Hi Urbie’s! Bicara soal stunting memang sering terdengar seperti isu nasional yang jauh dari kehidupan sehari-hari, padahal persoalannya bisa berada hanya beberapa langkah dari tempat kita beraktivitas. Hal inilah yang coba disentuh Mercure Jakarta Cikini melalui program CSR “Stunting Support to Cikini Sub-District”, sebuah inisiatif yang secara khusus memberikan dukungan nutrisi dan pemantauan kesehatan bagi anak di lingkungan Kelurahan Cikini.

Program tersebut bukan sekadar agenda CSR dengan seremoni dan dokumentasi, tetapi berangkat dari kebutuhan yang ditemukan melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat. Dari hasil koordinasi tersebut, terdapat dua anak yang telah diidentifikasi membutuhkan dukungan nutrisi dan pemantauan kesehatan, sehingga Mercure Jakarta Cikini mengambil peran untuk mendukung proses pendampingannya.

Ketika Isu Stunting Masuk ke Lingkungan Hotel

Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang berada di bawah standar pertumbuhan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, hingga kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, sehingga penanganannya membutuhkan perhatian sejak dini.

Karena itu, pendekatan berbasis komunitas menjadi penting. Bagi Mercure Jakarta Cikini, keberadaan hotel di tengah kawasan Cikini bukan hanya soal bisnis hospitality, tetapi juga tentang bagaimana sebuah properti dapat membangun hubungan yang positif dengan lingkungan tempatnya berdiri.

Melalui program Stunting Support to Cikini Sub-District, hotel mencoba membawa kontribusi tersebut ke persoalan yang sangat dekat dengan masyarakat. Dukungan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan nutrisi dan pemantauan kesehatan anak, dengan melibatkan pihak-pihak yang memahami kondisi masyarakat di tingkat lokal.

Kick-Off Digelar di Mercure Jakarta Cikini

Kick-off program berlangsung pada Selasa, 8 September 2026 pukul 10.00 WIB di Cikini 3 Meeting Room, Mercure Jakarta Cikini. Pertemuan tersebut menjadi titik awal kolaborasi antara pihak hotel dengan pemerintah wilayah dan tenaga kesehatan untuk menjalankan program secara lebih terarah.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Nurhelmi Savitri, Camat Kecamatan Menteng; Redy Firmansyah Sukma Perdana, Lurah Kelurahan Cikini; Galih Satryo, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Cikini; dr. Ovi Norfiana, M.K.M., Plt. Kepala Puskesmas Kecamatan Cikini; hingga Yuni Manicha, General Manager Mercure Jakarta Cikini.

Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan anak memang membutuhkan lebih dari satu tangan untuk ditangani. Hotel dapat memberikan dukungan, pemerintah wilayah memahami kondisi komunitas, sementara tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam pemantauan dan pendampingan kesehatan.

Bukan Sekadar Memberikan Bantuan

Bagi Yuni Manicha, General Manager Mercure Jakarta Cikini, program ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat. Menurutnya, menjadi bagian dari sebuah lingkungan berarti memahami kebutuhan yang ada dan mengambil peran yang memberikan manfaat nyata.

“Bagi Mercure Jakarta Cikini, menjadi bagian dari lingkungan berarti hadir, memahami kebutuhan di sekitar kita, dan mengambil peran yang dapat memberikan manfaat nyata,” ujar Yuni Manicha.

Baca juga:

Ia menambahkan bahwa dukungan terhadap pemenuhan nutrisi dan pemantauan kesehatan anak diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara hotel, pemerintah, dan tenaga kesehatan di wilayah Cikini.

Dua Anak, Satu Langkah Kecil yang Berarti

Fakta bahwa program ini menyasar dua anak mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan besarnya persoalan stunting secara nasional. Namun, justru di situlah pendekatan komunitas menemukan relevansinya: perubahan tidak selalu harus dimulai dari jumlah yang besar, tetapi dari kebutuhan nyata yang bisa ditangani secara langsung.

Dengan adanya dukungan nutrisi serta pemantauan kesehatan, program ini diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan anak yang telah diidentifikasi mendapatkan perhatian secara lebih konsisten. Di saat yang sama, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan membuat pendampingan tidak berdiri sebagai aksi satu kali.

Mercure Jakarta Cikini juga menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dari program tersebut. Sektor swasta, pemerintah setempat, dan tenaga kesehatan memiliki peran masing-masing untuk menciptakan pendekatan yang lebih terarah terhadap persoalan kesehatan anak.

Mercure Jakarta Cikini Ingin Lebih dari Sekadar Hotel

Bagi hotel yang berada di kawasan urban seperti Cikini, hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaannya. Hotel bukan hanya bangunan tempat orang datang untuk menginap, meeting, makan, atau menjalani berbagai aktivitas, tetapi juga berada di tengah kehidupan komunitas yang terus bergerak.

Melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas, Mercure Jakarta Cikini ingin memperkuat posisi tersebut. Program Stunting Support to Cikini Sub-District menjadi salah satu bentuk bagaimana aktivitas hospitality dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, persoalan stunting tidak selesai hanya dengan satu program atau satu institusi. Tetapi ketika hotel, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat memilih untuk bergerak bersama, satu langkah kecil bisa menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat.