Home Travel Millennial dan Gen Z Jadi Penggerak Tren Traveling 2026, Klook Ungkap Perubahan...

Millennial dan Gen Z Jadi Penggerak Tren Traveling 2026, Klook Ungkap Perubahan Besar Wisata Global

4
0
Ilustrasi sekelompok anak muda sedang menikmati liburan. (Foto: Pexels/Quang Nguyen Vinh)
Iklan Top Ad

Hi Urbie’s! Cara orang bepergian kini berubah drastis. Jika dulu traveling identik dengan berburu destinasi populer dan itinerary padat, generasi sekarang — Millennial dan Gen Z, justru mencari sesuatu yang lebih personal: pengalaman yang terasa dekat secara emosional, autentik, dan layak dibagikan di media sosial.

Perubahan ini paling kuat didorong oleh generasi Millennial dan Gen Z. Kedua generasi tersebut kini menjadi motor utama industri pariwisata global, termasuk di Indonesia. Mereka tidak hanya traveling untuk “pergi”, tetapi untuk merasakan pengalaman baru, menemukan hidden gems, hingga membangun cerita personal selama perjalanan.

Fenomena itu terungkap dalam peluncuran laporan tahunan Klook Travel Pulse 2026 yang diperkenalkan melalui acara Klook Explore: “Where Travel is Heading Next”. Laporan tersebut memotret bagaimana perilaku traveler global berubah cepat di tengah perkembangan teknologi, media sosial, dan gaya hidup modern.

Sebagai platform perjalanan dan pengalaman terkemuka di Asia Pasifik, Klook melihat bahwa traveling kini telah menjadi bagian penting dari lifestyle generasi muda.

Traveling Bukan Lagi Sekadar Liburan

Berdasarkan riset terhadap lebih dari 11.000 responden di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat, minat masyarakat untuk traveling tetap tinggi meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan.

Traveler Indonesia bahkan menunjukkan optimisme yang lebih besar. Mayoritas responden tetap memprioritaskan perjalanan wisata dan berencana meningkatkan anggaran traveling mereka pada 2026.

Hal ini memperlihatkan bahwa traveling kini bukan lagi kebutuhan musiman, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang sulit dipisahkan dari keseharian generasi muda.

Menariknya, traveler masa kini juga mengalami pergeseran preferensi. Mereka tidak lagi sekadar mengejar destinasi populer, tetapi lebih tertarik pada perjalanan berbasis pengalaman atau experience-based travel.

Mulai dari wisata budaya lokal, local tours, aktivitas unik, hingga eksplorasi tempat-tempat tersembunyi kini menjadi faktor utama saat menentukan perjalanan.

“Klook Travel Pulse merupakan laporan tahunan dari Klook yang kami hadirkan untuk memahami bagaimana perilaku traveler global terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujar Klook General Manager Singapore, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Sarah Wan di acara Klook Explore: “Where Travel is Heading Next” di Jakarta, Rabu (13/5/2026)

Menurutnya, traveler saat ini tidak lagi hanya fokus pada destinasi yang ingin dikunjungi, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman apa yang bisa dirasakan selama perjalanan.

“Mereka mencari perjalanan yang lebih personal, relevan dengan minat mereka, serta mampu memberikan emotional connection dan cerita yang bermakna,” lanjutnya.

Baca Juga:

AI dan Media Sosial Kini Jadi “Travel Buddy” Baru

Perubahan perilaku traveler juga semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Artificial Intelligence (AI) dan media sosial kini menjadi bagian penting dalam setiap tahap perjalanan.

Mulai dari mencari inspirasi destinasi, menyusun itinerary, mencari promo, hingga melakukan transaksi perjalanan, semuanya kini dilakukan secara digital dan semakin seamless.

Kombinasi AI dan media sosial membuat proses merencanakan liburan menjadi lebih cepat, praktis, sekaligus sangat personal.

Traveler Indonesia pun semakin mengandalkan konten digital untuk menentukan tujuan wisata maupun aktivitas yang ingin dicoba.

Media sosial kini bahkan telah berkembang menjadi travel discovery platform. Video pendek, rekomendasi content creator, review pengalaman, hingga hidden gems viral menjadi referensi utama sebelum seseorang memesan perjalanan.

Klook Kreator Dorong Tren Traveling yang Lebih Personal

Besarnya pengaruh media sosial terhadap industri pariwisata juga melahirkan perubahan baru dalam strategi promosi perjalanan.

Melihat tren tersebut, Klook menghadirkan program Klook Kreator, sebuah komunitas content creator lifestyle dan travel berbasis affiliate yang telah bekerja sama dengan lebih dari 30.000 kreator dari 88 negara.

Head of Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia di acara Klook Explore: “Where Travel is Heading Next” di Jakarta, Rabu (13/5/2026) yang merilis Klook Travel Pulse 2026 sebagai laporan tahunan yang mengungkap dinamika terbaru perilaku traveler global. (Foto: Ist)

Head of Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia mengatakan bahwa meningkatnya minat traveler terhadap pengalaman personal tidak bisa dilepaskan dari peran besar konten digital.

“Hal inilah yang melatarbelakangi hadirnya Klook Kreator, yakni komunitas content creator lifestyle dan travel berbasis affiliate yang saat ini telah berkolaborasi dengan lebih dari 30.000 kreator dari 88 negara,” ujarnya.

Menurut Christy, para kreator tersebut membantu traveler menemukan cara baru menikmati perjalanan melalui konten yang autentik, relatable, dan inspiratif.

Mulai dari eksplorasi hidden gems, pengalaman budaya lokal, hingga rekomendasi aktivitas unik kini menjadi bagian penting dalam menentukan pengalaman traveling generasi muda.

Traveler Indonesia Mulai Tinggalkan Kota Wisata Mainstream

Laporan Klook Travel Pulse 2026 juga menemukan adanya perubahan menarik dalam pilihan destinasi traveler Indonesia.

Meski Jepang masih menjadi salah satu negara favorit, minat wisatawan kini mulai bergeser ke secondary cities yang menawarkan pengalaman lebih autentik dan tidak terlalu padat wisatawan.

Beberapa kota seperti Hiroshima, Nagoya, Shizuoka, hingga Sapporo mulai semakin diminati karena menawarkan suasana yang lebih immersive dan pengalaman lokal yang lebih kuat.

Tren ini menunjukkan bahwa traveler masa kini semakin tertarik pada perjalanan yang terasa unik dan berbeda dari wisata mainstream.

Masa Depan Traveling Akan Semakin Personal dan Berbasis Pengalaman

Melalui acara Klook Explore: “Where Travel is Heading Next” yang dihadiri puluhan kreator konten, media nasional, dan mitra industri, Klook ingin memberikan gambaran tentang arah masa depan industri travel global.

Di tengah perubahan perilaku traveler, satu hal tampak semakin jelas: generasi Millennial dan Gen Z kini bukan hanya menjadi pasar terbesar industri pariwisata, tetapi juga penentu arah tren traveling dunia.

Dan di era digital seperti sekarang, perjalanan terbaik bukan lagi soal seberapa jauh destinasi yang dikunjungi, melainkan seberapa bermakna pengalaman yang dibawa pulang.