Hi Urbie’s, kabar membanggakan datang dari dunia kreator konten Indonesia! Beauty influencer ternama, Tasya Farasya, baru saja mencetak momen bersejarah dalam kariernya. Ia mendapatkan kesempatan langka untuk mewawancarai dua bintang besar Hollywood, yakni Meryl Streep dan Anne Hathaway, yang kembali berperan dalam film The Devil Wears Prada 2.
Momen spesial tersebut terjadi di Tokyo, Jepang, dan menjadi salah satu pencapaian besar bagi Tasya sebagai kreator konten asal Indonesia yang berhasil menembus industri hiburan global. Dalam kesempatan itu, Tasya mewawancarai Meryl Streep yang ikonik sebagai karakter Miranda Priestly, serta Anne Hathaway yang kembali memerankan Andrea “Andy” Sachs.
Tak hanya sekadar interview biasa, pengalaman ini juga menyentuh sisi emosional Tasya. Ia mengaku sangat terharu hingga tak kuasa menahan air mata. Bagi seorang beauty influencer yang memulai karier dari dunia digital, bisa berhadapan langsung dengan aktris kelas dunia tentu menjadi mimpi yang akhirnya terwujud.
Yang bikin momen ini makin spesial, Urbie’s, adalah pujian tak terduga dari Meryl Streep kepada Tasya. Aktris senior tersebut memuji aroma parfum Tasya yang dianggap sangat harum. Meski terdengar sederhana, pujian itu langsung jadi momen emosional yang membekas. Tasya bahkan terlihat terharu hingga menitikkan air mata karena nggak menyangka bisa mendapat apresiasi langsung dari ikon dunia film tersebut.
Baca Juga:
- Misi Artemis II Cetak Sejarah, Untuk Pertama Kalinya Manusia Bisa Menyaksikan Bumi dari Sisi “Lain” Bulan
- Dari Cinta untuk Cucu, Sepasang Lansia di Takaharu, Jepang Bangun Totoro Raksasa yang Kini Jadi Destinasi Wisata
- Trio Ikonik! Sabrina Carpenter, Margaret Qualley, dan Madelyn Cline Rusak Rumah di MV Terbaru “House Tour”
Urbie’s, buat kamu yang mungkin belum familiar, The Devil Wears Prada merupakan film komedi-drama legendaris yang pertama kali dirilis pada tahun 2006. Film ini mengangkat kisah Andrea “Andy” Sachs, seorang lulusan baru yang cerdas namun belum memahami dunia fashion. Ia kemudian bekerja sebagai asisten junior untuk Miranda Priestly, editor majalah mode paling berpengaruh—dan juga paling ditakuti—di New York.
Cerita film ini bukan sekadar tentang fashion, tetapi juga menggambarkan perjuangan karier, tekanan dunia kerja, ambisi, hingga dilema antara kesuksesan dan integritas diri. Karakter Miranda Priestly sendiri menjadi salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah film, berkat performa luar biasa dari Meryl Streep.
Kembalinya kisah ini melalui The Devil Wears Prada 2 tentu sangat dinantikan, terutama oleh para penggemar film pertamanya. Ditambah lagi, hadirnya kembali Anne Hathaway sebagai Andy Sachs membuat sekuel ini semakin menarik untuk diikuti.
Bagi Tasya Farasya, kesempatan ini bukan hanya soal eksklusivitas konten, tetapi juga bukti bahwa kreator Indonesia mampu bersaing dan diakui di panggung internasional. Keberhasilannya ini sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak Urbie’s yang ingin berkarier di dunia digital maupun industri kreatif.
Momen haru Tasya juga memperlihatkan sisi autentik seorang kreator—bahwa di balik profesionalitas, ada rasa bangga, bahagia, dan perjuangan panjang yang akhirnya terbayar. Ini bukan sekadar interview, tapi juga simbol pencapaian mimpi.
Dengan semakin banyaknya kolaborasi global seperti ini, bukan tidak mungkin ke depannya akan lebih banyak lagi talenta Indonesia yang mendapatkan spotlight di industri hiburan dunia.
Jadi, Urbie’s, siap menantikan The Devil Wears Prada 2 sekaligus bangga dengan langkah besar Tasya Farasya di kancah internasional?


















































