Home Lifestyle Survei Ungkap Hampir 50 Persen Gen Z Ingin Hidup di Era Sebelumnya

Survei Ungkap Hampir 50 Persen Gen Z Ingin Hidup di Era Sebelumnya

5
0
Survei Ungkap Hampir 50 Persen Gen Z Ingin Hidup di Era Sebelumnya
Iklan Top Ad

Halo Urbie’s, pernah nggak sih merasa kalau hidup di zaman dulu terlihat lebih sederhana dan tenang dibanding sekarang? Ternyata perasaan seperti itu bukan cuma muncul di film atau media sosial saja. Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa hampir separuh Generasi Z berharap mereka lahir di era sebelumnya dibanding hidup di zaman modern seperti sekarang.

Fenomena ini cukup menarik, mengingat Generasi Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama internet, media sosial, dan perkembangan teknologi super cepat. Namun di balik kemudahan digital tersebut, ternyata banyak anak muda justru merasa lelah dan cemas menghadapi dunia modern.

Survei yang dikutip dari NBC News menemukan bahwa 47 persen responden Generasi Z mengaku ingin hidup di masa lalu. Sementara hanya 38 persen yang memilih hidup di era sekarang, dan lebih sedikit lagi, yakni 15 persen, yang tertarik hidup di masa depan.

Gen Z dan Kecemasan terhadap AI

Salah satu alasan utama munculnya rasa nostalgia ini adalah kecemasan terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam survei tersebut, hampir setengah responden mengaku khawatir terhadap dampak AI di masa depan.

Sebanyak 48 persen responden mengatakan mereka merasa cemas karena AI dianggap dapat mengubah dunia kerja secara drastis. Banyak dari mereka takut harus mempelajari keterampilan baru agar tetap relevan di dunia kerja. Bahkan tidak sedikit yang khawatir karier mereka akan tergantikan teknologi.

Di sisi lain, hanya 25 persen responden yang merasa optimis terhadap AI dan percaya teknologi tersebut bisa membantu pekerjaan mereka menjadi lebih mudah. Sedangkan 27 persen lainnya merasa AI tidak akan terlalu memengaruhi kehidupan mereka.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi yang semakin cepat ternyata tidak selalu membawa rasa nyaman bagi generasi muda. Alih-alih antusias menyambut masa depan, sebagian Gen Z justru merasa lebih aman membayangkan kehidupan di masa lalu yang dianggap lebih sederhana.

Baca Juga:

Nostalgia Jadi Tren di Kalangan Anak Muda

Urbie’s, rasa rindu terhadap masa lalu ternyata juga terlihat dari berbagai tren yang kembali populer di kalangan anak muda. Salah satunya adalah meningkatnya minat terhadap teknologi retro seperti telepon rumah model lama atau perangkat analog lainnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Generasi Z mulai mencari pengalaman yang terasa lebih “nyata” dan tidak sepenuhnya bergantung pada dunia digital. Di beberapa negara, pembatasan media sosial untuk remaja juga ikut mendorong munculnya tren kembali ke teknologi lawas.

Namun sebenarnya, nostalgia bukan hal baru. Hampir setiap generasi pernah mengalami fase merindukan masa lalu. Generasi baby boomer misalnya, pernah merasa dekat dengan era 1960-an lewat film-film klasik seperti American Graffiti. Sementara Generasi X banyak merasa nostalgia lewat film Dazed and Confused yang menggambarkan kehidupan remaja tahun 1970-an.

Artinya, kerinduan terhadap masa lalu memang menjadi bagian dari perjalanan setiap generasi. Bedanya, Gen Z mengalami nostalgia bahkan terhadap era yang belum pernah mereka alami secara langsung.

Tidak Semua Gen Z Merasa Sama

Meski begitu, tidak semua anggota Generasi Z memiliki pandangan yang sama tentang masa lalu. Survei tersebut juga menemukan adanya perbedaan pendapat berdasarkan latar belakang sosial dan ras.

Sebanyak 52 persen responden kulit putih mengaku ingin hidup di masa lalu, sementara hanya 33 persen responden kulit hitam yang memiliki keinginan serupa. Perbedaan ini diyakini berkaitan dengan sejarah diskriminasi rasial dan ketidaksetaraan yang pernah terjadi di masa lalu, khususnya di Amerika Serikat sebelum adanya Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964.

Hal ini menunjukkan bahwa nostalgia bisa memiliki makna berbeda bagi setiap kelompok masyarakat. Bagi sebagian orang, masa lalu mungkin terlihat romantis dan sederhana. Namun bagi yang lain, masa lalu justru menyimpan pengalaman sosial yang berat.

Dunia Modern yang Semakin Melelahkan

Fenomena ini menjadi gambaran bahwa banyak anak muda saat ini sedang menghadapi tekanan besar, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perkembangan teknologi yang cepat, hingga tekanan media sosial yang terus hadir setiap hari.

Tidak heran jika sebagian Gen Z mulai memandang masa lalu sebagai simbol kehidupan yang lebih tenang, lebih manusiawi, dan tidak terlalu dipenuhi distraksi digital. Meski begitu, masa depan tetap akan berjalan dengan teknologi yang terus berkembang. Tantangannya adalah bagaimana generasi muda bisa beradaptasi tanpa kehilangan keseimbangan hidup.