Home Health Stroke Bisa Menyerang Tanpa Gejala, Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Bagikan Pengalaman...

Stroke Bisa Menyerang Tanpa Gejala, Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Bagikan Pengalaman Mengejutkan

18
0
Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan berbagi kisah saat mengalami serangan jantung dan stroke di acara peluncuran Tensimeter Seri EZ & IQ dari Omron bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Urbanvibes/R Indriani)
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Tidak sedikit orang merasa dirinya sehat karena masih aktif bekerja, rutin beraktivitas, bahkan jarang sakit. Namun kenyataannya, stroke dan serangan jantung bisa datang diam-diam tanpa tanda yang jelas. Inilah yang membuat hipertensi dijuluki sebagai silent killer — penyakit yang kerap tak disadari sampai komplikasi serius terjadi.

Di Indonesia, ancaman ini bukan lagi sekadar isu kesehatan biasa. Data WHO menunjukkan stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 140,8 per 100.000 penduduk pada 2021. Sementara penyakit jantung iskemik berada di posisi berikutnya dengan prevalensi 90,4 per 100.000 orang. Keduanya memiliki satu benang merah yang sama: hipertensi.

Ironisnya, sekitar satu dari tiga orang dewasa di Indonesia hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya. Banyak baru mengetahui kondisi tersebut setelah mengalami stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal. Kondisi ini membuat kesadaran untuk rutin memeriksa tekanan darah menjadi semakin penting, terutama di tengah gaya hidup modern yang penuh stres dan minim waktu istirahat.

Pengalaman itu pula yang dirasakan oleh Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik. Keduanya berbagi cerita tentang bagaimana penyakit serius datang di saat mereka merasa tubuh sedang baik-baik saja.

Iwet Ramadhan mengaku pernah mengalami stroke akibat faktor stres, meski merasa sudah menjalani pola hidup sehat selama ini. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan.

“Kalau saya yang merasa sehat saja bisa terkena stroke, berarti siapa pun harus lebih waspada. Jangan tunggu gejala datang, cek kesehatan secara rutin itu penting,” ujar Iwet di acara peluncuran Tensimeter Seri EZ & IQ dari OMRON Healthcare Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Hal serupa juga dialami Dave Hendrik. Aktor sekaligus penyiar radio itu sempat menghadapi serangan jantung yang datang tanpa diduga. Menurutnya, banyak orang terlalu percaya pada kondisi tubuh yang terlihat sehat dari luar.

“Kita sering merasa baik-baik saja, sampai akhirnya terlambat sadar. Dari pengalaman saya, memantau kesehatan secara rutin bisa jadi langkah sederhana yang sangat berarti,” kata Dave.

Cerita keduanya menjadi gambaran nyata bahwa rasa sehat tidak selalu berarti tubuh benar-benar bebas risiko. Hipertensi sering hadir tanpa gejala, tetapi diam-diam meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga komplikasi serius lainnya.

Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menyelamatkan Hidup

Selain berdampak pada kesehatan, stroke juga membawa beban ekonomi yang besar. Biaya rawat inap, rehabilitasi, obat-obatan, hingga hilangnya produktivitas sering kali menjadi tekanan finansial bagi keluarga.

Karena itu, langkah pencegahan menjadi jauh lebih penting dibanding pengobatan setelah komplikasi terjadi. Salah satu cara paling sederhana adalah rutin memeriksa tekanan darah di rumah.

Kementerian Kesehatan RI sendiri terus mengampanyekan gerakan CERDIK, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.

Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), Dr. Eka Harmeiwaty, menegaskan bahwa hipertensi kerap tidak menunjukkan gejala meski dampaknya sangat serius.

“Hipertensi sering tidak bergejala, tetapi dampaknya bisa sangat serius, termasuk komplikasi stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan dan kepikunan. Pengukuran tekanan darah yang benar dan akurat sangat penting dalam membuat diagnosa hipertensi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pengukur tekanan darah yang tervalidasi klinis dan dapat dikalibrasi ulang untuk memastikan hasil tetap akurat.

Menurut Dr. Eka, pasien hipertensi juga perlu mewaspadai gangguan irama jantung atau Atrial Fibrillation (AFib), kondisi yang dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung.

Omron Healthcare Indonesia meluncurkan Tensimeter Seri EZ & IQ bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia. (Foto: Dok. Omron)

Teknologi Tensimeter Kini Semakin Praktis untuk Semua Generasi

Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pemantauan tekanan darah mandiri, OMRON Healthcare Indonesia resmi meluncurkan Tensimeter Seri EZ & IQ bertepatan dengan Hari Hipertensi Sedunia.

Director OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan inovasi ini dihadirkan untuk mempermudah masyarakat melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin dari rumah.

Baca Juga:

“Melalui Tensimeter Seri EZ & IQ, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk memantau tekanan darah secara akurat, cepat, dan nyaman dari rumah,” ujarnya.

Seri EZ hadir untuk pengguna yang membutuhkan tensimeter praktis dengan pengoperasian satu sentuhan. Teknologi IntelliSense™ memungkinkan pengukuran lebih cepat dan nyaman, sekaligus lebih hemat energi dibanding generasi sebelumnya.

Sementara Seri IQ dirancang dengan fitur lebih canggih, termasuk layar lebih besar dan teknologi IntelliWrap™ 360° untuk meminimalkan kesalahan pemasangan manset.

Menariknya lagi, seri ini juga dilengkapi teknologi IntelliSense AFib® yang membantu mendeteksi indikasi gangguan irama jantung AFib saat pengukuran tekanan darah dilakukan. AFib diketahui dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat.

Anak Muda Juga Perlu Mulai Waspada

Masalah hipertensi kini tidak hanya mengintai kelompok usia lanjut. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis pada usia produktif, termasuk kelompok usia 25–34 tahun.

Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Karena itu, kebiasaan memeriksa tekanan darah sejak muda mulai dianggap sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat modern.

Dengan harga mulai dari Rp400 ribuan dan garansi hingga lima tahun melalui registrasi online, tensimeter kini semakin mudah dijangkau masyarakat luas.

Tidak hanya menghadirkan produk baru, OMRON Healthcare Indonesia juga memperluas jaringan OMRON Experience Center di 12 kota besar Indonesia untuk mendekatkan layanan edukasi, konsultasi produk, servis, hingga kalibrasi alat kesehatan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, kisah Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik menjadi pengingat sederhana: jangan menunggu tubuh memberi alarm keras untuk mulai peduli kesehatan. Sebab dalam banyak kasus, stroke dan penyakit jantung datang justru saat seseorang merasa dirinya baik-baik saja.