Hi Urbie’s! Ada lagu yang datang bukan cuma untuk didengar, tapi untuk dirasakan sampai ke bagian paling dalam hati. Dan kali ini, Geisha kembali menyapa para penikmat musik Indonesia lewat single terbaru mereka berjudul “Geram”, sebuah karya emosional yang bicara tentang batas kesabaran, pengkhianatan, dan luka yang terlalu lama dipendam.
Buat kamu yang tumbuh bersama lagu-lagu Geisha, nama band ini tentu bukan hal baru. Mereka dikenal sebagai grup musik dengan deretan lagu penuh rasa, lirik yang dekat dengan kehidupan, dan vokal yang selalu berhasil menyentuh emosi pendengar. Namun lewat “Geram”, Geisha membuktikan bahwa mereka bukan sekadar band nostalgia.
Kini hadir dengan formasi Regina Poetiray pada vokal, Nard pada bass, dan Dhan pada keyboard, Geisha menunjukkan bahwa mereka terus bertumbuh mengikuti zaman—tanpa kehilangan identitas musikal yang selama ini dicintai banyak orang.
“Geram”, Saat Sabar Sudah Sampai Titik Akhir
Single terbaru ini mengangkat cerita yang sangat relate dengan banyak orang: tentang seseorang yang selama ini setia menjaga hubungan, mencintai dengan tulus, dan mempertahankan semuanya sepenuh hati. Tapi pada akhirnya, semua pengorbanan itu dibalas dengan pengkhianatan.
Kehadiran orang ketiga menjadi titik runtuh dari hubungan yang selama ini diperjuangkan. Rasa percaya yang dulu dibangun perlahan hancur, menyisakan luka yang tak lagi bisa disembunyikan.
Di sinilah “Geram” mengambil ruang emosinya. Lagu ini bukan sekadar tentang marah karena diselingkuhi. Lebih dalam dari itu, ini tentang seseorang yang terlalu lama menahan kecewa sampai akhirnya tak mampu lagi menampung semuanya sendirian.
Geisha menjelaskan makna lagu ini lewat pernyataan yang kuat:
“Geram adalah titik di mana seseorang tidak lagi bisa menahan semuanya sendirian. Bukan sekadar marah, tapi akumulasi dari rasa kecewa dan sakit yang terlalu lama dipendam.”
Kalimat itu terasa nyata ketika mendengar lirik:
Geram rasa hatiku, tak terima kau sayat lubuk hatiku, hingga terkoyak tumpahkan luka
Lirik tersebut menggambarkan rasa sakit yang bukan lagi sekadar kecewa, tapi sudah sampai menghancurkan sisi terdalam seseorang.
Ledakan Emosi yang Jujur dan Manusiawi
Kalau kamu pernah berada di posisi dikhianati, “Geram” akan terasa sangat personal. Ada fase ketika seseorang tak lagi ingin mencari penjelasan. Tidak ingin bertanya. Tidak ingin memperbaiki. Yang tersisa hanya rasa muak, marah, dan lelah.
Puncak emosi itu terasa pada bagian:
Sungguh benci, benci kamu dan dia
Kalimat yang sederhana, tapi menghantam. Karena kadang setelah terlalu banyak memaafkan, emosi terakhir yang tersisa hanyalah kebencian.
Dan justru di situlah kekuatan lagu ini. “Geram” menunjukkan bahwa tidak semua luka hadir lewat pertengkaran besar. Ada luka yang tumbuh diam-diam. Ada sakit yang dipendam sambil tetap tersenyum. Dan sering kali, itu yang paling menghancurkan.
Baca Juga:
- Indonesia Tiga Besar Agoda Awards 2025, Bali Destinasi Favorit Wisatawan
- Harapan Baru Dunia Medis, Peneliti UNAIR Temukan Senyawa Antikanker dari Tanaman “Apa-apa”
- Bocah 9 Tahun Datangi Polisi untuk Mengaku Salah, Kisah Ini Jadi Pelajaran Soal Tanggung Jawab
Music Video yang Penuh Ketegangan Sunyi
Tak berhenti di audio, Geisha juga memperkuat cerita “Geram” lewat video musik yang diperankan langsung oleh Regina Poetiray.
Dalam visualnya, Regina digambarkan sebagai seorang istri yang mulai merasakan ada yang berubah dari suaminya. Bukan lewat pertengkaran atau pengakuan, tapi dari detail-detail kecil yang justru terasa menyakitkan.
Perubahan sikap. Jarak emosional. Sampai aroma parfum yang tidak familiar.
Alih-alih meledak, karakter yang dimainkan Regina justru memilih diam. Menyimpan curiga, menahan marah, dan perlahan pasrah ketika kenyataan mulai terlihat jelas.
Video ini terasa kuat karena begitu realistis. Banyak orang pernah ada di posisi tahu sesuatu sedang salah, tapi belum siap menghadapi kenyataan.
Geisha Tetap Relevan Lintas Generasi
Di tengah industri musik yang terus berubah cepat, Geisha berhasil menunjukkan bahwa relevansi bukan soal mengikuti tren, tapi soal tetap jujur pada rasa manusia.
Mereka tetap membawa karakter musik emosional yang khas, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih dewasa dan dekat dengan pengalaman pendengar masa kini.
“Geram” jadi bukti bahwa Geisha masih punya tempat penting di hati penikmat musik Indonesia—baik generasi lama yang tumbuh bersama mereka, maupun pendengar baru yang mencari lagu dengan makna mendalam.
Sudah Bisa Didengar Sekarang, Urbie’s!
Single “Geram” resmi dirilis di seluruh platform musik digital pada 15 April 2026. Sementara music video-nya tayang di kanal YouTube Geisha Indonesia pada 22 April 2026.
Jadi, Urbie’s, kalau kamu sedang mencari lagu yang bisa mewakili rasa kecewa, marah, dan lelah yang sulit diucapkan, “Geram” mungkin sedang bicara tentangmu.
Karena kadang, orang yang terlihat tenang… justru sedang menyimpan badai paling besar.



















































