Home Highlight Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin Geger, Penumpang Dievakuasi dengan Baju Hazmat

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin Geger, Penumpang Dievakuasi dengan Baju Hazmat

14
0
ilustrasi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar - sumber foto Istimewa
ilustrasi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar - sumber foto Istimewa
Iklan Top Ad

Hi Urbie’s! Sebuah kapal pesiar yang tengah berlayar menuju Canary Islands mendadak menjadi sorotan dunia setelah muncul wabah mematikan Hantavirus Pulmonary Syndrome yang menewaskan beberapa penumpang.

Kini, otoritas kesehatan internasional berpacu dengan waktu untuk melacak siapa saja yang sempat melakukan kontak dengan para korban maupun penumpang yang diduga terpapar virus tersebut. Situasinya bahkan semakin tegang setelah seorang mantan penumpang kapal dilaporkan dirawat di Switzerland untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Foto-foto dramatis yang memperlihatkan pasien berjalan menggunakan pakaian biohazard putih dari kepala hingga kaki pun viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik global.

Apa Itu Hantavirus?

Buat Urbie’s yang baru mendengar nama virus ini, Hantavirus Pulmonary Syndrome merupakan penyakit langka namun sangat berbahaya yang biasanya ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat, terutama tikus.

Virus ini dapat menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup manusia dalam bentuk partikel udara.

Gejalanya pada awal infeksi sering kali terlihat seperti flu biasa: demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.

Namun yang membuat hantavirus sangat mengerikan adalah perkembangannya yang bisa sangat cepat. Dalam beberapa kasus, pasien dapat mengalami sesak napas parah ketika paru-paru mulai dipenuhi cairan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, tingkat kematian akibat hantavirus pulmonary syndrome mencapai sekitar 35 persen.

Selain itu, ada jenis hantavirus lain yang disebut hemorrhagic fever with renal syndrome, yang bisa menyebabkan perdarahan, demam tinggi, hingga gagal ginjal.

Penumpang Kapal Pesiar Jadi Fokus Investigasi

Kasus ini pertama kali menjadi perhatian setelah pasangan asal Netherlands yang berada di kapal pesiar tersebut jatuh sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pemerintah Argentina kini bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menelusuri perjalanan panjang pasangan tersebut sebelum mereka naik kapal.

Berdasarkan laporan kementerian kesehatan Argentina, pasangan itu tiba di Argentina pada 27 November tahun lalu dan melakukan perjalanan darat selama sekitar 40 hari sebelum menyeberang ke Chile.

Mereka kemudian kembali ke Argentina dan melakukan road trip ke berbagai wilayah termasuk Neuquén di Patagonia hingga Misiones di bagian timur laut negara tersebut.

Pada Maret lalu, mereka juga sempat mengunjungi Uruguay sebelum akhirnya kembali ke kota paling selatan Argentina, Ushuaia, tempat kapal pesiar itu memulai pelayarannya.

Dugaan Penularan dari Wisata Bird Watching

Pemerintah Argentina kini mengejar dugaan bahwa pasangan tersebut mungkin terpapar virus saat mengikuti tur bird-watching di area tempat pembuangan sampah di Ushuaia.

Otoritas kesehatan bahkan akan mengirim tim teknis dari Malbrán Institute untuk menyelidiki kemungkinan keberadaan virus di wilayah Tierra del Fuego.

Yang membuat situasi ini semakin mengejutkan, wilayah Tierra del Fuego disebut belum pernah melaporkan kasus hantavirus sebelumnya.

Baca Juga:

Penumpang Dievakuasi dengan Hazmat Suit

Sementara itu, suasana dramatis terjadi di Schiphol Airport ketika dua pasien dari kapal pesiar tiba menggunakan ambulans khusus.

Jurnalis melihat kedua pasien berjalan di landasan bandara menggunakan pakaian biohazard putih lengkap sambil dikawal petugas medis berpakaian pelindung serupa.

Salah satu pasien kemudian dibawa menggunakan ambulans Jerman, sementara satu lainnya menggunakan ambulans Belanda.

Seorang pasien lain juga dilaporkan tiba di Leiden University Medical Center untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan.

Di sisi lain, profesor Torsten Feldt dari University Hospital Duesseldorf mengatakan salah satu penumpang yang sempat melakukan kontak dengan korban saat ini belum menunjukkan gejala.

Meski demikian, pasien tersebut tetap menjalani tes virologi dan observasi ketat.

Otoritas Kesehatan Lacak Kontak Penumpang

UK Health Security Agency juga mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil orang yang sempat kontak dengan penumpang kapal kini menjalani isolasi mandiri.

Sejauh ini, baik penumpang maupun kontak dekat mereka disebut belum menunjukkan gejala.

Namun karena masa inkubasi hantavirus bisa berlangsung antara satu hingga enam minggu atau lebih, proses pelacakan terus dilakukan secara intensif.

Tercatat ada 19 warga negara Inggris dan empat kru asal Inggris yang berada di kapal pesiar tersebut. Mereka rencananya akan dipulangkan setelah kapal tiba di Canary Islands, selama tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Virus Langka yang Kini Jadi Sorotan Dunia

Kasus wabah di kapal pesiar ini kembali mengingatkan dunia bahwa penyakit zoonosis—virus yang berasal dari hewan—masih menjadi ancaman serius.

Meski tergolong langka, Hantavirus Pulmonary Syndrome memiliki tingkat fatalitas tinggi dan sering kali sulit dikenali pada tahap awal karena gejalanya mirip flu biasa.

Kini, dunia menunggu hasil investigasi lebih lanjut sambil berharap tidak ada penyebaran lebih luas dari wabah yang telah mengguncang perjalanan kapal pesiar tersebut.

Dan buat banyak orang, gambar penumpang berjalan memakai hazmat suit di bandara mungkin akan menjadi salah satu simbol paling mencekam dari kasus ini.