Home News Antrean Haji Indonesia Tembus 48 Tahun, Kapan Waktu Ideal Mulai Daftar?

Antrean Haji Indonesia Tembus 48 Tahun, Kapan Waktu Ideal Mulai Daftar?

10
0
Antrean Haji Indonesia Tembus 48 Tahun, Kapan Waktu Ideal Mulai Daftar?
Foto: istimewa
Iklan Top Ad

Halo Urbie’s, musim haji 2026 kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Tahun ini, sebanyak 221.000 jemaah Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci. Namun di balik keberangkatan tersebut, ada persoalan besar yang masih dihadapi jutaan calon jemaah, yakni panjangnya antrean haji nasional yang kini mencapai puluhan tahun.

Berdasarkan data Kementerian Agama per Desember 2024, masa tunggu haji di Indonesia saat ini bervariasi mulai dari 17 tahun hingga 48 tahun. Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan masa tunggu terlama, mencapai 48 tahun dengan lebih dari 257 ribu pendaftar. Sementara itu, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah antrean terbesar, yakni lebih dari 1,1 juta calon jemaah dengan estimasi masa tunggu sekitar 34 tahun.

Di wilayah lain, masa tunggu haji di Jawa Barat mencapai sekitar 30 tahun, sedangkan DKI Jakarta berada di kisaran 28 tahun. Kondisi ini membuat banyak masyarakat mulai mempertanyakan kapan waktu terbaik untuk mulai mendaftar haji.

Jika dihitung dari kondisi saat ini, seseorang yang baru mendaftar haji di usia 30 tahun di Jakarta kemungkinan baru akan berangkat mendekati usia 60 tahun. Bahkan, penundaan beberapa tahun saja dapat membuat jadwal keberangkatan semakin mundur karena jumlah antrean terus bertambah setiap tahunnya.

Fenomena ini juga memperlihatkan adanya perubahan pola pikir di tengah masyarakat, khususnya generasi muda usia produktif antara 25 hingga 40 tahun. Kelompok usia ini dikenal cukup aktif merencanakan masa depan, mulai dari karier, investasi, hingga perjalanan hidup. Namun, perencanaan ibadah haji ternyata masih belum menjadi prioritas utama bagi sebagian besar masyarakat.

Group Managing Director dan CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menilai masih banyak orang yang menganggap ibadah haji baru perlu direncanakan ketika kondisi finansial sudah benar-benar stabil atau ketika usia sudah lebih matang. Padahal, menurutnya, kondisi antrean saat ini membuat langkah awal justru menjadi faktor paling penting.

Baca Juga:

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun penundaan akan membuat masa tunggu semakin panjang. Karena itu, memulai lebih cepat menjadi strategi yang dinilai paling realistis di tengah keterbatasan kuota haji Indonesia yang tetap berada di angka 221 ribu jemaah per tahun.

Halo Urbie’s, selama bertahun-tahun haji memang sering dipandang sebagai puncak perjalanan hidup yang dilakukan setelah seluruh tanggung jawab selesai. Namun, dengan antrean yang terus bertambah dan kuota yang terbatas, asumsi tersebut kini dianggap sudah tidak lagi relevan.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tengah berupaya melakukan pemerataan masa tunggu antar provinsi menjadi rata-rata 26 hingga 27 tahun. Meski demikian, angka tersebut tetap tergolong panjang dan membutuhkan perencanaan sejak dini.

Selain faktor antrean, perhatian masyarakat juga mulai tertuju pada faktor usia. Pemerintah Arab Saudi disebut sedang mengkaji kebijakan pembatasan usia jemaah hingga 90 tahun. Hal ini menambah kekhawatiran bagi sebagian calon jemaah yang baru berencana mendaftar di usia lanjut.

Di sisi lain, tren positif mulai terlihat dari meningkatnya minat generasi muda terhadap ibadah umrah. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak masyarakat usia 20-an dan 30-an yang menjadikan umrah sebagai langkah awal perjalanan spiritual mereka. Muslim Pro yang memiliki lebih dari 10 juta pengguna di Indonesia juga mencatat mayoritas penggunanya memiliki keinginan menunaikan haji atau umrah, meski sebagian besar belum memiliki rencana yang konkret.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bagi calon jemaah bukan lagi sekadar soal niat, melainkan keberanian untuk mengambil langkah pertama. Sebab tanpa melakukan setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi, seseorang tidak akan masuk ke dalam antrean keberangkatan.

Sebagian besar jemaah yang berangkat pada musim haji tahun ini diketahui telah mendaftar sejak sebelum 2015. Keputusan mereka untuk memulai lebih awal menjadi alasan utama mengapa mereka akhirnya bisa berangkat sekarang.

Kini, pertanyaan besar bagi jutaan Muslim Indonesia bukan lagi seberapa panjang antrean haji yang harus dihadapi, melainkan kapan waktu yang tepat untuk mulai masuk ke dalam antrean tersebut.