
Hi Urbie’s! Ketika bos besar McDonald’s makan burgernya sendiri, dunia ternyata memperhatikan — dan bukan karena rasa laparnya, tapi karena caranya makan yang bikin warganet bertanya-tanya: “Apakah dia benar-benar suka produknya sendiri?” Yup, Chris Kempczinski, CEO McDonald’s, tengah jadi perbincangan hangat di dunia maya setelah unggahannya di Instagram @chrisk_mcd viral. Dalam postingan yang tampak sederhana, Chris menulis:
“The Big Arch might be my new go-to lunch order. Who else is counting down the days until it’s in a store near you?” Sebuah caption promosi untuk menu baru McDonald’s, The Big Arch, yang seharusnya menampilkan antusiasme CEO terhadap produk perusahaannya. Tapi yang menarik perhatian publik bukan caption-nya, melainkan cara Chris makan burger tersebut dalam video.
Gigitan Mini yang Jadi Viral
Dalam video itu, Chris terlihat duduk di meja dengan senyum profesional. Ia memegang burger The Big Arch, lalu perlahan mengambil satu gigitan kecil — benar-benar kecil. Setelah itu, ekspresinya berubah canggung: sedikit tegang, tak nyaman, dan… sama sekali tidak menunjukkan kenikmatan seperti iklan burger pada umumnya.
Yang membuat publik makin penasaran, Chris kemudian menyebut burger itu bukan sebagai “makanan,” melainkan “product.”
“We’re really proud of this product,” katanya dengan nada datar.
Dan seketika, internet pun meledak.
Warganet: “Dia Bahkan Takut Makan Burger Sendiri?”
Tak butuh waktu lama, potongan video Chris makan burger itu menyebar di berbagai platform — dari X (Twitter), TikTok, hingga Reddit.
Tagar #McDonaldsCEO dan #TinyBiteGate ramai dibicarakan. Banyak yang menggoda, banyak juga yang mempertanyakan: apakah bos McDonald’s sebenarnya tidak suka produk yang dijual perusahaannya?
Salah satu komentar viral menulis:
“Kalau bosnya aja ragu makan burger McDonald’s, gimana dengan kita?”
Yang lain bercanda:
“Dia makan burger kayak lagi ngetes parfum, bukan makanan.”
Sementara akun parodi bahkan membuat versi remix video tersebut dengan lagu-lagu dramatis di latar belakang.

Baca Juga:
- Bebas Visa ke Korea Selatan Resmi Dibuka untuk WNI, Simak Aturannya
- Tetap Fit Saat Puasa: Waktu Terbaik Olahraga dan Tips Aman dari Dokter
- Yuk, Belajar Trading Saat Ngabuburit!
Antara Strategi PR atau Canggung Asli
Beberapa pengamat komunikasi menyebut bahwa video ini mungkin bukan kesalahan, melainkan strategi PR terselubung.
Bagaimana tidak? Dalam waktu kurang dari 24 jam, nama McDonald’s dan menu barunya langsung trending di berbagai negara — tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar.
Namun, banyak juga yang menilai ekspresi Chris tampak terlalu natural untuk dianggap akting. Wajahnya yang terlihat menahan gigitan, lalu cepat-cepat meletakkan burger, membuat orang yakin bahwa ia memang canggung di depan kamera.
“Mungkin dia bukan tipe orang yang menikmati makanan cepat saji, tapi sebagai CEO, ia harus tetap mencobanya,” tulis salah satu jurnalis di The Guardian.
CEO yang Terlalu Korporat untuk Burger-nya Sendiri?
Chris Kempczinski memang dikenal sebagai sosok yang sangat korporat dan perfeksionis. Dalam banyak wawancara, ia sering menggunakan istilah “our product” alih-alih “our food.”
Dan hal ini, meski terdengar profesional, justru memberi kesan dingin — apalagi saat konteksnya adalah makanan cepat saji yang biasanya dikaitkan dengan rasa hangat dan kesederhanaan.
Publik pun membandingkannya dengan CEO brand makanan lain yang tampil lebih natural saat promosi. Seperti Yum! Brands CEO yang kerap makan ayam goreng dengan penuh semangat, atau Wendy’s CEO yang santai mencicipi burger di tengah pelanggan.
The Big Arch: Menu Baru yang Tertutup Kontroversi
Ironisnya, The Big Arch sendiri sebenarnya menu yang cukup menarik. Burger ini diklaim sebagai versi premium dari Big Mac, dengan daging sapi lebih tebal, saus spesial, dan roti brioche yang lebih lembut.
Namun, alih-alih fokus pada rasa dan inovasi produk, warganet justru sibuk membahas ekspresi CEO-nya.
Dalam banyak komentar di Instagram resmi McDonald’s, pengguna menulis hal-hal seperti:
“Saya lebih pengen tahu ekspresi Chris saat makan daripada rasanya.”
“Big Arch looks good, but Chris looked terrified.”
Antara Burger dan Branding
Hi Urbie’s, kejadian ini sebenarnya menarik banget buat kita pelajari. Di era digital, satu ekspresi bisa lebih kuat dari seribu kata promosi. Publik bukan cuma mau lihat apa yang dijual, tapi juga bagaimana orang di baliknya memperlakukan produk itu.
Bagi McDonald’s, insiden kecil ini mungkin jadi pengingat bahwa branding terbaik datang dari keaslian. Karena di balik senyum korporat dan caption promosi, dunia digital bisa membaca apakah seseorang benar-benar menikmati burger di tangannya — atau cuma sedang “menjalankan kewajiban.”
Dari Urbie’s: Kadang, Gigitan Kecil Bisa Jadi Sorotan Besar
Hi Urbie’s, siapa sangka satu gigitan kecil bisa mengguncang dunia maya?
Terlepas dari apakah Chris benar-benar suka burgernya atau tidak, satu hal yang pasti: The Big Arch berhasil mencuri perhatian global — bahkan sebelum resmi dirilis di seluruh toko.
Dan mungkin, di balik semua viral ini, ada pelajaran yang sederhana tapi penting: di dunia yang serba digital, kejujuran terasa lebih menggugah daripada strategi promosi paling mahal sekalipun.
So, the next time you grab a burger, makanlah dengan penuh keyakinan — siapa tahu kamu juga bisa viral, tapi karena nikmatnya, bukan karena ragu gigitnya!


















































