Home Entertainment Benarkah FALLEN ANGEL Jennie Satanic? Simbol Mata Satu hingga Crown of Thorns...

Benarkah FALLEN ANGEL Jennie Satanic? Simbol Mata Satu hingga Crown of Thorns Bikin Merinding

46
0
MV FALLEN ANGEL Jennie Blackpink - sumber foto instagram/Jennie
MV FALLEN ANGEL Jennie Blackpink - sumber foto instagram/Jennie
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! MV “FALLEN ANGEL” milik Jennie kembali ramai diperbincangkan karena deretan visualnya yang penuh simbol dan terasa cukup gelap. Sosok fallen angel, mata satu, Crown of Thorns, anak-anak membawa lilin, sampai adegan sebuah gubuk yang terbakar membuat sebagian penonton bertanya-tanya: apakah Jennie sedang menyisipkan simbol satanic, atau kita justru terlalu jauh membaca sebuah karya seni?

Pertanyaan tersebut memang sulit dihindari ketika sebuah music video sengaja menggunakan simbol-simbol yang selama ini memiliki asosiasi religius, spiritual, bahkan kontroversial dalam budaya populer. Namun, tanpa penjelasan resmi dari Jennie maupun tim kreatif mengenai arti setiap adegan, menyebut MV ini sebagai karya yang berkaitan dengan satanisme tentu masih sebatas interpretasi.

Simbol “Fallen Angel” yang Bikin Penonton Bertanya-tanya

Dari judulnya saja, “FALLEN ANGEL” sudah membawa konsep yang cukup kuat. Istilah fallen angel secara harfiah merujuk pada malaikat yang jatuh, tetapi dalam berbagai karya seni dan budaya populer, konsep tersebut dapat memiliki banyak lapisan makna.

Dalam MV Jennie, gambaran tersebut kemudian diperkuat dengan visual yang terasa gelap dan misterius. Kehadiran sosok fallen angel membuat penonton seolah diajak memasuki dunia yang berada di antara sesuatu yang sakral, gelap, dan emosional.

Kemudian muncul simbol mata satu yang semakin membuat teori bermunculan. Mata satu memang sering digunakan dalam berbagai interpretasi budaya populer dan kerap dikaitkan dengan teori konspirasi tertentu, tetapi simbol tersebut tidak otomatis memiliki satu arti tunggal.

Begitu pula dengan Crown of Thorns atau mahkota duri. Dalam konteks agama Kristen, mahkota duri memiliki makna yang sangat spesifik berkaitan dengan penderitaan Yesus. Namun dalam seni visual, simbol tersebut juga dapat digunakan untuk menggambarkan rasa sakit, pengorbanan, penderitaan, atau beban yang harus ditanggung seseorang.

Anak-anak Membawa Lilin dan Gubuk Terbakar

Visual lain yang tidak kalah menarik adalah kemunculan anak-anak yang membawa lilin. Adegan tersebut menciptakan atmosfer seperti ritual, terutama ketika ditempatkan bersama pencahayaan gelap dan berbagai simbol lainnya.

Bagi sebagian penonton, kombinasi tersebut mungkin terasa menyeramkan. Apalagi ketika kemudian muncul adegan gubuk yang terbakar, yang membuat keseluruhan MV terasa seperti sebuah kisah tentang kehancuran.

Tetapi apakah visual menyeramkan otomatis berarti satanic?

Belum tentu.

Dalam sinema dan musik video, api bisa berarti kehancuran, tetapi juga bisa menjadi simbol transformasi. Lilin dapat melambangkan harapan atau pencarian cahaya, sementara bangunan yang terbakar dapat menggambarkan berakhirnya sebuah fase kehidupan.

Justru ambiguitas seperti inilah yang sering membuat sebuah karya visual menjadi bahan diskusi.

Liriknya Justru Bicara tentang Kehilangan

Menariknya, jika Urbie’s mencoba membaca lirik “FALLEN ANGEL”, nuansanya tidak secara eksplisit berbicara mengenai satanisme.

Lagu ini justru banyak menggambarkan seseorang yang sedang mencari cinta dan takut ditinggalkan. Kalimat seperti “Don’t leave a fallen angel out here on her own” menggambarkan sosok yang memohon agar seseorang tidak meninggalkannya sendirian.

Ada pula tema mengenai rumah atau “home” yang muncul berulang kali. “Wherever we land is where we turn into a home” memberikan gambaran tentang keinginan menemukan tempat untuk menetap bersama seseorang yang dicintai.

