Home News Indonesia Borong 13 MoU di INNOPROM 2026, Buka Peluang Investasi dan Perluas...

Indonesia Borong 13 MoU di INNOPROM 2026, Buka Peluang Investasi dan Perluas Pasar ke Eurasia

8
0
Indonesia Borong 13 MoU di INNOPROM 2026 - sumber foto istimewa
Indonesia Borong 13 MoU di INNOPROM 2026 - sumber foto istimewa
Iklan Top Ad Urbanvibes Banner

Hi Urbie’s! Indonesia sukses menutup partisipasinya sebagai Official Partner Country dalam ajang pameran industri internasional INNOPROM 2026 dengan sederet capaian strategis. Selama empat hari penyelenggaraan di Yekaterinburg, Federasi Rusia, Indonesia tidak hanya memperkenalkan potensi industri nasional, tetapi juga berhasil membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, hingga memperkuat kemitraan dengan berbagai negara di kawasan Eurasia.

Keikutsertaan Indonesia dalam salah satu pameran industri terbesar di kawasan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperluas jejaring kerja sama internasional. Melalui berbagai agenda, mulai dari pertemuan bilateral, forum bisnis, diskusi industri, hingga business matching, Indonesia berhasil membawa pulang sejumlah kesepakatan yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor manufaktur nasional.

Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Eurasia

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country telah memperkuat posisi industri nasional di kawasan Eurasia.

Menurutnya, tingginya minat pelaku industri dari berbagai negara menunjukkan bahwa Indonesia kini semakin dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan sektor industri, perdagangan, dan investasi.

Agus menilai antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya perusahaan maupun pemerintah daerah di Rusia serta negara-negara Eurasia yang menyatakan minat untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia.

Bahkan, selama pelaksanaan INNOPROM 2026, sejumlah nota kesepahaman berhasil ditandatangani sebagai bentuk komitmen nyata untuk membangun kolaborasi jangka panjang.

Delapan Pertemuan Bilateral Hasilkan Berbagai Kesepakatan

Selama penyelenggaraan INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian melakukan delapan pertemuan bilateral dengan pemerintah dari berbagai negara dan wilayah.

Pertemuan tersebut melibatkan Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, Wilayah Chelyabinsk, Wilayah Kirov, dan Wilayah Sverdlovsk.

Dari rangkaian pembahasan tersebut lahir berbagai komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang industri, perdagangan, investasi, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, penguatan rantai pasok, transfer teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia industri.

Kesepakatan tersebut kemudian diwujudkan melalui penandatanganan 13 Memorandum of Understanding (MoU).

Baca Juga:

Kerja Sama Libatkan Pemerintah hingga Pelaku Industri

MoU yang ditandatangani tidak hanya melibatkan pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia, tetapi juga berbagai organisasi industri dan perusahaan swasta.

Beberapa kerja sama business-to-business (B2B) turut melibatkan Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, serta Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) dengan perusahaan Rusia United Industrial Corporation AK Bars.

Selain itu, terdapat pula nota kesepahaman antara PT Minang Jordanindo dengan CHETRA LLC, serta kerja sama antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF).

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya hubungan bisnis yang lebih erat antara pelaku industri Indonesia dan kawasan Eurasia.

Fokus pada Sektor Industri Strategis

Berbagai nota kesepahaman yang berhasil ditandatangani mencakup beragam sektor strategis.

Di antaranya meliputi pengembangan industri manufaktur, rekayasa mesin, industri alat berat, otomotif, metalurgi, industri kimia, industri halal, pengolahan mineral, pengembangan kawasan industri, peningkatan kapasitas SDM industri, hingga penguatan investasi dan perdagangan.

Selain penandatanganan MoU, Indonesia juga sukses menyelenggarakan delapan sesi business talk dan business forum yang secara konsisten dihadiri oleh pelaku industri, investor potensial, serta berbagai pemangku kepentingan dari kawasan Eurasia.

Forum tersebut membahas berbagai isu penting seperti manufaktur maju, industri semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi sumber daya alam, industri sawit berkelanjutan, hingga penguatan rantai nilai industri antara kawasan Eurasia dan ASEAN.

Bukti Meningkatnya Kepercayaan Dunia

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menilai capaian selama INNOPROM 2026 menjadi bukti meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap industri Indonesia.

Menurutnya, berbagai kerja sama yang terjalin diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang investasi, memperluas perdagangan, serta menciptakan kolaborasi industri yang memberikan nilai tambah bagi daya saing manufaktur nasional.

Sementara itu, Direktur Program Bisnis Formika Event, Anton Atrashkin, turut memberikan apresiasi terhadap partisipasi Indonesia.

Ia menyebut kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country menjadi salah satu yang paling berkesan dalam penyelenggaraan INNOPROM tahun ini.

Menurutnya, ini merupakan kali pertama pelaku usaha Indonesia hadir dalam skala sebesar itu di Rusia dengan menghadirkan paviliun yang atraktif serta rangkaian kegiatan bisnis yang dinilai sangat sukses.

Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

Keberhasilan Indonesia di INNOPROM 2026 menunjukkan bahwa diplomasi industri kini menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Tidak hanya memperluas jaringan kemitraan internasional, berbagai kesepakatan yang dicapai juga diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi, mendorong alih teknologi, memperkuat industri bernilai tambah, serta memperluas akses produk manufaktur Indonesia ke pasar Eurasia.

Jadi, Urbie’s, partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country di INNOPROM 2026 bukan sekadar ajang pameran industri. Lebih dari itu, keberhasilan membawa pulang 13 MoU dan membangun kerja sama dengan berbagai negara menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi industri nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.