Hi Urbie’s,
Sekuel yang sudah lama dinanti, The Devil Wears Prada 2, akhirnya resmi tayang di bioskop dan langsung mencuri perhatian. Bukan cuma karena kembalinya karakter ikonik seperti Miranda Priestly, tapi juga karena kejutan besar: cameo dari Lady Gaga yang sukses bikin heboh fans sejak proses syutingnya.
Kehadiran Lady Gaga sebenarnya sudah mulai tercium sejak ia terlihat di Milan tahun lalu, di tengah jadwal padat tur dunia. Banyak yang berspekulasi, apalagi lokasi tersebut bertepatan dengan syuting film ini saat Fashion Week. Namun, detail perannya benar-benar dirahasiakan hingga filmnya rilis.
Ternyata, Urbie’s, semua bermula dari koneksi personal yang nggak terduga. Meryl Streep, yang kembali memerankan Miranda Priestly, bertemu dengan Gaga di acara Saturday Night Live 50th Anniversary Special. Dari obrolan santai, muncul ide kolaborasi. Sutradara David Frankel pun langsung memanfaatkan momen ini dengan meminta Streep menghubungi Gaga secara langsung. Hasilnya? Tanpa banyak drama, Gaga langsung mengiyakan.
Yang bikin makin menarik, awalnya Gaga hanya direncanakan untuk mengisi soundtrack. Tapi seperti yang sering terjadi di dunia kreatif, rencana berkembang. Ia tidak hanya menulis tiga lagu original, tetapi juga tampil langsung dalam adegan yang cukup ikonik.
Baca Juga:
- Riset Ungkap: Marah Bisa Bikin Fokus dan Kreativitas Meningkat, Ini Penjelasannya
- First Look Spin-off The Big Bang Theory: Stuart Fails to Save the Universe Siap Tayang Juli di HBO Max
- Mirumi, Robot Imut dari Jepang yang Disebut “Labubu Hidup”, Viral karena Bisa Ngintip dari Tas
Dalam film, cerita berfokus pada perjuangan Miranda mempertahankan majalah Runway di tengah krisis industri media. Salah satu konflik muncul saat anggaran harus dipangkas, termasuk untuk acara fashion besar di Milan. Di sinilah karakter Gaga masuk—seorang diva besar dengan sejarah kurang menyenangkan dengan Miranda.
Pertemuan mereka di backstage jadi salah satu momen paling mencuri perhatian. Interaksi dingin, penuh sindiran, dan nuansa “catty” antara dua ikon ini berhasil menciptakan adegan yang singkat tapi sangat memorable. Bahkan, konsep rivalitas ini sengaja dibuat untuk menambah dramatisasi dan memberikan ruang bagi Gaga untuk menunjukkan kemampuan aktingnya.
Menurut Frankel, Gaga bukan hanya sekadar cameo. Ia benar-benar “masuk” ke dalam karakter. Persona diva yang ia tampilkan terasa hidup, sekaligus menghibur. Chemistry antara Gaga dan Streep juga terasa natural, membuat adegan mereka jadi salah satu highlight film.
Dari sisi fashion, tentu saja penampilan Gaga nggak main-main. Kostum yang dipilih merupakan perpaduan antara koleksi pribadi dan rancangan khusus dari Atelier Versace. Gaun kuning kristal sempat jadi opsi, namun akhirnya dipilih outfit ikonik dari arsipnya yang pernah ia pakai di Grammy Awards 2012. Hasilnya? Look yang bukan hanya standout, tapi juga menyatu dengan nuansa fashion show di Milan.
Meski sempat ada kendala saat gaun tersebut mulai rusak di tengah syuting, profesionalisme Gaga benar-benar terlihat. Produksi tetap berjalan lancar, dan adegan tersebut tetap jadi salah satu yang paling berkesan.
Kehadiran Lady Gaga di film ini membuktikan bahwa cameo bisa jadi lebih dari sekadar gimmick. Dengan eksekusi yang tepat, karakter kuat, dan storytelling yang solid, ia justru menambah lapisan baru dalam cerita.
Buat Urbie’s yang penasaran, “The Devil Wears Prada 2” bukan cuma soal fashion dan drama, tapi juga tentang bagaimana kolaborasi tak terduga bisa menghasilkan momen sinematik yang ikonik.












































