Home Entertainment Rose Jadi The Original Girl, Bawa Detail Personal ke Kolaborasi Terbaru

Rose Jadi The Original Girl, Bawa Detail Personal ke Kolaborasi Terbaru

6
0
Rosé hadir sebagai “The Original Girl” - sumber foto istimewa
Rosé hadir sebagai “The Original Girl” - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Ada sesuatu yang menarik dari cara Rose membangun gayanya sendiri. Ia tidak selalu membutuhkan sesuatu yang terlalu ramai untuk mencuri perhatian, karena potongan sederhana, detail kecil, dan cara ia membawakan sebuah outfit justru sering terasa cukup untuk menunjukkan siapa dirinya.

Karakter tersebut kini kembali terlihat lewat kolaborasi terbarunya bersama Levi’s. Mengusung tema “The Original Girl”, koleksi ini terasa seperti pertemuan antara dunia denim klasik dengan sejumlah detail personal yang dekat dengan Rosé.

Kolaborasi tersebut sekaligus melanjutkan kemitraan jangka panjang Rosé bersama Levi’s. Namun kali ini, pendekatannya terasa lebih personal karena beberapa elemen dalam koleksi mengambil inspirasi dari gaya serta perjalanan Rosé sendiri.

“The Original Girl” dan Cara Rose Menjadi Dirinya Sendiri

Konsep “The Original Girl” menjadi benang merah dalam koleksi ini. Frasa tersebut terasa relevan dengan bagaimana Rosé selama ini membangun identitasnya, baik sebagai musisi maupun sebagai sosok yang punya pengaruh cukup kuat dalam dunia fashion.

Alih-alih menghadirkan sesuatu yang sepenuhnya baru, koleksi ini justru bermain dengan potongan denim yang sudah akrab. Bedanya ada pada bagaimana setiap item diberikan detail yang membuatnya terasa lebih dekat dengan personal style Rosé.

Dua siluet menjadi bagian utama koleksi ini, yaitu slim zip-up trucker jacket dan loose boot jean. Keduanya hadir dalam dua pilihan wash, dengan loose boot jean menjadi salah satu model yang sebelumnya sudah dikenakan dan menjadi favorit Rosé dalam kampanye “Super Bowl Behind Every Original”.

Sementara itu, trucker jacket mengambil inspirasi dari salah satu potongan klasik yang telah menjadi bagian dari gaya personal Rosé. Detail resleting dua arah dan aksen metal berwarna perak kemudian memberikan sedikit sentuhan berbeda pada siluet tersebut.

Detail Kecil yang Punya Cerita

Yang membuat koleksi ini terasa cukup personal justru bukan perubahan besar pada desainnya. Ada beberapa detail kecil yang menyimpan cerita mengenai Rosé.

Pada bagian belakang setiap item terdapat patch khusus dengan tulisan tangan “Levi Strauss with Rosé”. Kemudian, angka 11 juga menjadi salah satu elemen yang cukup menonjol karena berkaitan dengan tanggal ulang tahun Rosé.

Ada pula grafis “The Original Girl” serta “number one girl”, yang mengingatkan penggemar pada salah satu lagu dari album solo pertamanya, rosie.

Detail-detail tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi justru membuat koleksi ini terasa seperti memiliki potongan kecil dari dunia Rosé. Bukan hanya soal nama besar di balik kolaborasi, melainkan cerita personal yang diselipkan ke dalam beberapa bagian pakaian.

Baca juga:

Penggemar Bisa Membuat Versinya Sendiri

Menariknya, konsep personal tersebut tidak berhenti pada elemen yang sudah disiapkan Rosé dan Levi’s. Penggemar juga diberikan ruang untuk menambahkan sentuhan mereka sendiri.

Sejumlah pilihan kustomisasi tersedia melalui toko maupun pop-up tertentu di kawasan Asia Pasifik. Mulai dari grafis, pin, gantungan resleting, hingga gantungan kunci berbentuk bintang dari denim.

Gantungan kunci tersebut membawa bordir angka “11” di satu sisi dan tulisan “rosie” di sisi lainnya. Sementara pin hadir dengan motif “The Original Girl”, bintang, dan bunga dalam pilihan hitam atau putih.

Rosé hadir sebagai “The Original Girl” - sumber foto istimewa
Rosé hadir sebagai “The Original Girl” – sumber foto istimewa

Pada akhirnya, setiap orang bisa membuat hasil akhirnya sedikit berbeda. Konsep tersebut cukup sejalan dengan gagasan utama koleksi ini: sesuatu yang terinspirasi dari Rosé, tetapi tetap memberikan ruang bagi pemakainya untuk menunjukkan identitas sendiri.

Rosé: Klasik, Tapi Tetap Personal

Dalam keterangannya mengenai koleksi ini, Rosé mengatakan dirinya ingin menangkap esensi Levi’s sebagai sebuah brand klasik sekaligus membuatnya terasa personal, seperti pakaian yang berasal dari lemari miliknya sendiri.

Ia juga menyebut bahwa setiap detail merupakan bagian kecil dari dirinya yang kemudian dirangkai menjadi sesuatu yang bisa diinterpretasikan dan digunakan orang lain sesuai selera masing-masing.

Pernyataan tersebut mungkin menjadi cara paling sederhana untuk memahami konsep kolaborasi ini. Rosé tidak mencoba mengubah denim menjadi sesuatu yang sepenuhnya berbeda, tetapi mengambil sesuatu yang sudah familiar dan memberikan sedikit bagian dari dirinya.

Koleksi Levi’s x Rosé mulai tersedia pada 15 September di sejumlah lokasi Asia Pasifik, termasuk pop-up di Tokyo, Seoul, dan Beijing serta sejumlah toko Levi’s terpilih.

Namun, di balik semua denim dan detail kolaborasinya, ada satu gagasan yang terasa paling menarik: menjadi “The Original Girl” tidak selalu berarti harus tampil berbeda dari semua orang.

Kadang, Urbie’s, menjadi original justru tentang menemukan detail kecil yang terasa paling dekat dengan diri sendiri—lalu membiarkan orang lain melihatnya dengan caranya masing-masing.