Hi Urbie’s!, bagi Cameron Diaz, bertambahnya usia kini punya arti yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jika dulu usia mungkin hanya angka yang berjalan setiap tahun, kini setiap tambahan tahun terasa seperti waktu berharga yang ingin ia habiskan sebanyak mungkin bersama anak-anaknya.
Aktris Hollywood tersebut membuka cerita tentang bagaimana menjadi seorang ibu di usia yang relatif lebih matang mengubah cara pandangnya terhadap proses penuaan. Diaz bahkan pernah bercanda bahwa dirinya kini merasa harus hidup hingga usia 107 tahun agar bisa memiliki waktu sebanyak mungkin bersama kedua anaknya.
Menjadi Ibu untuk Pertama Kalinya di Usia 47
Cameron Diaz menyambut anak pertamanya ketika berusia 47 tahun. Keputusan dan perjalanan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya, terutama karena ia memasuki fase menjadi orang tua setelah melewati sebagian besar perjalanan kariernya sebagai salah satu aktris terkenal Hollywood.
Empat tahun kemudian, Diaz kembali menjadi ibu ketika berusia 51 tahun. Dua pengalaman tersebut membuat perjalanan hidupnya tidak mengikuti timeline keluarga yang sering dianggap sebagai pola umum, tetapi justru menunjukkan bahwa kehidupan seseorang bisa memiliki ritme yang sangat berbeda.
Bagi sebagian orang, keputusan memiliki anak mungkin datang ketika usia masih relatif muda. Namun bagi Diaz, perjalanan menuju keluarga terjadi setelah karier, hubungan, dan berbagai pilihan hidup membawanya ke titik yang berbeda.
Usia Kini Bukan Sekadar Angka
Kini berusia 53 tahun, Diaz melihat konsep aging atau penuaan dari perspektif yang berbeda. Kehadiran anak membuat waktu terasa lebih konkret karena ia tidak hanya memikirkan berapa lama dirinya akan hidup, tetapi juga berapa banyak momen yang bisa ia lalui bersama anak-anaknya.
Pernyataan tentang keinginannya hidup sampai usia 107 memang disampaikan dengan nada bercanda. Namun di balik humor tersebut terdapat sebuah pemikiran yang cukup dalam: ketika seseorang menjadi orang tua di usia lebih matang, kesadaran terhadap waktu bersama anak bisa terasa semakin kuat.
Ada fase ketika seseorang mungkin ingin terlihat lebih muda karena tuntutan pekerjaan atau industri. Tetapi setelah menjadi ibu, Diaz justru melihat bertambahnya usia sebagai kesempatan untuk tetap hadir dalam kehidupan anak-anaknya selama mungkin.
Baca juga:
- Kimura Takuya Umumkan Album Baru Checkpoint, Gandeng Taka ONE OK ROCK hingga Tamio Okuda
- Wendy Red Velvet Jadi Sorotan Jelang Comeback, Netizen Ramai Bahas Perubahan Bentuk Tubuhnya
- Kenapa Lagu Galau Selalu Laris? Ternyata Ini Penjelasan Psikolog
Menjadi Ibu Mengubah Cara Melihat Penuaan
Bagi Diaz, penuaan tidak lagi semata-mata tentang perubahan fisik. Ada dimensi lain yang jauh lebih personal, yaitu bagaimana ia dapat menjaga dirinya agar tetap sehat dan hadir ketika anak-anaknya tumbuh dari satu fase kehidupan ke fase berikutnya.
Seorang anak yang masih kecil tentu membutuhkan orang tua dengan cara yang berbeda ketika mereka sudah memasuki usia remaja atau dewasa. Kesadaran mengenai perjalanan panjang tersebut membuat waktu terasa seperti sesuatu yang tidak ingin disia-siakan.
Karena itu, keinginan untuk hidup lebih lama bukan hanya tentang mengejar angka usia. Bagi Diaz, semakin panjang usia berarti semakin banyak kesempatan untuk menyaksikan anak-anaknya tumbuh, membuat pilihan sendiri, dan menjalani kehidupan mereka.
Parenthood Tidak Harus Mengikuti Satu Timeline
Kisah Cameron Diaz juga membuka kembali pembicaraan mengenai anggapan bahwa menjadi orang tua harus terjadi pada usia atau tahap kehidupan tertentu. Kenyataannya, perjalanan setiap orang menuju keluarga bisa dipengaruhi oleh begitu banyak faktor yang tidak selalu dapat direncanakan.
Karier, hubungan, kondisi pribadi, kesiapan emosional, hingga pilihan hidup dapat menentukan kapan seseorang merasa siap untuk memiliki anak. Tidak semua orang berada di posisi yang sama pada usia yang sama, sehingga timeline kehidupan seseorang tidak seharusnya menjadi ukuran tunggal bagi orang lain.
Perjalanan Diaz menjadi contoh bahwa keluarga dapat hadir setelah seseorang melewati berbagai fase kehidupan terlebih dahulu. Bukan berarti satu pilihan lebih baik daripada pilihan lainnya, melainkan setiap orang memiliki kondisi dan cerita yang berbeda.
Ketika Karier Bukan Lagi Pusat Kehidupan
Cameron Diaz sebelumnya dikenal luas melalui berbagai film Hollywood dan menjadi salah satu aktris populer pada masanya. Namun setelah menjadi ibu, prioritas kehidupannya perlahan mendapatkan perspektif baru.
Perubahan tersebut bukan berarti pengalaman dan karier sebelumnya menjadi tidak penting. Justru perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari kehidupan yang membawanya sampai pada fase ketika keluarga memiliki arti yang semakin besar.
Menjadi ibu kemudian membuat Diaz melihat masa depan bukan hanya dari sudut pandang dirinya sendiri. Ada dua kehidupan kecil yang ikut menjadi bagian dari perhitungannya ketika ia memikirkan waktu, kesehatan, dan usia.
Hidup Lebih Lama Demi Momen-Momen Kecil
Ada sesuatu yang sederhana sekaligus menyentuh dari keinginan Cameron Diaz untuk hidup hingga 107 tahun. Di balik angka tersebut, yang sebenarnya ingin ia miliki bukanlah usia panjang semata, melainkan waktu yang cukup untuk menemani anak-anaknya menjalani hidup.
Mungkin inilah perubahan terbesar yang dibawa motherhood terhadap cara seseorang memandang aging. Ketika sebelumnya bertambah usia bisa terasa seperti sesuatu yang harus dilawan, kehadiran anak dapat membuat seseorang justru ingin mendapatkan sebanyak mungkin tahun tambahan.
Buat Urbie’s, cerita Cameron Diaz menjadi pengingat bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai kalender yang dibuat masyarakat. Ada orang yang membangun karier lebih dulu, ada yang menemukan pasangan kemudian, dan ada pula yang baru merasa siap menjadi orang tua ketika usia sudah jauh berbeda dari ekspektasi umum.
Pada akhirnya, tidak ada satu jadwal universal untuk menjadi orang tua atau menjalani kehidupan. Yang ada adalah waktu seseorang sendiri, dengan segala pilihan, keadaan, dan cerita yang membuat perjalanan tersebut menjadi unik.