Baca juga:

Kontras antara lirik dan visual inilah yang membuat MV tersebut semakin menarik.

Di satu sisi, kita mendapatkan visual yang gelap, penuh simbol, api, dan atmosfer misterius. Di sisi lain, liriknya justru terasa personal dan emosional, berbicara tentang kehilangan, ketergantungan, cinta, dan keinginan untuk menemukan tempat yang terasa seperti rumah.

“Without You These Wings Are of No Use”

Salah satu bagian lirik yang menarik untuk dibaca dalam konteks visual adalah “Without you these wings are of no use.”

Jika dikaitkan dengan konsep fallen angel, sayap tentu menjadi simbol penting. Sayap biasanya diasosiasikan dengan kebebasan, kemampuan terbang, atau sesuatu yang bersifat lebih tinggi.

Namun dalam lagu ini, sayap justru terasa kehilangan fungsinya ketika sosok yang dicintai tidak ada.

Artinya, konsep “fallen angel” bisa saja dibaca bukan sebagai representasi literal makhluk satanic, melainkan metafora seseorang yang kehilangan arah setelah kehilangan orang yang menjadi tempat bergantung.

Ketika hubungan tersebut hilang, bahkan “sayap” yang seharusnya membuatnya bisa terbang pun terasa tidak berguna.

Jadi, Benarkah “FALLEN ANGEL” Satanic?

Jawaban paling aman saat ini adalah: belum ada dasar untuk menyimpulkan demikian.

Tidak adanya penjelasan resmi mengenai makna setiap simbol memang memberikan ruang besar bagi interpretasi. Penonton bebas membaca mata satu, mahkota duri, lilin, api, maupun sosok fallen angel sesuai pengalaman dan referensi budaya mereka.

Namun, interpretasi berbeda dengan fakta.

Simbol-simbol tersebut memang memiliki sejarah dan asosiasi tertentu, tetapi juga telah digunakan secara luas dalam fotografi, fashion, film, musik, lukisan, hingga berbagai bentuk seni kontemporer untuk menyampaikan tema seperti penderitaan, pemberontakan, kehilangan, godaan, konflik batin, dan transformasi.

Karena itu, menyebut Jennie sengaja memasukkan pesan satanic tanpa pernyataan dari sang artis atau tim kreatif akan menjadi kesimpulan yang terlalu jauh.

Kenapa MV Ini Justru Jadi Viral?

Boleh jadi, justru ambiguitas tersebut merupakan salah satu kekuatan “FALLEN ANGEL”.

Sebuah MV yang menjelaskan seluruh simbolnya sejak awal mungkin hanya menyisakan sedikit ruang untuk diperbincangkan. Sebaliknya, ketika visual dibuat penuh teka-teki, penonton mulai menjadi bagian dari proses storytelling.

Satu orang melihat kisah tentang kehilangan. Yang lain melihat simbol religius. Ada yang menganggapnya sebagai gambaran konflik batin, sementara sebagian lainnya melihat referensi satanic.

Semua interpretasi tersebut bisa muncul karena visualnya memang membuka banyak kemungkinan.

Dan di era media sosial, karya yang membuat orang berhenti scrolling lalu bertanya “Ini sebenarnya maksudnya apa?” memiliki peluang besar untuk terus hidup dalam percakapan publik.

Artistic Expression atau Pesan Tersembunyi?

Pada akhirnya, “FALLEN ANGEL” mungkin memang sengaja dibuat untuk terasa tidak nyaman dan provokatif. Tetapi provokatif tidak selalu berarti satanic.

Jennie dan tim kreatifnya bisa saja menggunakan bahasa visual yang gelap untuk menggambarkan seseorang yang sedang kehilangan arah, mencari cinta, takut ditinggalkan, dan ingin menemukan “home”.

Kalau membaca liriknya secara keseluruhan, cerita tentang seseorang yang tidak ingin ditinggalkan justru terasa cukup kuat.

Jadi, Urbie’s, apakah “FALLEN ANGEL” memang menyimpan pesan satanic, atau kita sedang melihat sebuah karya seni yang sengaja menggunakan simbol kontroversial agar penonton ikut mencari maknanya?

Untuk saat ini, jawabannya masih terbuka.

Dan mungkin justru di situlah permainan Jennie dimulai: membiarkan kita menebak apa yang sebenarnya terjadi di balik sayap seorang fallen angel.