub sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Dalam wawancara yang dirilis pada Januari 2026, pemain asal Argentina tersebut pernah mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu melihat masa depan sebagai pelatih dan justru lebih tertarik menjadi pemilik klub.
Messi bahkan membayangkan sebuah klub yang bisa dimulai dari bawah, dikembangkan secara bertahap, serta memberikan kesempatan kepada pemain dan orang-orang di dalamnya untuk berkembang. Jadi, ketika sekarang namanya dikaitkan dengan akuisisi klub Spanyol, langkah tersebut terasa seperti realisasi dari rencana yang sebelumnya sudah ia ungkapkan.
Targetnya Bukan Klub Raksasa, Melainkan Eldense
Nama klub yang menjadi incaran Messi mungkin tidak sebesar Barcelona, Real Madrid, atau klub-klub elite Eropa lainnya. Klub tersebut adalah CD Eldense, tim yang bermarkas di Elda, Provinsi Alicante, dan saat ini berkompetisi di Segunda División atau kasta kedua sepak bola Spanyol.
Kesepakatan yang diumumkan pada September 2026 membuat Messi berpotensi membeli 100 persen saham yang saat ini dimiliki Grupo TH Soluciones. Namun, transaksi tersebut masih harus melewati proses hukum, due diligence, serta mendapatkan persetujuan dari Consejo Superior de Deportes atau Dewan Olahraga Tinggi Spanyol.
Eldense sendiri bukan klub dengan sejarah penuh trofi seperti raksasa La Liga. Klub yang berdiri sejak 1921 ini justru memiliki perjalanan panjang di divisi bawah dan baru kembali ke level kedua sepak bola Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.
Ini Bukan Investasi Pertama Messi di Spanyol
Kalau Urbie’s mengira Eldense akan menjadi klub pertama yang dimiliki Messi di Spanyol, ternyata tidak. Pada April 2026, Messi lebih dulu membeli UE Cornellà, klub asal Catalonia yang bermain di level kelima piramida sepak bola Spanyol.
Cornellà dikenal memiliki reputasi dalam pengembangan pemain muda dan akademinya pernah menghasilkan pemain yang kemudian terhubung dengan Barcelona. Dengan Eldense sebagai calon klub keduanya, investasi Messi mulai terlihat bukan sebagai aksi sekali jalan, tetapi sebagai bagian dari portofolio sepak bola yang sedang dibangunnya.
Baca juga:
- Messi, Ronaldo, Mbappe, dan Vinicius Satu Frame di Iklan LEGO Jelang Piala Dunia 2026
- Bukan Sekadar Final Piala Dunia! Momen Lamine Yamal dan Lionel Messi Bikin Fans Menangis, Spanyol Resmi Jadi Raja Baru Dunia
Dari Pemain Terbaik Dunia Menjadi Pengambil Keputusan
Perubahan peran ini menarik karena Messi selama lebih dari dua dekade dikenal sebagai pemain yang menentukan pertandingan melalui kaki kirinya. Kini, tantangan yang akan dihadapinya justru berbeda: bagaimana mengelola klub, membangun struktur olahraga, mengembangkan pemain, dan membuat sebuah institusi sepak bola tumbuh secara berkelanjutan.
Eldense juga bukan proyek tanpa tantangan. Klub tersebut tengah berada dalam situasi yang membutuhkan pembenahan, sehingga Messi tidak hanya membeli nama atau aset olahraga, tetapi berpotensi mengambil alih proyek yang membutuhkan strategi jangka panjang.
Pensiun dari Argentina, Bukan Berarti Selesai dengan Sepak Bola
Keputusan Messi pensiun dari timnas Argentina datang setelah perjalanan internasional yang berlangsung sekitar dua dekade. Ia memang gagal menutup cerita dengan trofi Piala Dunia kedua setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, tetapi warisannya bersama Albiceleste tetap sangat besar, termasuk gelar Copa América dan Piala Dunia 2022.
Kini, kisah Messi memasuki fase yang berbeda. Ia tidak lagi hanya ingin menjadi pemain yang memenangkan pertandingan, tetapi mulai membangun sesuatu yang bisa tetap berjalan bahkan ketika dirinya sudah tidak lagi mengenakan jersey nomor 10.
Apakah Messi Sedang Membangun Kerajaan Sepak Bola?
Urbie’s, kalau melihat langkah Messi beberapa tahun terakhir, ada pola yang mulai terlihat. Selain rencana kepemilikan Eldense dan Cornellà, Messi juga memiliki kepemilikan bersama di klub Uruguay Deportivo LSM bersama sahabat sekaligus mantan rekan setimnya, Luis Suárez, serta dijadwalkan mendapatkan saham di Inter Miami setelah kontrak bermainnya berakhir.
Jadi, pensiun dari timnas Argentina mungkin hanya menandai berakhirnya satu versi Lionel Messi. Versi berikutnya bisa jadi jauh lebih menarik karena untuk pertama kalinya, Messi tidak lagi mengejar bola di lapangan, melainkan mulai menentukan ke mana sebuah klub akan bergerak.
Kalau kesepakatan Eldense benar-benar rampung, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah Messi akan menjadi pemilik klub. Pertanyaannya justru: seberapa besar kerajaan sepak bola yang ingin dibangun La Pulga setelah karier bermainnya benar-benar berakhir?


















































