Home Highlight Gen Z Perkotaan Lebih Skeptis? Temuan Menarik dari Survei PP17 2026

Gen Z Perkotaan Lebih Skeptis? Temuan Menarik dari Survei PP17 2026

17
0
Gen Z Perkotaan Lebih Skeptis? Temuan Menarik dari Survei PP17 2026
Foto ilustrasi: magnific
Iklan Top Ad

Halo Urbie’s, dinamika kepercayaan generasi muda terhadap pemerintah kembali jadi sorotan lewat hasil survei terbaru dari PP17. Survei yang dilakukan pada 13–16 Maret 2026 ini mengungkap bahwa tingkat keyakinan Gen Z dan Milenial terhadap pemerintah di Indonesia berada dalam posisi yang hampir seimbang antara percaya dan tidak percaya.

Riset tersebut melibatkan 387 responden berusia 17 hingga 44 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Computer Assisted Self Interviewing atau CASI, yang memungkinkan responden mengisi survei secara mandiri sehingga jawaban dinilai lebih jujur dan personal.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 38 persen responden merasa yakin terhadap pemerintah saat ini. Sementara itu, 29 persen mengaku cukup yakin. Di sisi lain, terdapat 32 persen responden yang menyatakan tidak yakin terhadap kinerja maupun arah pemerintahan saat ini. Angka ini memperlihatkan bahwa opini generasi muda Indonesia masih terpecah dan belum sepenuhnya solid dalam memandang pemerintah.

Menariknya, survei PP17 juga menemukan adanya pola tertentu yang memengaruhi tingkat kepercayaan tersebut. Kelompok responden yang merasa yakin terhadap pemerintah lebih banyak berasal dari wilayah perdesaan. Selain itu, preferensi politik juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh dalam membentuk persepsi mereka terhadap kondisi pemerintahan saat ini.

Sebaliknya, kelompok yang mengaku tidak yakin justru didominasi oleh responden dari kawasan perkotaan. Fenomena ini menggambarkan adanya perbedaan cara pandang antara masyarakat urban dan rural dalam melihat kebijakan pemerintah. Masyarakat perkotaan cenderung lebih kritis karena lebih dekat dengan arus informasi digital, media sosial, hingga berbagai isu politik dan ekonomi yang berkembang cepat setiap hari.

Baca Juga:

Bagi Gen Z dan Milenial, akses informasi yang sangat luas memang menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, mereka lebih mudah memahami isu nasional secara cepat dan terbuka. Namun di sisi lain, derasnya informasi juga membuat generasi muda lebih mudah mempertanyakan kebijakan pemerintah apabila dianggap kurang sesuai dengan harapan mereka.

Urbie’s, kondisi ini sebenarnya menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia semakin aktif dalam mengikuti perkembangan sosial dan politik. Tingkat kepercayaan yang terbagi hampir merata menandakan adanya ruang evaluasi sekaligus peluang bagi pemerintah untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat muda.

Kepercayaan publik, terutama dari Gen Z dan Milenial, menjadi faktor penting karena kelompok usia ini akan mendominasi populasi produktif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah tentu perlu memahami karakter generasi muda yang cenderung kritis, terbuka, dan responsif terhadap isu transparansi, ekonomi, lapangan kerja, hingga kebebasan berekspresi.

Selain itu, hasil survei ini juga memperlihatkan bahwa latar belakang tempat tinggal masih sangat memengaruhi perspektif masyarakat terhadap kondisi nasional. Perbedaan pengalaman sosial dan ekonomi antara masyarakat kota dan desa turut membentuk cara pandang mereka terhadap kebijakan pemerintah.

Dengan situasi yang hampir seimbang antara rasa yakin dan tidak yakin, pemerintah memiliki tantangan besar untuk meningkatkan kepercayaan publik di kalangan generasi muda. Komunikasi yang transparan, kebijakan yang relevan, dan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda bisa menjadi kunci penting untuk memperkuat optimisme masyarakat ke depan.